Menu

Dark Mode
Light Novel Arafō Kenja no Isekai Seikatsu Nikki Resmi Dapat Adaptasi Anime Robot AI Tenis Meja Buatan Sony Mampu Saingi Kemampuan Atlet Profesional Jepang Mulai Jual Senjata ke Luar Negeri, Indonesia Bakal Jadi Target Market? Film Live-Action BLUE LOCK Rilis Trailer Baru, Tayang 7 Agustus Kereta Shinkansen Tertunda 3 Menit, Petugas Ketiduran di Ruang Istirahat Jepang Siapkan Aturan Verifikasi Usia Lebih Ketat di Media Sosial untuk Lindungi Anak

News

Jepang Akan Luncurkan Satelit Michibiki Tambahan Desember Ini, Menuju Sistem Navigasi Setara GPS Mandiri

badge-check


					A H-IIA rocket, carrying a Michibiki 2 satellite, one of four satellites that will augment regional navigational systems, lifts off from the launching pad at Tanegashima Space Center on the southwestern island of Tanegashima, Japan, in this photo taken by Kyodo June 1, 2017.  Mandatory credit Kyodo/via REUTERS Perbesar

A H-IIA rocket, carrying a Michibiki 2 satellite, one of four satellites that will augment regional navigational systems, lifts off from the launching pad at Tanegashima Space Center on the southwestern island of Tanegashima, Japan, in this photo taken by Kyodo June 1, 2017. Mandatory credit Kyodo/via REUTERS

Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA) dan Mitsubishi Heavy Industries (MHI) mengumumkan pada Rabu (8/10) bahwa mereka akan meluncurkan satu lagi satelit sistem posisi Michibiki pada 7 Desember 2025, menggunakan roket H3 dari Tanegashima Space Center di Prefektur Kagoshima.

Peluncuran dijadwalkan berlangsung antara pukul 11.30 hingga 12.30 siang waktu Jepang, dan menjadi langkah penting dalam upaya Jepang membangun sistem navigasi mandiri yang mampu beroperasi tanpa ketergantungan pada GPS milik Amerika Serikat.

Michibiki — secara resmi disebut Quasi-Zenith Satellite System (QZSS) — adalah sistem satelit navigasi yang memberikan akurasi posisi hingga tingkat sentimeter di wilayah Jepang dan Asia Timur. Saat ini terdapat lima satelit Michibiki yang beroperasi, membantu meningkatkan presisi berbagai layanan berbasis lokasi, mulai dari navigasi kendaraan hingga sistem pertanian dan konstruksi otomatis.

Dengan penambahan dua satelit baru — termasuk peluncuran Desember ini — pemerintah Jepang menargetkan membangun jaringan tujuh satelit penuh pada akhir tahun fiskal 2025.
Konstelasi tujuh satelit ini akan memungkinkan Jepang menyediakan layanan posisi akurat secara independen, bahkan jika sinyal GPS global terganggu.

Peluncuran ini juga akan menjadi momen krusial bagi roket H3, generasi penerus dari roket H-IIA, yang dikembangkan bersama oleh JAXA dan Mitsubishi Heavy Industries.
Setelah keberhasilan peluncuran uji coba H3 pada Februari 2024, proyek ini diharapkan menjadi tulang punggung misi antariksa Jepang selama dekade mendatang — baik untuk peluncuran satelit domestik maupun misi eksplorasi luar angkasa.

Sistem Michibiki tidak hanya berfungsi untuk navigasi sipil, tetapi juga menjadi bagian penting dari infrastruktur keamanan nasional Jepang. Dengan ketergantungan tinggi pada GPS AS, Jepang selama ini rentan terhadap gangguan sinyal atau potensi sabotase dalam situasi darurat.

Pemerintah menilai sistem navigasi mandiri akan meningkatkan ketahanan strategis Jepang, sekaligus mendukung transformasi digital dan kendaraan otonom di berbagai sektor industri.

Jika semua berjalan sesuai jadwal, peluncuran Desember ini akan menandai langkah besar Jepang menuju kemandirian penuh dalam teknologi navigasi presisi tinggi, sekaligus memperkuat posisinya di bidang antariksa global.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Mulai Jual Senjata ke Luar Negeri, Indonesia Bakal Jadi Target Market?

24 April 2026 - 07:17 WIB

Kereta Shinkansen Tertunda 3 Menit, Petugas Ketiduran di Ruang Istirahat

23 April 2026 - 18:10 WIB

Jepang Siapkan Aturan Verifikasi Usia Lebih Ketat di Media Sosial untuk Lindungi Anak

23 April 2026 - 13:10 WIB

Dua Kebakaran Hutan Terjadi Bersamaan di Iwate, Ribuan Warga Diminta Mengungsi

23 April 2026 - 11:10 WIB

Prefektur Ibaraki Siapkan Imbalan bagi Pelapor Pekerja Asing Ilegal Mulai 11 Mei

23 April 2026 - 08:59 WIB

Trending on News