Menu

Dark Mode
Kata Jepang untuk Situasi “Ya Udah Lah” Netflix Rilis Teaser Season 2 One Piece Live-Action, Tayang Maret 2026 Film Terakhir Love Live! Nijigasaki Dijadwalkan Tayang Musim Dingin Tahun Depan Web Novel The Not-Holy Saint and Not-Hero Dapat Adaptasi Manga Bandai Namco Rilis Trailer Sinematik Pembuka Game My Hero Academia: All’s Justice Menlu Jepang Temui PM Palestina di Tepi Barat, Tegaskan Dukungan Solusi Dua Negara

News

Jepang Siapkan Bantuan untuk Perusahaan dalam Negeri Amankan Mineral Langka di Tengah Kontrol Ekspor China

badge-check


					Jepang Siapkan Bantuan untuk Perusahaan dalam Negeri Amankan Mineral Langka di Tengah Kontrol Ekspor China Perbesar

Pemerintah Jepang tengah menyusun rencana untuk mendukung perusahaan dalam negeri dalam mengamankan mineral penting seperti rare earth (logam tanah jarang), seiring dengan pengetatan ekspor sumber daya tersebut oleh China, kata seorang sumber pemerintah pada Rabu.

Bantuan tersebut, yang kemungkinan berbentuk investasi dan subsidi, merupakan bagian dari janji Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk memperkuat apa yang disebutnya sebagai “investasi manajemen krisis.” Langkah ini akan dimasukkan ke dalam paket ekonomi baru yang disusun akhir bulan ini.

Selain itu, pemerintah juga akan mendorong diversifikasi sumber pasokan serta membangun cadangan strategis guna mencegah kekurangan mineral penting yang dibutuhkan untuk berbagai produk teknologi tinggi — seperti semikonduktor dan kendaraan listrik.

Jepang, yang miskin sumber daya alam, saat ini masih sangat bergantung pada impor dari China dan negara lain untuk mendapatkan mineral strategis tersebut. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah melibatkan Japan Organization for Metals and Energy Security (JOGMEC), lembaga pemerintah yang menangani keamanan energi, untuk memberikan dukungan finansial kepada perusahaan Jepang.

Paket ekonomi pertama di bawah pemerintahan Takaichi ini juga akan mencakup dukungan produksi magnet permanen yang digunakan dalam pembuatan mobil, serta penelitian magnet baru yang mengurangi ketergantungan pada rare earth.

Masalah pasokan mineral telah berdampak nyata pada industri otomotif Jepang, yang merupakan tulang punggung ekonomi ekspor negara tersebut. Misalnya, Suzuki Motor Corp. sempat menghentikan produksi mobil Swift pada Mei lalu karena pembatasan ekspor elemen rare earth dari China.

Pada Oktober lalu, Takaichi dan Presiden AS Donald Trump sepakat di Tokyo untuk bekerja sama dalam mengamankan pasokan rare earth dan mineral penting lainnya, dengan China sebagai pertimbangan utama.
Awal bulan ini, Takaichi juga mengatakan di parlemen bahwa pemerintahnya akan meninjau kerja sama eksplorasi rare earth bersama AS di sekitar Pulau Minamitori, wilayah paling timur Jepang di Samudra Pasifik yang tidak berpenghuni.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Menlu Jepang Temui PM Palestina di Tepi Barat, Tegaskan Dukungan Solusi Dua Negara

13 January 2026 - 12:10 WIB

Anak Muda Jepang Rayakan Coming-of-Age Day

13 January 2026 - 11:10 WIB

JR Central Daur Ulang Kereta Shinkansen Pensiun Jadi Aluminium Murni untuk Kereta Baru hingga Tongkat Bisbol

13 January 2026 - 10:10 WIB

Pria Ditangkap di Tokyo Usai Duel Maut, Jepang Terapkan Hukum Anti-Duel dari Era 1889

12 January 2026 - 15:10 WIB

Warga Jepang Protes Atas Diamnya Sikap Pemerintah Jepang Terhadap Invasi AS ke Venezuela

12 January 2026 - 13:10 WIB

Trending on News