Menu

Dark Mode
Seiyuu Ran Mōri Wakana Yamazaki Hiatus karena Perawatan Medis, Perannya Sementara Digantikan Akemi Okamura Film Kamen Rider Agito 55th Anniversary Tambah 8 Pemain Baru, Aktor Legendaris Ikut Turun Gunung Kartu Pokémon Langka Pecahkan Rekor Dunia, Terjual Rp260 Miliar Lebih di Lelang Amerika Mengapa Orang Jepang Jarang Menolak Secara Langsung Toyota Perkuat Peran di Joby Aviation, Dorong Produksi Taksi Udara Lewat Sistem TPS Resmi Dihentikan, Anime Terminator Zero Tak Akan Berlanjut ke Season Berikutnya

News

Jepang Akan Tindaklanjuti Isu Diskriminasi Ujaran Kebencian Terhadap Warga Asing di Sosial Media lewat Survei Nasional

badge-check


					Jepang Akan Tindaklanjuti Isu Diskriminasi Ujaran Kebencian Terhadap Warga Asing  di Sosial Media lewat Survei Nasional Perbesar

Kementerian Kehakiman Jepang berencana melakukan survei nasional pertama terkait ujaran kebencian (hate speech) di internet yang menargetkan wisatawan dan penduduk asing, dengan pelaksanaan dijadwalkan pada tahun fiskal 2026.

Langkah ini diambil karena meningkatnya penyebaran unggahan bernada diskriminatif terhadap kelompok etnis dan kewarganegaraan tertentu di media sosial, yang kini menjadi isu sosial di Jepang. Survei ini bertujuan memahami sejauh mana dampak yang ditimbulkan, sehingga pemerintah dapat memperkuat langkah-langkah pencegahan.

Dalam survei tersebut, kementerian akan menganalisis ekspresi diskriminatif yang diunggah di platform besar seperti X (sebelumnya Twitter) dan media sosial lainnya, serta mengumpulkan laporan konsultasi dari pemerintah daerah. Sebesar ¥70 juta telah dimasukkan dalam usulan anggaran tahun fiskal 2026, yang akan dimulai pada April tahun depan.

Kementerian mendefinisikan ujaran kebencian sebagai “pernyataan atau perilaku yang mendorong penolakan terhadap kelompok tertentu tanpa alasan yang masuk akal.” Aksi demonstrasi anti-warga asing di jalanan menurun sejak diberlakukannya Undang-Undang Penghapusan Ujaran Kebencian pada 2016.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, muncul kekhawatiran baru mengenai maraknya ujaran kebencian di media sosial. Menurut kementerian, laporan konsultasi dari individu asal Tiongkok, Kurdi, dan Asia Tenggara meningkat di berbagai kantor pemerintahan daerah di Jepang. Fenomena ini semakin sulit ditelusuri karena sifat anonim dari dunia maya.

Dengan jumlah wisatawan dan penduduk asing di Jepang mencapai rekor tertinggi, kekhawatiran publik mengenai potensi masalah yang melibatkan warga asing tampaknya turut mempercepat penyebaran komentar diskriminatif.

Minggu lalu, kementerian mengadakan pertemuan pertama dengan panel penasihat yang terdiri dari pakar hukum, statistik, dan internet. Rincian survei, termasuk jenis pertanyaan dan metode analisis, akan difinalisasi dalam tahun fiskal berjalan.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pekerja Tewas Terbakar dalam Tradisi Pembakaran Padang Rumput di Yamaguchi

16 February 2026 - 15:10 WIB

Jepang Minta Data Kewarganegaraan Penghuni Asing Rumah Susun, Alasan Evakuasi dan Ketertiban

16 February 2026 - 14:10 WIB

3 Anak Remaja di Daerah Dotonbori Osaka Jadi Korban Penusukan, 1 Orang Meninggal

16 February 2026 - 11:10 WIB

Bus Kota Kyoto Ubah Sistem Naik-Turun Penumpang Demi Atasi Overcrowding Turis

16 February 2026 - 10:10 WIB

Kagoshima Kucurkan Rp3,5 Triliun untuk Dongkrak Pariwisata, Wisatawan Asing Jadi Kunci

14 February 2026 - 16:10 WIB

Trending on News