Menu

Dark Mode
Perusahaan Bus Hiroshima Rekrut Dua Warga Indonesia untuk Atasi Kekurangan Sopir Anime Tempal: Item no Chikara Ungkap Trailer Ketiga dan Dua Pengisi Suara Baru Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi dalam 31 Tahun Pemprov Tokyo Pertimbangkan Larangan Buang Sampah Sembarangan Board Game Naruto Shippuden Battle Resmi Dibuka untuk Crowdfunding Topan Dujuan Berpotensi Dekati Tokyo pada Senin, Ganggu Perjalanan Liburan

Culture

Kakejiku: Gulungan Kaligrafi dan Lukisan yang Menghias Rumah Jepang

badge-check


					Kakejiku: Gulungan Kaligrafi dan Lukisan yang Menghias Rumah Jepang Perbesar

Kakejiku (掛軸) adalah gulungan vertikal yang berisi kaligrafi atau lukisan, digunakan untuk mempercantik rumah, ruang teh, atau kuil. Seni ini bukan hanya dekorasi, tetapi juga mencerminkan selera, musim, dan filosofi pemilik rumah.

Ciri Khas Kakejiku

  • Bentuk gulungan: Bisa digulung dan disimpan saat tidak digunakan, membuatnya fleksibel sesuai musim atau acara.

  • Bahan tradisional: Biasanya terbuat dari kertas washi atau sutra, dengan bingkai kain dan batang kayu di bagian atas dan bawah.

  • Tema yang beragam: Kakejiku menampilkan kaligrafi (misalnya haiku atau kutipan klasik), lukisan alam, bunga, burung, gunung, atau simbol spiritual.

Fungsi dalam Kehidupan Sehari-hari

  1. Hiasan rumah: Kakejiku dipajang di tokonoma, semacam alcove khusus dalam rumah tradisional Jepang.

  2. Ritual dan upacara: Sering digunakan dalam upacara minum teh (chanoyu) atau pertemuan penting untuk memberi nuansa harmonis dan penuh makna.

  3. Ekspresi musim: Pemilik rumah biasanya mengganti gulungan sesuai musim—misalnya bunga sakura di musim semi atau daun maple di musim gugur.

Filosofi di Balik Kakejiku

Kakejiku bukan sekadar lukisan; ia adalah perwujudan estetika Jepang, di mana seni, alam, dan kehidupan sehari-hari bersatu. Menempatkan kakejiku yang tepat di tokonoma menunjukkan rasa hormat, selera, dan perhatian terhadap detail.


Dengan kakejiku, rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga galeri mini yang menghadirkan keindahan, filosofi, dan suasana musim sepanjang tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mengapa Orang Jepang Jarang Menolak Secara Langsung

18 February 2026 - 09:00 WIB

Budaya Tidak Mengambil Foto Orang Sembarangan di Jepang

13 February 2026 - 13:10 WIB

Budaya Membawa Pulang Sampah Sendiri: Kesadaran Publik ala Jepang

12 February 2026 - 19:00 WIB

Kenapa Rasa Malu Lebih Kuat daripada Hukuman Bagi Orang Jepang

10 February 2026 - 19:10 WIB

Sunyi: Mengapa Lingkungan Perumahan Jepang Terasa Sangat Tenang

6 February 2026 - 18:30 WIB

Trending on Culture