Menu

Dark Mode
PM Jepang Temui Trump di AS, Bahas Keamanan Global hingga Investasi Triliunan Yen Jepang Perpanjang Masa Pakai Kartu Asuransi Lama hingga Juli 2026 Turis Asing ke Jepang Tembus Rekor Baru, Korea Selatan & Taiwan Jadi Penyumbang Terbesar Suku Bunga Jepang Ditahan di 0,75%, Konflik Timur Tengah Jadi Faktor Utama Jepang Luncurkan Kereta Khusus Turis Asing Bisa Nikmati View Gunung Fuji Sepanjang Perjalanan Anime The Dangers in My Heart Dipastikan Lanjut Season 3, Tayang 2027

Culture

Purikura: Booth Foto Imut yang Jadi Tren Remaja Jepang

badge-check


					Purikura: Booth Foto Imut yang Jadi Tren Remaja Jepang Perbesar

Jika berbicara tentang tren remaja Jepang, salah satu fenomena yang tidak bisa dilewatkan adalah purikura (プリクラ). Kata ini berasal dari singkatan Print Club, yaitu mesin booth foto otomatis yang populer sejak tahun 1990-an dan hingga kini masih menjadi bagian penting dari budaya remaja Jepang.

Asal Usul Purikura

Purikura pertama kali diperkenalkan pada tahun 1995 oleh perusahaan game Jepang, Atlus, bekerja sama dengan Sega. Mesin ini langsung mendapat sambutan luar biasa karena menawarkan pengalaman baru: foto instan yang bisa dicetak sekaligus dihiasi dengan stiker, teks lucu, dan berbagai efek digital. Dari sinilah purikura menjadi booming di kalangan anak muda.

Ciri Khas Purikura

Yang membuat purikura berbeda dari foto booth biasa adalah:

  • Fitur dekorasi digital: pengguna bisa menambahkan coretan, emoji, bingkai, glitter, dan stiker pada hasil foto.

  • Efek kecantikan otomatis: seperti memperbesar mata, membuat kulit tampak halus, atau wajah jadi lebih imut (kawaii).

  • Cetakan mini: hasil foto dicetak dalam bentuk stiker kecil yang bisa ditempel di buku harian, ponsel, atau diberikan pada teman.

Budaya Remaja dan Persahabatan

Bagi remaja Jepang, pergi ke purikura tidak sekadar soal berfoto, melainkan ritual sosial. Biasanya mereka akan pergi ke pusat hiburan atau arcade (game center) sepulang sekolah, lalu berfoto bersama teman sekelas atau pasangan. Purikura menjadi simbol persahabatan, kenangan, dan gaya hidup remaja yang serba kawaii.

Evolusi di Era Digital

Walaupun kini kamera smartphone dengan aplikasi filter semakin canggih, purikura tetap bertahan. Mesin-mesin terbaru menawarkan efek edit yang lebih realistis, opsi digital untuk menyimpan foto ke ponsel, hingga fitur berbagi langsung ke media sosial. Dengan begitu, purikura masih menjadi tren yang hidup di kalangan generasi muda Jepang.

Lebih dari Sekadar Foto

Purikura adalah gambaran bagaimana Jepang mampu menggabungkan teknologi, kreativitas, dan budaya kawaii menjadi sebuah tren yang bertahan puluhan tahun. Bagi turis, mencoba purikura di Jepang adalah pengalaman unik yang tidak boleh dilewatkan—sebuah cara seru untuk membawa pulang kenangan imut ala remaja Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mengapa Orang Jepang Jarang Menolak Secara Langsung

18 February 2026 - 09:00 WIB

Budaya Tidak Mengambil Foto Orang Sembarangan di Jepang

13 February 2026 - 13:10 WIB

Budaya Membawa Pulang Sampah Sendiri: Kesadaran Publik ala Jepang

12 February 2026 - 19:00 WIB

Kenapa Rasa Malu Lebih Kuat daripada Hukuman Bagi Orang Jepang

10 February 2026 - 19:10 WIB

Sunyi: Mengapa Lingkungan Perumahan Jepang Terasa Sangat Tenang

6 February 2026 - 18:30 WIB

Trending on Culture