Menu ✖

Dark Mode
Jepang Targetkan 10 Juta Robot AI pada 2040 di Tengah Krisis Tenaga Kerja Anime Grand Blue Dreaming Resmi Dapatkan Season 4 Stasiun Kereta Jepang Dipadati Warga Usai Libur Silver Week Berakhir Aeon Jepang Jual Jeans Seharga ¥1.000, Persaingan Celana Denim Murah Kembali Memanas KAI Dapat Lampu Hijau Impor KRL Bekas untuk Tambah Armada Jabodetabek Jepang Perkuat Kerja Sama Antar-Kementerian untuk Berantas Tenaga Kerja Asing Ilegal

Teknologi

Jepang Kembangkan Layanan Ride-Share Berbasis AI

badge-check


					A taxi from ride hailing and sharing firm NearMe Inc. is displayed in Tokyo on Oct. 28, 2025. (Kyodo) Perbesar

A taxi from ride hailing and sharing firm NearMe Inc. is displayed in Tokyo on Oct. 28, 2025. (Kyodo)

Sebuah perusahaan berbasis di Tokyo yang menyediakan layanan ride-sharing dengan teknologi yang memungkinkan beberapa penumpang berbagi satu kendaraan kini memperluas layanannya ke berbagai daerah di Jepang yang kekurangan transportasi umum.

Perluasan ini dilakukan di tengah menurunnya populasi Jepang dan bertambahnya komunitas lanjut usia yang mengalami kekurangan pengemudi serta rendahnya permintaan layanan transportasi. Untuk mengatasi transit deserts—wilayah yang tidak memiliki akses transportasi memadai—pemerintah menargetkan adanya 100 proyek operasi bersama, termasuk ride-sharing, secara nasional pada tahun fiskal 2027.

Perusahaan tersebut, NearMe Inc., telah bekerja sama dengan pemerintah daerah di 13 prefektur, mulai dari Hokkaido di utara hingga Kumamoto di barat daya. Platform NearMe menggunakan kecerdasan buatan untuk mencocokkan penumpang yang melakukan perjalanan serupa agar dapat berbagi kendaraan.

Di Kota Nishio, Prefektur Aichi, pemerintah setempat mulai menggunakan layanan ini pada Oktober sebagai pengganti bus komunitas yang dihentikan operasinya pada Maret karena jumlah penumpang turun drastis hingga hanya sekitar satu orang per perjalanan. Warga yang terdaftar dapat memilih titik jemput dan tujuan dari lokasi-lokasi seperti rumah sakit dan fasilitas publik. Layanan ini dijalankan oleh perusahaan taksi lokal, dengan tarif 200 yen (sekitar Rp 1.280) per perjalanan, sementara biaya tambahan ditanggung oleh pemerintah kota.

“Memenuhi kebutuhan perjalanan beberapa orang dengan satu kendaraan akan membantu kami menyediakan transportasi yang berkelanjutan,” ujar seorang pejabat Nishio.

Layanan NearMe juga digunakan di Kota Kitaakita, Prefektur Akita, untuk mengangkut wisatawan dari stasiun dan bandara menuju tempat-tempat wisata populer seperti area ski dan pemandian air panas.

Menurut Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang, terdapat sekitar 2.000 wilayah di negara tersebut yang dikategorikan sebagai transit deserts oleh pemerintah daerah.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Targetkan 10 Juta Robot AI pada 2040 di Tengah Krisis Tenaga Kerja

25 September 2026 - 14:00 WIB

Fujitsu Mulai Jual Global Chip AI Buatan Jepang “Monaka” Mulai November

15 September 2026 - 15:10 WIB

ANA Mulai Gunakan Robot Telepresence untuk Bantu Penumpang di Bandara Regional Jepang

7 September 2026 - 13:36 WIB

Honda Kembangkan Tangan Robot Canggih, Siap Gantikan Pekerjaan di Pabrik?

6 August 2026 - 12:30 WIB

Jepang Kembangkan Kembang Api Ramah Lingkungan, Sisa Ledakannya Bisa Larut dalam Sehari

3 August 2026 - 15:10 WIB

Trending on Teknologi