Menu

Dark Mode
SCANDAL Umumkan Akan Bubar pada 2027 Biaya Visa Jepang Naik, Warga Asing yang Kesulitan Finansial Tertentu Bisa Dapat Keringanan Turis Asing Diserang Beruang Saat Berjalan di Dekat Danau Towada, Aomori Boruto: Two Blue Vortex Libur Terbit Bulan Ini, Chapter Baru Kembali September 71,7% Warga Jepang Khawatir Kondisi Keuangan Negara Memburuk Usai Pajak Makanan Dipangkas Warga Asing di Kumamoto Kesulitan Dapat Informasi Gempa, Hanya 3 dari 19 Kota Punya Layanan Khusus

News

Pria Jepang Dijatuhi Hukuman Mati atas Kasus Pembunuhan Empat Orang di Nagano

badge-check


					Pria Jepang Dijatuhi Hukuman Mati atas Kasus Pembunuhan Empat Orang di Nagano Perbesar

Pengadilan Distrik Nagano pada Selasa (1 Oktober) menjatuhkan hukuman mati kepada Masanori Aoki (34), seorang petani, karena membunuh dua wanita dan dua polisi dalam insiden brutal yang terjadi di Prefektur Nagano pada tahun 2023.

Majelis hakim yang dipimpin oleh Hakim Masashi Sakata menyatakan bahwa Aoki bertanggung jawab penuh secara pidana, menolak argumen pembela yang meminta hukuman seumur hidup dengan alasan pelaku memiliki gangguan mental.

“Ini adalah kejahatan keji yang merenggut empat nyawa berharga, dilakukan dengan niat kuat untuk membunuh,” ujar Hakim Sakata dalam putusannya.

Jaksa menuntut hukuman mati dengan menyatakan bahwa Aoki sadar penuh atas tindakannya. Sementara itu, pihak pembela berargumen bahwa Aoki menderita gangguan delusi dan skizofrenia, yang membuatnya tidak bisa membedakan benar dan salah.

Menurut hasil persidangan, pada malam 25 Mei 2023, Aoki menusuk tetangganya, Yasuko Takeuchi (70) dan Yukie Murakami (66), saat keduanya sedang berjalan santai di Kota Nakano. Pelaku mengira kedua wanita tersebut membicarakan hal buruk tentang dirinya.

Ketika dua polisi, Takuo Ikeuchi (61) dan Yoshiki Tamai (46), tiba di lokasi setelah menerima panggilan darurat, Aoki menembak keduanya dengan senapan berburu, kemudian menusuk Tamai setelah menembaknya.

Kasus ini mengguncang Jepang dan memicu perubahan besar terhadap undang-undang kepemilikan senjata. Setelah kejadian tersebut, pemerintah Jepang merevisi Undang-Undang Pengendalian Senjata Api dan Pedang untuk memperketat aturan penggunaan “setengah senapan” (half rifle) — jenis senjata yang digunakan Aoki, yang hanya memiliki alur peluru di separuh larasnya.

Sc :KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Biaya Visa Jepang Naik, Warga Asing yang Kesulitan Finansial Tertentu Bisa Dapat Keringanan

25 August 2026 - 13:31 WIB

Turis Asing Diserang Beruang Saat Berjalan di Dekat Danau Towada, Aomori

24 August 2026 - 13:10 WIB

71,7% Warga Jepang Khawatir Kondisi Keuangan Negara Memburuk Usai Pajak Makanan Dipangkas

24 August 2026 - 10:10 WIB

Warga Asing di Kumamoto Kesulitan Dapat Informasi Gempa, Hanya 3 dari 19 Kota Punya Layanan Khusus

24 August 2026 - 07:07 WIB

Menyamar Jadi Orang Asing, Pria Jepang Mencoba Merampok Sebuah Konbini di Gunma Berhasil Ditangkap Polisi

22 August 2026 - 13:28 WIB

Trending on News