Menu ✖

Dark Mode
Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027 Mobil Berdiplomatik Rusia Tabrakan di Depan Kementerian Luar Negeri Jepang, Empat Orang Terluka Film Anime Gundam Seed FREEDOM ZERO Tayang Januari 2027 di Jepang, Trailer Terbaru Dirilis Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

News

Survei: Pekerja Jepang Kurang Termotivasi untuk Kembangkan Keterampilan Baru Dibanding Pekerja AS

badge-check


					Survei: Pekerja Jepang Kurang Termotivasi untuk Kembangkan Keterampilan Baru Dibanding Pekerja AS Perbesar

Sebuah survei terbaru dari situs lowongan kerja global Indeed Inc. mengungkapkan bahwa pekerja di Jepang jauh lebih sedikit yang termotivasi untuk mempelajari keterampilan baru dibandingkan rekan mereka di Amerika Serikat — sebagian besar karena minimnya dukungan dari perusahaan tempat mereka bekerja.

Menurut survei tersebut, 29,3% responden Jepang mengaku tidak tertarik untuk mengembangkan kemampuan baru, sementara di Amerika Serikat hanya 3,7% yang menyatakan hal serupa.

Penelitian ini dilakukan secara daring pada April hingga Mei terhadap 3.096 pekerja berusia 20–59 tahun di Jepang dan AS, dengan latar belakang perubahan teknologi yang pesat termasuk kemunculan kecerdasan buatan generatif (AI).

Profesor Hideo Owan dari Fakultas Ilmu Politik dan Ekonomi Universitas Waseda, yang mengawasi survei ini, memperingatkan bahwa jika tren ini berlanjut, “Jepang akan kehilangan daya saing globalnya.”

Hasil survei juga menunjukkan perbedaan mencolok dalam dukungan perusahaan. Sekitar 45,6% pekerja Jepang mengatakan bahwa perusahaan mereka tidak menyediakan dukungan apa pun untuk pengembangan keterampilan, sedangkan 42,1% pekerja Amerika menyatakan bahwa mereka dapat berdiskusi dengan atasan atau pihak perusahaan mengenai peningkatan kemampuan kerja.

Perbedaan pola ini menyoroti bahwa di Amerika Serikat, perusahaan menjadi motor utama dalam mendorong peningkatan keterampilan, sementara di Jepang, tanggung jawab tersebut lebih dibebankan pada individu pekerja.

Terkait jenis keterampilan yang diinginkan, pekerja AS paling tertarik mengasah literasi teknologi, kecerdasan buatan (AI), dan big data, sementara pekerja Jepang lebih memprioritaskan ketahanan mental (resilience), fleksibilitas, dan kemampuan beradaptasi (agility).

Survei ini menggunakan kategori keterampilan yang diadaptasi dari laporan “Jobs of Tomorrow: Skills Taxonomy” yang diterbitkan oleh World Economic Forum (WEF).

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027

9 October 2026 - 18:10 WIB

Mobil Berdiplomatik Rusia Tabrakan di Depan Kementerian Luar Negeri Jepang, Empat Orang Terluka

9 October 2026 - 15:10 WIB

Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat

8 October 2026 - 14:10 WIB

Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data

8 October 2026 - 11:10 WIB

Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

8 October 2026 - 10:10 WIB

Trending on News