Menu

Dark Mode
SCANDAL Umumkan Akan Bubar pada 2027 Biaya Visa Jepang Naik, Warga Asing yang Kesulitan Finansial Tertentu Bisa Dapat Keringanan Turis Asing Diserang Beruang Saat Berjalan di Dekat Danau Towada, Aomori Boruto: Two Blue Vortex Libur Terbit Bulan Ini, Chapter Baru Kembali September 71,7% Warga Jepang Khawatir Kondisi Keuangan Negara Memburuk Usai Pajak Makanan Dipangkas Warga Asing di Kumamoto Kesulitan Dapat Informasi Gempa, Hanya 3 dari 19 Kota Punya Layanan Khusus

News

Survei: Pekerja Jepang Kurang Termotivasi untuk Kembangkan Keterampilan Baru Dibanding Pekerja AS

badge-check


					Survei: Pekerja Jepang Kurang Termotivasi untuk Kembangkan Keterampilan Baru Dibanding Pekerja AS Perbesar

Sebuah survei terbaru dari situs lowongan kerja global Indeed Inc. mengungkapkan bahwa pekerja di Jepang jauh lebih sedikit yang termotivasi untuk mempelajari keterampilan baru dibandingkan rekan mereka di Amerika Serikat — sebagian besar karena minimnya dukungan dari perusahaan tempat mereka bekerja.

Menurut survei tersebut, 29,3% responden Jepang mengaku tidak tertarik untuk mengembangkan kemampuan baru, sementara di Amerika Serikat hanya 3,7% yang menyatakan hal serupa.

Penelitian ini dilakukan secara daring pada April hingga Mei terhadap 3.096 pekerja berusia 20–59 tahun di Jepang dan AS, dengan latar belakang perubahan teknologi yang pesat termasuk kemunculan kecerdasan buatan generatif (AI).

Profesor Hideo Owan dari Fakultas Ilmu Politik dan Ekonomi Universitas Waseda, yang mengawasi survei ini, memperingatkan bahwa jika tren ini berlanjut, “Jepang akan kehilangan daya saing globalnya.”

Hasil survei juga menunjukkan perbedaan mencolok dalam dukungan perusahaan. Sekitar 45,6% pekerja Jepang mengatakan bahwa perusahaan mereka tidak menyediakan dukungan apa pun untuk pengembangan keterampilan, sedangkan 42,1% pekerja Amerika menyatakan bahwa mereka dapat berdiskusi dengan atasan atau pihak perusahaan mengenai peningkatan kemampuan kerja.

Perbedaan pola ini menyoroti bahwa di Amerika Serikat, perusahaan menjadi motor utama dalam mendorong peningkatan keterampilan, sementara di Jepang, tanggung jawab tersebut lebih dibebankan pada individu pekerja.

Terkait jenis keterampilan yang diinginkan, pekerja AS paling tertarik mengasah literasi teknologi, kecerdasan buatan (AI), dan big data, sementara pekerja Jepang lebih memprioritaskan ketahanan mental (resilience), fleksibilitas, dan kemampuan beradaptasi (agility).

Survei ini menggunakan kategori keterampilan yang diadaptasi dari laporan “Jobs of Tomorrow: Skills Taxonomy” yang diterbitkan oleh World Economic Forum (WEF).

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Biaya Visa Jepang Naik, Warga Asing yang Kesulitan Finansial Tertentu Bisa Dapat Keringanan

25 August 2026 - 13:31 WIB

Turis Asing Diserang Beruang Saat Berjalan di Dekat Danau Towada, Aomori

24 August 2026 - 13:10 WIB

71,7% Warga Jepang Khawatir Kondisi Keuangan Negara Memburuk Usai Pajak Makanan Dipangkas

24 August 2026 - 10:10 WIB

Warga Asing di Kumamoto Kesulitan Dapat Informasi Gempa, Hanya 3 dari 19 Kota Punya Layanan Khusus

24 August 2026 - 07:07 WIB

Menyamar Jadi Orang Asing, Pria Jepang Mencoba Merampok Sebuah Konbini di Gunma Berhasil Ditangkap Polisi

22 August 2026 - 13:28 WIB

Trending on News