Menu

Dark Mode
Jepang Catat Rekor Terendah Sampah Makanan Selama Tiga Tahun Berturut-turut Jepang Siapkan Uji Coba Transplantasi Ginjal Babi ke Manusia Mulai 2028 Festival Awa Odori di Jepang Jual Tiket VIP Rp55 Juta, Bisa Nonton dari Sofa Sambil Menikmati Hidangan Mewah Drama Panggung Spirited Away Gelar Tur Dunia, Perdana Tampil di Amerika Utara Tim Samurai Blue Tersingkir di 32 Besar dari Piala Dunia, Kebobolan di Menit Akhir saat 1-2 Lawan Brasil Belum Lama Tamat, Anime Wistoria: Wand and Sword Langsung Dapat Lampu Hijau untuk Season 3

News

Disebut “chan” di Tempat Kerja, Mantan Pegawai Sagawa Menang Gugatan Pelecehan

badge-check


					Pict by AI Perbesar

Pict by AI

Pengadilan Distrik Tokyo pada Rabu (23/10) memutuskan bahwa memanggil rekan kerja perempuan dengan akhiran “-chan” di tempat kerja termasuk pelecehan yang melampaui batas yang dapat diterima. Dalam kasus ini, seorang mantan pegawai perempuan berusia 40-an yang bekerja di kantor cabang Sagawa Express menggugat mantan rekan pria yang lebih tua, menuntut ganti rugi sekitar 5,5 juta yen. Pengadilan memerintahkan pria tersebut membayar 220.000 yen sebagai kompensasi.

Menurut putusan, sejak sekitar tahun 2020, pria tersebut memanggil perempuan itu dengan “-chan” dan beberapa kali mengatakan hal seperti “kawaii” (imut) dan “taikei yoi yo ne” (badanmu bagus, ya). Perempuan itu kemudian didiagnosis mengalami depresi pada tahun 2021 dan akhirnya mengundurkan diri. Pria tersebut telah dikenai sanksi teguran keras oleh perusahaan.

Hakim Shinji Tahara menyatakan bahwa penggunaan “-chan” adalah cara memanggil yang ditujukan untuk anak kecil dan tidak diperlukan dalam konteks pekerjaan. Meskipun pria itu mengaku bermaksud menunjukkan keakraban, tindakannya tetap menimbulkan ketidaknyamanan. Ia juga menilai rangkaian perkataan tersebut merupakan “perilaku tidak pantas yang menimbulkan rasa malu.”

Perempuan itu juga menggugat Sagawa Express atas dasar tanggung jawab atasan (pengawasan karyawan). Pada Februari tahun ini, kasus dengan perusahaan diselesaikan lewat mediasi, di mana Sagawa Express setuju membayar 700.000 yen sebagai uang penyelesaian.

Sc : Nikkei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Catat Rekor Terendah Sampah Makanan Selama Tiga Tahun Berturut-turut

1 July 2026 - 10:10 WIB

Jepang Siapkan Uji Coba Transplantasi Ginjal Babi ke Manusia Mulai 2028

30 June 2026 - 11:10 WIB

Festival Awa Odori di Jepang Jual Tiket VIP Rp55 Juta, Bisa Nonton dari Sofa Sambil Menikmati Hidangan Mewah

30 June 2026 - 10:10 WIB

Tim Samurai Blue Tersingkir di 32 Besar dari Piala Dunia, Kebobolan di Menit Akhir saat 1-2 Lawan Brasil

30 June 2026 - 07:12 WIB

Gempa Magnitudo 6,1 Kembali Guncang Jepang Timur Laut, Otoritas Waspadai Gempa Susulan

29 June 2026 - 12:10 WIB

Trending on News