Menu

Dark Mode
Season 2 Saga of Tanya the Evil Siap Tayang Tahun 2026, Rilis Teaser Baru Mulai April 2026, Orang Tua yang Cerai di Jepang Wajib Bayar Nafkah Anak ¥20.000 per Bulan Manga “SHION” Dapat Adaptasi Anime Mulai 1 Desember Pengadilan Tinggi Tokyo Putuskan Larangan Nikah Sesama Jenis Masih Sesuai Konstitusi Jepang Jumlah Petani Jepang Anjlok 25% dalam Lima Tahun, Picu Kekhawatiran Ketahanan Pangan Kadokawa Rilis Manga Baru “Tsukuru Niwa” Karya Mikanuji di Comic Newtype

Teknologi

Produsen Kamera Jepang Genjot Kamera Mirrorless dengan Fitur AI di Tengah Lesunya Pasar DSLR

badge-check


					Produsen Kamera Jepang Genjot Kamera Mirrorless dengan Fitur AI di Tengah Lesunya Pasar DSLR Perbesar

Produsen kamera besar Jepang tengah memperluas lini kamera mirrorless mereka untuk merespons meningkatnya permintaan fitur canggih seperti pemotretan berbantuan kecerdasan buatan (AI).

Meskipun volume pengiriman kamera digital global menurun akibat maraknya smartphone berkamera, para produsen melihat peluang bisnis baru di era penciptaan konten berkualitas tinggi yang digerakkan media sosial.

Menurut Asosiasi Produk Kamera & Imaging (CIPA), pengiriman kamera digital global oleh produsen besar Jepang mencapai 8,49 juta unit pada 2024 — kurang dari 10 persen dari puncaknya 121,46 juta unit pada 2010.

Namun, kamera mirrorless mulai mendorong pemulihan angka tersebut. Pengiriman global kamera mirrorless naik 22,5 persen pada paruh pertama 2025 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, sementara kamera SLR (single-lens reflex) anjlok 21,5 persen.

Berbeda dengan SLR yang menggunakan sistem cermin dan prisma agar fotografer bisa melihat langsung melalui lensa, kamera mirrorless menampilkan gambar melalui viewfinder elektronik serta cenderung lebih ringkas dan ringan.

Dorongan menuju fungsi yang lebih canggih membuat harga rata-rata kamera digital melonjak lebih dari enam kali lipat dalam 12 tahun terakhir, dari 15.000 yen (sekitar Rp1,6 juta) pada 2012 menjadi 97.100 yen (sekitar Rp10 juta) pada 2024. Harga eceran sesungguhnya bisa lebih tinggi karena biaya distribusi, namun pelaku industri menyebut permintaan tetap kuat untuk model berperforma tinggi dengan fitur yang melampaui smartphone.

Pada April, Nikon Corp. meluncurkan Z5II dengan deteksi subjek berbasis AI yang memudahkan fokus pada objek bergerak. Model ini populer di kalangan anak muda dan sering digunakan untuk posting di media sosial.

Fujifilm Corp. juga merilis kamera mirrorless berfitur AI FUJIFILM X-E5, sementara Canon Inc. menghadirkan EOS R50 V pada Mei dengan mount tripod di sisi bodi untuk memudahkan perekaman video vertikal.

Sementara itu, Sony Corp. — pembuat kamera mirrorless full-frame pertama di dunia yang dirilis pada 2013 — meluncurkan VLOGCAM ZV-E10 II pada Agustus tahun lalu. Model keenam dalam lini kamera vlogging ini dilengkapi fitur audio canggih yang memungkinkan pengguna menentukan arah penangkapan suara, menurut keterangan perusahaan.

Sc ; KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

JR Central Akan Uji Layanan AI Multibahasa untuk Turis di Stasiun Shinagawa Desember Mendatang

25 November 2025 - 14:10 WIB

Pemerintah Jepang Uji Coba Shuttle Self-Driving untuk Mobilitas Pejabat Pemerintahan

19 November 2025 - 15:10 WIB

Sony Luncurkan PS5 Versi Khusus Jepang dengan Harga Turun 25% untuk Bersaing dengan Nintendo Switch 2

13 November 2025 - 16:21 WIB

Otoritas Ungkap Penyebab Bus Tanpa Sopir di Tokyo Tabrak Pohon Akibat Kesalahan Sistem Navigasi

12 November 2025 - 11:10 WIB

Polisi Tokyo Manfaatkan AI dan Drone untuk Tangani Kasus Stalker dan Bencana

7 November 2025 - 17:10 WIB

Trending on Teknologi