Menu

Dark Mode
Jepang Uji Coba AI untuk Deteksi Kanker Lewat X-ray, Beban Dokter Diharapkan Berkurang Anime Jack-of-All-Trades, Party of None Dipastikan Lanjut ke Season 2 Hubungan Kian Memburuk? Jepang “Turunkan Status” Diplomatik dengan China Jepang Akan Manfaatkan Mal Bawah Tanah dan Stasiun sebagai Bunker Darurat Jepang Perketat Aturan Drone, Zona Larangan Terbang Diperluas Anime Patlabor Dapat Game Baru 3D “The Case Files” untuk PS5 dan PC

Teknologi

Perusahaan Jepang Gunakan Aplikasi dan Kebijakan Baru untuk Cegah Karyawan Muda Cepat Resign

badge-check


					pict by kyodo Perbesar

pict by kyodo

Setelah menyelesaikan proses rekrutmen dan orientasi untuk para lulusan universitas yang akan mulai bekerja musim semi tahun depan, banyak perusahaan di Jepang kini berfokus pada upaya mencegah karyawan muda mereka berhenti dalam beberapa tahun pertama — sebuah tren yang semakin menjadi masalah serius di dunia korporasi Jepang.

Beberapa perusahaan mulai menggunakan aplikasi untuk memantau kondisi emosional karyawan baru, sementara lainnya memberikan kebebasan bagi pegawai untuk memilih lokasi kerja atau departemen, menggantikan kebiasaan lama di mana penempatan sepenuhnya ditentukan oleh perusahaan.

Menurut data Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang, sebanyak 34,9 persen lulusan universitas yang mulai bekerja pada musim semi 2021 telah berhenti dalam tiga tahun pertama, naik 2,6 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam survei pilihan ganda yang dilakukan oleh Staff Service Holdings Co., alasan paling umum karyawan muda berhenti adalah “hubungan yang buruk dengan atasan atau rekan kerja” (26,3%), disusul oleh “budaya perusahaan yang tidak cocok” (26,1%). Survei ini dilakukan pada Juni terhadap lebih dari 700 orang berusia 18–25 tahun yang berhenti dalam tiga tahun setelah mulai bekerja penuh waktu sebagai lulusan baru.

Salah satu upaya untuk menekan angka pengunduran diri adalah penggunaan aplikasi “Geppo” yang dikembangkan oleh Recruit Co. Perusahaan Nitto Denko Corp., produsen komponen listrik dan material, telah menggunakan aplikasi ini sejak 2019 untuk memantau kondisi karyawan baru hingga tahun ketiga mereka.

Aplikasi ini meminta karyawan menilai kesejahteraan mereka setiap bulan dalam tiga kategori dengan lima tingkat penilaian. Hasilnya dikirim ke bagian HR dan akan memicu pertemuan pribadi jika kondisi karyawan menurun. Seorang pejabat HR dari Nitto Denko mengatakan bahwa aplikasi tersebut membantu membangun komunikasi yang lebih jujur antara perusahaan dan karyawan, dan terbukti menurunkan angka pengunduran diri secara signifikan.

Sementara itu, di sektor asuransi besar, Sompo Japan Insurance Inc. memperkenalkan sistem yang memungkinkan karyawan baru memilih departemen yang diinginkan setelah menerima tawaran kerja, sedangkan Dai-ichi Life Insurance Co. meluncurkan program yang memberi kesempatan bagi karyawan baru untuk ditempatkan di luar negeri dalam lima tahun pertama jika mereka ingin bekerja di luar Jepang.

Sc ; KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Uji Coba AI untuk Deteksi Kanker Lewat X-ray, Beban Dokter Diharapkan Berkurang

25 March 2026 - 16:10 WIB

Polisi Jepang Rekomendasikan Aplikasi Pemblokir Panggilan untuk Cegah Penipuan Telepon

9 March 2026 - 16:10 WIB

Industri Pariwisata Jepang Dinilai Perlu Bangun Kepercayaan Lokal Sebelum Maksimalkan AI

7 March 2026 - 14:10 WIB

Mahasiswi Jepang Ciptakan Robot “Egois” agar Lansia Lebih Sering Keluar Rumah

6 March 2026 - 10:10 WIB

Startup Jepang Uji Terbang Mobil Terbang di Tokyo, Targetkan Operasi Komersial 2028

25 February 2026 - 13:10 WIB

Trending on Teknologi