Menu

Dark Mode
Gelombang Panas Landa Jepang, Suhu Tembus 38 Derajat di Prefektur Shizuoka Gangguan Sistem, Pembayaran Kartu Kredit Sempat Lumpuh di Berbagai Toko di Jepang Jepang Siap Operasikan Kereta Bertenaga Hidrogen Pertama pada 2027, Tanpa Emisi CO₂ Polisi Jepang Tangkap 9 Orang yang Diduga Kelola Sistem Taruhan Kasino Online Ilegal Senilai Rp36 Triliun Wisatawan China ke Jepang Anjlok 56%, Kunjungan Turis Asing Ikut Turun di Paruh Pertama 2026 Kasus Ganja di Jepang Pecahkan Rekor, Mayoritas Pelaku Berusia di Bawah 30 Tahun

News

Musim Pendakian Gunung Fuji Resmi Dibuka, Ribuan Pendaki Sambut Matahari Terbit Pertama

badge-check


					Musim Pendakian Gunung Fuji Resmi Dibuka, Ribuan Pendaki Sambut Matahari Terbit Pertama Perbesar

Musim pendakian Gunung Fuji resmi dimulai pada Rabu dengan dibukanya dua dari empat jalur utama menuju puncak. Para pendaki yang berhasil mencapai puncak disambut pemandangan matahari terbit yang muncul di balik awan sekitar pukul 04.30 waktu setempat.

Di Prefektur Yamanashi, pemerintah daerah memasang dua mesin pembayaran mandiri di Stasiun 5 Jalur Yoshida, jalur pendakian paling populer, untuk mempermudah pembayaran biaya masuk sebesar 4.000 yen bagi pendaki yang belum melakukan pendaftaran secara daring.

Sementara itu, Jalur Subashiri di sisi Prefektur Shizuoka juga mulai dibuka pada hari yang sama, lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dua jalur lainnya di sisi Shizuoka dijadwalkan dibuka seperti biasa pada 10 Juli.

Pemerintah Prefektur Yamanashi mengimbau para pendaki untuk mendaftar dan membayar biaya masuk secara online sebelum datang guna mengurangi antrean. Selain itu, petugas patroli dan keselamatan kini disiagakan selama 24 jam di area puncak.

Salah seorang pendaki asal Australia, Jasper Overall (26), mengaku sempat khawatir pendakiannya batal akibat topan yang mendekati Jepang. Namun, ia bersyukur tetap bisa menyaksikan matahari terbit dari puncak Gunung Fuji.

Seorang petugas pondok gunung di dekat puncak juga mengatakan jumlah pendaki pada hari pembukaan lebih banyak dari perkiraan, meski wilayah tersebut baru saja mengalami gempa bumi dan dua topan melintas di sekitar Jepang pekan lalu.

Dalam beberapa tahun terakhir, Prefektur Yamanashi dan Shizuoka telah menerapkan berbagai aturan baru untuk mengatur jumlah pendaki, menyusul meningkatnya wisatawan asing serta kekhawatiran terhadap pendaki yang kurang memiliki persiapan.

Pada musim pendakian tahun lalu, jumlah pendaki di tiga jalur sisi Shizuoka turun 6,1 persen menjadi 84.032 orang, sementara Jalur Yoshida di sisi Yamanashi justru meningkat 5,4 persen menjadi 121.068 pendaki.

Pekan lalu, Prefektur Yamanashi juga diguncang gempa berkekuatan M5,6. Meski demikian, status aktivitas vulkanik Gunung Fuji tetap berada di Level 1, yaitu level terendah yang menandakan gunung masih dalam kondisi normal meskipun berpotensi mengalami peningkatan aktivitas.

Gunung Fuji, yang ditetapkan sebagai Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO sejak 2013, menjadi salah satu destinasi paling populer di Jepang dan menarik ratusan ribu pendaki setiap musim panas. Seluruh jalur pendakian dijadwalkan tetap dibuka hingga 10 September.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Gelombang Panas Landa Jepang, Suhu Tembus 38 Derajat di Prefektur Shizuoka

16 July 2026 - 17:10 WIB

Jepang Siap Operasikan Kereta Bertenaga Hidrogen Pertama pada 2027, Tanpa Emisi CO₂

16 July 2026 - 13:10 WIB

Polisi Jepang Tangkap 9 Orang yang Diduga Kelola Sistem Taruhan Kasino Online Ilegal Senilai Rp36 Triliun

16 July 2026 - 12:10 WIB

Wisatawan China ke Jepang Anjlok 56%, Kunjungan Turis Asing Ikut Turun di Paruh Pertama 2026

16 July 2026 - 10:10 WIB

Kasus Ganja di Jepang Pecahkan Rekor, Mayoritas Pelaku Berusia di Bawah 30 Tahun

15 July 2026 - 17:10 WIB

Trending on News