Menu

Dark Mode
Pengajuan Permanent Residence Jepang Resmi Diperketat, Kini Wajib Penuhi Syarat Gaji, Bahasa Jepang, dan Pensiun Game Attack on Titan 3 Resmi Rilis 10 Desember 2026, Hadirkan Pertarungan Melawan Semua Nine Titans Patlabor Hadir Lagi! Manga One-shot Baru Resmi Terbit Bulan Agustus Gelombang Panas di Jepang, Tiga Singa Kebun Binatang Tokyo Mati Diduga Akibat Heatstroke Mulai September, Bandara Haneda Terapkan Aturan Baru: Bagasi Harus Check-in 30 Menit Sebelum Terbang AS Diduga Ikut Bantu Jepang Menahan Pelemahan Yen, Kurs Langsung Menguat Tajam

Culture

Kagura: Tarian Ritual Shinto untuk Memanggil Dewa

badge-check


					Kagura: Tarian Ritual Shinto untuk Memanggil Dewa Perbesar

Di Jepang, musik dan tarian tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana spiritual. Salah satunya adalah Kagura (神楽), tarian ritual yang dilakukan untuk memanggil atau menyenangkan para dewa dalam kepercayaan Shinto. Kata “Kagura” sendiri berarti “hiburan para dewa”.

Asal Usul Kagura

Kagura dipercaya berasal dari mitos kuno Jepang tentang dewa matahari Amaterasu yang bersembunyi di gua karena kesal dengan saudaranya. Para dewa kemudian menari dan bernyanyi di depan gua untuk memancing Amaterasu keluar, yang kemudian membawa cahaya kembali ke dunia. Cerita inilah yang menjadi dasar tarian Kagura sebagai bentuk penghormatan kepada para dewa.

Bentuk dan Variasi

Kagura memiliki berbagai bentuk, mulai dari tarian sederhana di kuil lokal hingga pertunjukan dramatis dengan kostum dan topeng indah. Musik pengiringnya biasanya menggunakan drum (taiko), seruling (fue), dan alat musik tradisional lainnya. Gerakan tarian Kagura pun bisa bervariasi: ada yang lembut dan mengalir, ada pula yang energik dan dramatis.

Fungsi Spiritual

Selain sebagai hiburan, Kagura berfungsi sebagai ritual untuk memohon keselamatan, panen yang melimpah, dan berkah bagi masyarakat. Banyak kuil Shinto yang rutin mengadakan pertunjukan Kagura pada festival tahunan atau perayaan tertentu.

Kagura di Era Modern

Saat ini, Kagura tidak hanya dipertunjukkan di kuil. Beberapa kelompok seni menampilkan Kagura sebagai bagian dari festival budaya, pertunjukan teater, atau atraksi wisata. Meski demikian, tujuan spiritualnya tetap dihormati.

Kagura lebih dari sekadar tarian—ia adalah jembatan antara manusia dan dunia spiritual, simbol penghormatan kepada para dewa, dan warisan budaya yang masih hidup di Jepang hingga kini. Menonton Kagura memberi kita kesempatan untuk memahami bagaimana seni dan agama bisa berpadu menjadi satu pengalaman yang mendalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mengapa Orang Jepang Jarang Menolak Secara Langsung

18 February 2026 - 09:00 WIB

Budaya Tidak Mengambil Foto Orang Sembarangan di Jepang

13 February 2026 - 13:10 WIB

Budaya Membawa Pulang Sampah Sendiri: Kesadaran Publik ala Jepang

12 February 2026 - 19:00 WIB

Kenapa Rasa Malu Lebih Kuat daripada Hukuman Bagi Orang Jepang

10 February 2026 - 19:10 WIB

Sunyi: Mengapa Lingkungan Perumahan Jepang Terasa Sangat Tenang

6 February 2026 - 18:30 WIB

Trending on Culture