Menu

Dark Mode
Berani Dateng? Jepang Buka “Zombie Ship” di Laut Lepas, Horor 2 Jam Tanpa Jalan Kabur Ketemu Jodoh di Dating App Makin Umum di Jepang, Tapi Kasus “Ngaku Jomblo Padahal Sudah Nikah” Ikut Meningkat Jumlah Bunuh Diri di Jepang Turun di Bawah 20 Ribu pada 2025, Namun Kasus di Kalangan Pelajar Masih Tinggi Seiyuu Ran Mōri Wakana Yamazaki Hiatus karena Perawatan Medis, Perannya Sementara Digantikan Akemi Okamura Film Kamen Rider Agito 55th Anniversary Tambah 8 Pemain Baru, Aktor Legendaris Ikut Turun Gunung Kartu Pokémon Langka Pecahkan Rekor Dunia, Terjual Rp260 Miliar Lebih di Lelang Amerika

News

Jepang Pertimbangkan Naikkan Biaya Visa bagi Wisatawan Asing Mulai Tahun Fiskal 2026

badge-check


					Jepang Pertimbangkan Naikkan Biaya Visa bagi Wisatawan Asing Mulai Tahun Fiskal 2026 Perbesar

Menteri Luar Negeri Jepang Takeshi Iwaya mengatakan pada Jumat (4/10) bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan kenaikan biaya visa bagi pengunjung asing, karena tarif yang berlaku saat ini dinilai masih terlalu rendah dibandingkan dengan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.

Dalam konferensi pers, Iwaya mengonfirmasi bahwa peninjauan tarif visa sedang dilakukan, menanggapi laporan bahwa Jepang berencana menaikkan biaya tersebut hingga setara dengan standar AS dan Eropa, paling cepat pada tahun fiskal 2026.

“Rinciannya belum diputuskan, tetapi kami sedang mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk dampaknya terhadap sektor pariwisata masuk (inbound tourism),” ujar Iwaya. “Kami juga akan membandingkan dengan biaya di negara lain. Saya percaya biaya visa Jepang saat ini memang cukup rendah.”

Menurut data pemerintah yang dirilis Rabu lalu, jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Jepang mencapai sekitar 31,65 juta orang pada periode Januari–September 2025, naik 17,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini merupakan pertumbuhan tercepat yang pernah tercatat untuk menembus 30 juta kunjungan dalam satu tahun.

Dengan tren tersebut, jumlah pengunjung sepanjang tahun ini dipastikan melampaui rekor 36,87 juta wisatawan pada 2024, dan bahkan berpotensi mencapai 40 juta, didorong oleh melemahnya nilai yen serta lonjakan wisatawan asal Tiongkok.

Menanggapi isu overtourism — fenomena pariwisata berlebihan yang menyebabkan keramaian dan kerusakan lingkungan di beberapa lokasi populer, Iwaya mengatakan pemerintah akan menilai dampak kebijakan baru ini lebih lanjut.

“Namun secara pribadi, saya tidak berpikir kenaikan biaya visa ini akan berdampak langsung terhadap overtourism,” katanya.

Jika kebijakan tersebut diterapkan, ini akan menjadi kenaikan biaya visa pertama Jepang dalam beberapa tahun terakhir, di tengah upaya pemerintah untuk menyeimbangkan pertumbuhan pariwisata dengan keberlanjutan ekonomi dan sosial.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jumlah Bunuh Diri di Jepang Turun di Bawah 20 Ribu pada 2025, Namun Kasus di Kalangan Pelajar Masih Tinggi

18 February 2026 - 15:10 WIB

Ketemu Jodoh di Dating App Makin Umum di Jepang, Tapi Kasus “Ngaku Jomblo Padahal Sudah Nikah” Ikut Meningkat

18 February 2026 - 15:10 WIB

Pekerja Tewas Terbakar dalam Tradisi Pembakaran Padang Rumput di Yamaguchi

16 February 2026 - 15:10 WIB

Jepang Minta Data Kewarganegaraan Penghuni Asing Rumah Susun, Alasan Evakuasi dan Ketertiban

16 February 2026 - 14:10 WIB

3 Anak Remaja di Daerah Dotonbori Osaka Jadi Korban Penusukan, 1 Orang Meninggal

16 February 2026 - 11:10 WIB

Trending on News