Menu

Dark Mode
PM Jepang Sanae Takaichi Tegaskan Tolak Perubahan Aturan Suksesi Kekaisaran Jepang Batasi Power Bank di Pesawat Maksimal Dua per Penumpang, Dilarang Digunakan Saat Terbang Kagoshima Subsidi Penuh Tiket Shinkansen untuk Turis Asing, Tuai Kritik Publik Film Anime Perdana Chiikawa Tayang 24 Juli, Angkat Arc “Pulau Putri Duyung” Drama Live-Action Solitary Gourmet Umumkan Season 11, Tayang April 2026 Trailer Eksklusif One Piece Live-Action Season 2 Dirilis, Tayang 10 Maret di Netflix

Culture

Tatami: Lantai Tradisional Jepang yang Harus Diperlakukan dengan Hormat

badge-check


					Tatami: Lantai Tradisional Jepang yang Harus Diperlakukan dengan Hormat Perbesar

Bagi siapa pun yang pernah masuk ke rumah tradisional Jepang, kuil, atau ryokan (penginapan bergaya Jepang), pasti langsung mengenali aroma khas dan tekstur lembut dari tatami (畳) — lantai anyaman jerami yang menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Jepang.
Namun di balik tampilannya yang sederhana, tatami menyimpan filosofi mendalam tentang kebersihan, kesopanan, dan harmoni hidup khas Jepang.


🪵 Asal-Usul Tatami

Tatami sudah digunakan sejak zaman Heian (794–1185), awalnya hanya untuk kalangan bangsawan dan keluarga kekaisaran. Kala itu, tatami merupakan simbol status sosial tinggi karena terbuat dari bahan alami yang mahal dan membutuhkan pengerjaan tangan yang rumit.

Baru pada zaman Edo (1603–1868), tatami mulai digunakan secara luas di rumah rakyat biasa. Sejak saat itu, tatami menjadi standar dalam arsitektur Jepang dan menjadi elemen utama dalam ruang washitsu (和室), atau “ruang bergaya Jepang”.


🌾 Terbuat dari Bahan Alami

Tatami dibuat dari bahan-bahan alami seperti jerami padi (wara) sebagai isi, dan rumput igusa (藺草) sebagai lapisan luarnya yang dianyam rapat. Permukaannya terasa lembut saat disentuh, namun cukup kuat untuk menahan berat tubuh.

Selain menambah estetika ruangan, bahan alami ini juga memiliki fungsi praktis:

  • Menyerap kelembapan saat musim hujan.

  • Menjaga suhu ruangan tetap sejuk di musim panas dan hangat di musim dingin.

  • Mengeluarkan aroma alami yang menenangkan dan dipercaya bisa membantu relaksasi.


🏠 Etika dan Simbol Kesopanan

Bagi orang Jepang, tatami bukan sekadar lantai — ia adalah ruang hidup yang sakral dan penuh makna. Karena itu, ada banyak aturan tidak tertulis dalam memperlakukan tatami dengan hormat:

  • Tidak memakai sepatu atau sandal di atas tatami.

  • Hindari menginjak tepi tatami (tatami heri) — karena dulu hanya bangsawan boleh berjalan di bagian itu.

  • Menjaga kebersihan dan kerapian, karena ruang bertatami sering digunakan untuk upacara teh atau menerima tamu.

Dalam budaya Jepang, cara seseorang berjalan, duduk, atau menempatkan tubuh di atas tatami dianggap mencerminkan kesopanannya.


🍵 Ruang Tatami dalam Kehidupan Jepang

Ruang dengan tatami biasanya digunakan untuk kegiatan yang memerlukan ketenangan dan konsentrasi, seperti:

  • Upacara minum teh (chanoyu)

  • Meditasi Zen

  • Tidur dengan futon tradisional

  • Pertemuan keluarga atau tamu penting

Bagi banyak orang Jepang, aroma tatami juga menghadirkan nostalgia — mengingatkan pada rumah nenek, masa kecil, atau suasana damai di kampung halaman.


🌸 Tatami di Zaman Modern

Kini, banyak rumah modern di Jepang yang beralih ke lantai kayu atau vinyl. Namun, sebagian besar masih menyisakan satu ruang bertatami sebagai simbol tradisi dan keseimbangan antara masa lalu dan masa kini.

Bahkan di apartemen perkotaan, ruang tatami kecil masih dianggap penting — tempat beristirahat, bermeditasi, atau sekadar menikmati secangkir teh dalam keheningan.


Tatami bukan hanya tentang lantai — ia adalah simbol kehalusan budaya Jepang yang mengajarkan penghargaan terhadap alam, kebersihan, dan ketenangan batin.
Di setiap langkah yang hati-hati di atas tatami, terselip nilai bahwa hidup yang indah dimulai dari menghormati hal-hal kecil di sekitar kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mengapa Orang Jepang Jarang Menolak Secara Langsung

18 February 2026 - 09:00 WIB

Budaya Tidak Mengambil Foto Orang Sembarangan di Jepang

13 February 2026 - 13:10 WIB

Budaya Membawa Pulang Sampah Sendiri: Kesadaran Publik ala Jepang

12 February 2026 - 19:00 WIB

Kenapa Rasa Malu Lebih Kuat daripada Hukuman Bagi Orang Jepang

10 February 2026 - 19:10 WIB

Sunyi: Mengapa Lingkungan Perumahan Jepang Terasa Sangat Tenang

6 February 2026 - 18:30 WIB

Trending on Culture