Menu ✖

Dark Mode
Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality Jepang Keluar dari 10 Besar Destinasi Favorit Wisatawan China di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral Badan Imigrasi Jepang Umumkan Revisi Pedoman Pemberian Status Permanent Resident Mulai Berlaku April 2027 Universal Studios Japan Umumkan Kolaborasi Sailor Moon untuk Universal Cool Japan 2027 Gelombang Kenaikan Harga Kembali Melanda Jepang, Lebih dari 3.100 Produk Makanan dan Minuman Naik pada Oktober Masjid di Okayama Jepang Resmi Jadi Tempat Pengungsian Saat Bencana

News

Fenomena Hikikomori di Jepang Makin Mengkhawatirkan, Usia Rata-rata Terus Naik

badge-check


					Fenomena Hikikomori di Jepang Makin Mengkhawatirkan, Usia Rata-rata Terus Naik Perbesar

KHJ, sebuah organisasi nirlaba yang memberikan dukungan bagi para hikikomori (orang yang mengisolasi diri) dan keluarganya, merilis hasil survei terbaru yang menunjukkan kondisi yang semakin mengkhawatirkan.

Dalam survei yang dilakukan pada Desember hingga Januari terhadap 280 keluarga, ditemukan bahwa usia rata-rata hikikomori terus meningkat. Pada survei pertama tahun 2014, rata-rata usia berada di angka 33,1 tahun, sementara dalam hasil terbaru naik menjadi 36,9 tahun. Selain itu, sebanyak 43,1 persen hikikomori berusia di atas 40 tahun, dan 12,7 persen bahkan sudah berusia 50 tahun ke atas.

Sebagian besar hikikomori masih bergantung secara finansial pada orang tua mereka. Kenaikan usia ini menimbulkan masalah serius, terutama karena orang tua yang sudah memasuki usia pensiun tetap harus menopang anak mereka. Situasi ini juga menjadi semakin genting karena ketika orang tua meninggal, para hikikomori berisiko kehilangan satu-satunya sumber dukungan mereka.

Survei tersebut juga menunjukkan bahwa usia rata-rata anggota keluarga yang merawat hikikomori mencapai 66,3 tahun, juga mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya. Bahkan ditemukan kasus hikikomori berusia 60-an yang masih dirawat oleh orang tua mereka yang sudah berusia 90-an, kondisi yang jelas tidak bisa bertahan dalam jangka panjang.

Peningkatan usia ini menunjukkan bahwa hikikomori bukan sekadar fase sementara atau akibat stres sesaat. Faktor seperti bullying di sekolah dan tekanan akademik memang sering menjadi pemicu awal, namun perhatian terhadap pemulihan dan dukungan bagi hikikomori dewasa masih tergolong minim.

Salah satu direktur KHJ, Chikako Hibana, menyatakan bahwa selama ini bantuan untuk hikikomori sering dianggap hanya ditujukan bagi anak muda, padahal kenyataannya masalah ini juga banyak dialami oleh orang dewasa.

Di Jepang, hikikomori sering dianggap sebagai masalah keluarga, dan nilai budaya membuat orang tua cenderung tetap merawat anak mereka meskipun sudah dewasa. Namun, dukungan tersebut tidak bisa berlangsung selamanya, sehingga upaya untuk membantu hikikomori agar bisa mandiri dan kembali berintegrasi dengan masyarakat menjadi semakin penting di masa depan.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality

2 October 2026 - 15:10 WIB

Jepang Keluar dari 10 Besar Destinasi Favorit Wisatawan China di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral

2 October 2026 - 12:10 WIB

Badan Imigrasi Jepang Umumkan Revisi Pedoman Pemberian Status Permanent Resident Mulai Berlaku April 2027

2 October 2026 - 10:10 WIB

Gelombang Kenaikan Harga Kembali Melanda Jepang, Lebih dari 3.100 Produk Makanan dan Minuman Naik pada Oktober

1 October 2026 - 15:10 WIB

Masjid di Okayama Jepang Resmi Jadi Tempat Pengungsian Saat Bencana

1 October 2026 - 12:10 WIB

Trending on News