Menu

Dark Mode
Kosakata Jepang yang Sering Didengar dari Pengumuman Stasiun Manga Legendaris Shoujo “Red River” Dapat Adaptasi Anime, Tayang Musim Panas Tahun Ini Dead or Alive 6 Dapat Versi Baru! “Last Round” Rilis Juni, Support PS5, Xbox Series, & PC Berani Dateng? Jepang Buka “Zombie Ship” di Laut Lepas, Horor 2 Jam Tanpa Jalan Kabur Ketemu Jodoh di Dating App Makin Umum di Jepang, Tapi Kasus “Ngaku Jomblo Padahal Sudah Nikah” Ikut Meningkat Jumlah Bunuh Diri di Jepang Turun di Bawah 20 Ribu pada 2025, Namun Kasus di Kalangan Pelajar Masih Tinggi

News

Guru SD dan SMP di Jepang Bekerja Paling Lama di Dunia, Rata-Rata 52–55 Jam per Minggu

badge-check


					Guru SD dan SMP di Jepang Bekerja Paling Lama di Dunia, Rata-Rata 52–55 Jam per Minggu Perbesar

Guru sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Jepang tercatat memiliki jam kerja rata-rata terpanjang di dunia, menurut survei terbaru yang dilakukan oleh OECD (Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi) pada tahun 2024. Temuan ini kembali menyoroti tantangan yang terus dihadapi Jepang dalam menekan beban kerja berlebihan di dunia pendidikan.

Sejak Jepang mulai berpartisipasi dalam survei internasional Teaching and Learning International Survey (TALIS) yang dilakukan setiap lima hingga enam tahun sekali, negara ini selalu menempati peringkat teratas dalam durasi jam kerja guru.

Berdasarkan hasil survei tersebut, guru SD di Jepang bekerja rata-rata 52,1 jam per minggu, tertinggi di antara 16 negara dan wilayah yang berpartisipasi. Sementara itu, guru SMP bekerja rata-rata 55,1 jam per minggu, juga menjadi yang tertinggi di antara 55 negara dan wilayah lainnya.

Sebagai perbandingan, rata-rata internasional hanya mencapai 40,4 jam per minggu untuk guru SD dan 41 jam untuk guru SMP.

Meski begitu, jam kerja guru di Jepang sebenarnya turun sekitar 4 jam dibanding survei terakhir tahun 2018, berkat upaya Kementerian Pendidikan Jepang yang mendorong reformasi gaya kerja dan membatasi tugas non-pengajaran yang dibebankan kepada guru.

Survei tahun 2024 dilakukan pada Februari hingga Maret, melibatkan 6.914 guru dan 402 kepala sekolah dari 403 sekolah dasar dan menengah di seluruh Jepang.

Hasilnya menunjukkan bahwa waktu mengajar di kelas rata-rata per minggu mencapai 23,2 jam untuk SD dan 17,8 jam untuk SMP, sedangkan waktu yang dihabiskan untuk berkomunikasi dengan orang tua rata-rata hanya 1,4 jam per minggu, lebih pendek dibanding rata-rata global.

Jam kerja guru Jepang masih jauh di atas rata-rata internasional karena sebagian besar waktu mereka tersita oleh tugas administratif, kegiatan manajemen sekolah, dan pembinaan klub ekstrakurikuler (bukatsu).

Walaupun waktu yang dihabiskan untuk kegiatan klub telah berkurang karena sebagian dialihkan ke komunitas lokal, jumlahnya tetap lebih tinggi dari rata-rata dunia. Survei juga menemukan meningkatnya stres akibat pekerjaan administratif dan tuntutan orang tua, serta kekurangan tenaga pengajar di banyak sekolah.

Pemerintah Jepang kini berjanji untuk mengurangi beban kerja berlebih dan meningkatkan kesejahteraan guru, dengan target menekan lembur rata-rata menjadi maksimal 30 jam per bulan pada tahun fiskal 2029.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jumlah Bunuh Diri di Jepang Turun di Bawah 20 Ribu pada 2025, Namun Kasus di Kalangan Pelajar Masih Tinggi

18 February 2026 - 15:10 WIB

Ketemu Jodoh di Dating App Makin Umum di Jepang, Tapi Kasus “Ngaku Jomblo Padahal Sudah Nikah” Ikut Meningkat

18 February 2026 - 15:10 WIB

Pekerja Tewas Terbakar dalam Tradisi Pembakaran Padang Rumput di Yamaguchi

16 February 2026 - 15:10 WIB

Jepang Minta Data Kewarganegaraan Penghuni Asing Rumah Susun, Alasan Evakuasi dan Ketertiban

16 February 2026 - 14:10 WIB

3 Anak Remaja di Daerah Dotonbori Osaka Jadi Korban Penusukan, 1 Orang Meninggal

16 February 2026 - 11:10 WIB

Trending on News