Menu ✖

Dark Mode
Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik, Dua Rudal Diperkirakan Jatuh di Luar Zona Ekonomi Eksklusif Jepang Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November Anime Naruto Akan Crossover dengan Ninku, Manga Ninja yang Menginspirasi Masashi Kishimoto Kawasaki Heavy Industries Targetkan Penjualan Bisnis Pertahanan Tembus 1 Triliun Yen pada 2030-an Unik! Bus Wisata Sushi di Tokyo Sajikan Sushi Berjalan dengan Conveyor Belt Kebugaran Fisik Perempuan Jepang Usia 30–40 Tahun Terus Menurun dalam 25 Tahun Terakhir

News

Pemerintah Jepang Tetapkan Target Produksi Beras 2026 Sebesar 7,11 Juta Ton

badge-check


					Pemerintah Jepang Tetapkan Target Produksi Beras 2026 Sebesar 7,11 Juta Ton Perbesar

Kementerian Pertanian Jepang mengumumkan pada Jumat bahwa target produksi beras untuk tahun 2026 ditetapkan sebesar 7,11 juta ton, menyesuaikan dengan perkiraan permintaan maksimum di pasar domestik. Kebijakan ini menandai perubahan arah dari pemerintahan sebelumnya yang sempat mendorong peningkatan produksi guna menekan harga.

Target baru ini lebih rendah dibandingkan perkiraan produksi 7,48 juta ton untuk panen 2025, sekaligus menandai kembalinya kebijakan tradisional yang berfokus pada keseimbangan antara produksi dan permintaan agar harga tetap stabil.

Langkah ini diambil setelah muncul kekhawatiran dari kalangan petani dan produsen bahwa peningkatan produksi justru akan menyebabkan kelebihan pasokan (oversupply) dan menekan harga jual. Pemerintah juga menyatakan akan melanjutkan kembali pembelian beras untuk stok nasional, yang sebelumnya dihentikan untuk panen 2025.

Saat ini, persaingan antar pembeli beras meningkat tajam menjelang musim panen 2025. Harga eceran beras di Jepang telah mencapai rata-rata lebih dari 4.000 yen (sekitar Rp350.000) untuk 5 kilogram, menunjukkan tekanan harga di tingkat konsumen.

Beberapa analis memperingatkan bahwa pencabutan kebijakan peningkatan produksi hanya beberapa bulan setelah diumumkan bisa memicu kekhawatiran akan pengetatan pasokan di masa mendatang. Kondisi ini berpotensi membuat harga tinggi menjadi situasi yang menetap.

Kebijakan baru ini mencerminkan pendekatan Perdana Menteri Sanae Takaichi yang lebih berhati-hati dalam menjaga stabilitas harga pangan, sekaligus berupaya melindungi pendapatan petani di tengah fluktuasi ekonomi dan inflasi biaya hidup.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik, Dua Rudal Diperkirakan Jatuh di Luar Zona Ekonomi Eksklusif Jepang

13 October 2026 - 10:10 WIB

Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November

12 October 2026 - 17:10 WIB

Kawasaki Heavy Industries Targetkan Penjualan Bisnis Pertahanan Tembus 1 Triliun Yen pada 2030-an

12 October 2026 - 12:10 WIB

Unik! Bus Wisata Sushi di Tokyo Sajikan Sushi Berjalan dengan Conveyor Belt

12 October 2026 - 10:10 WIB

Kebugaran Fisik Perempuan Jepang Usia 30–40 Tahun Terus Menurun dalam 25 Tahun Terakhir

12 October 2026 - 07:39 WIB

Trending on News