Menu

Dark Mode
Gereja Unifikasi Ajukan Banding Khusus ke Mahkamah Agung Jepang atas Perintah Pembubaran Kata Jepang yang Dipakai Saat Menenangkan Orang Manga Spin-off “Jujutsu Kaisen ≡” Resmi Berakhir, Volume Terakhir Rilis 1 Mei Polisi Jepang Rekomendasikan Aplikasi Pemblokir Panggilan untuk Cegah Penipuan Telepon Jepang Rencanakan Penghapusan Pemeriksaan Tatap Muka bagi Turis Asing untuk Percepat Proses Imigrasi Lebih dari 100 Warga Jepang Dievakuasi dari Timur Tengah dan Tiba di Jepang

Culture

Kadomatsu: Hiasan Bambu Tahun Baru untuk Menyambut Dewa Keberuntungan

badge-check


					Kadomatsu: Hiasan Bambu Tahun Baru untuk Menyambut Dewa Keberuntungan Perbesar

Saat memasuki tahun baru, hampir setiap rumah dan toko di Jepang akan memasang hiasan bambu unik di depan pintu.
Hiasan itu disebut Kadomatsu (門松) — simbol penting dalam tradisi Shōgatsu (perayaan Tahun Baru Jepang).

Kadomatsu bukan sekadar dekorasi.
Benda ini dipercaya sebagai penanda jalan bagi para dewa keberuntungan agar mau singgah ke rumah manusia dan membawa berkah untuk setahun ke depan.


Apa Itu Kadomatsu?

Kadomatsu terbuat dari beberapa elemen utama:

  • Bambu: tumbuh cepat & tegas → melambangkan pertumbuhan dan ketangguhan

  • Pinus: hijau sepanjang tahun → simbol umur panjang dan keberuntungan

  • Plum (opsional) → melambangkan harapan dan awal yang baru

Biasanya bambu dipotong miring, sehingga bagian dalamnya terlihat.
Bentuk ini dipercaya memudahkan kami (dewa) untuk masuk dan tinggal sementara.


Makna Spiritual Kadomatsu

Menurut kepercayaan Shinto, pada awal tahun Toshigami-sama (Dewa Tahun Baru) turun ke bumi untuk memberi berkah:

Rezeki, kesehatan, hasil panen, dan kesuksesan sepanjang tahun.

Kadomatsu berfungsi sebagai rumah sementara bagi dewa tersebut.
Itulah mengapa ia ditempatkan di kedua sisi gerbang atau pintu masuk — sebagai penyambutan yang penuh hormat.


Kapan Kadomatsu Dipasang?

Ada aturan yang dianggap membawa keberuntungan:

  • Dipasang: setelah Natal, idealnya 28 Desember

  • Dihindari: 29 Desember (angka 9 dikaitkan dengan kemalangan)

  • Juga dihindari: 31 Desember (kesannya terburu-buru, tidak sopan pada dewa)

Kadomatsu biasanya diturunkan sekitar tanggal 7 Januari
setelah dewa dipercaya kembali ke tempat asalnya.


Tidak Boleh Dibuang Sembarangan

Karena berkaitan dengan dewa, Kadomatsu tidak boleh langsung dibuang.
Tradisi Dondoyaki dilakukan dengan membakarnya secara ritual di kuil Shinto agar kesuciannya kembali kepada para dewa.


Kadomatsu adalah bentuk penghormatan dan rasa syukur masyarakat Jepang—
mengundang keberuntungan di tahun baru sambil menjaga hubungan harmonis dengan alam dan para dewa.

Hiasan sederhana, tetapi sarat doa dan makna spiritual yang sudah dijaga turun-temurun dari zaman kuno.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mengapa Orang Jepang Jarang Menolak Secara Langsung

18 February 2026 - 09:00 WIB

Budaya Tidak Mengambil Foto Orang Sembarangan di Jepang

13 February 2026 - 13:10 WIB

Budaya Membawa Pulang Sampah Sendiri: Kesadaran Publik ala Jepang

12 February 2026 - 19:00 WIB

Kenapa Rasa Malu Lebih Kuat daripada Hukuman Bagi Orang Jepang

10 February 2026 - 19:10 WIB

Sunyi: Mengapa Lingkungan Perumahan Jepang Terasa Sangat Tenang

6 February 2026 - 18:30 WIB

Trending on Culture