Menu ✖

Dark Mode
Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027 Mobil Berdiplomatik Rusia Tabrakan di Depan Kementerian Luar Negeri Jepang, Empat Orang Terluka Film Anime Gundam Seed FREEDOM ZERO Tayang Januari 2027 di Jepang, Trailer Terbaru Dirilis Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

News

Jepang Rencanakan Penghapusan Pemeriksaan Tatap Muka bagi Turis Asing untuk Percepat Proses Imigrasi

badge-check


					Jepang Rencanakan Penghapusan Pemeriksaan Tatap Muka bagi Turis Asing untuk Percepat Proses Imigrasi Perbesar

Pemerintah Jepang berencana menghapus kewajiban bagi sebagian besar wisatawan asing untuk bertemu langsung dengan petugas imigrasi saat memasuki negara tersebut. Langkah ini dilakukan untuk menyederhanakan prosedur masuk di tengah lonjakan jumlah wisatawan internasional.

Badan Layanan Imigrasi Jepang menyatakan bahwa sistem baru nantinya akan mengandalkan informasi pengunjung yang dikumpulkan melalui sistem penyaringan perjalanan secara daring bernama Japan Electronic System for Travel Authorization (JESTA). Sistem ini dijadwalkan mulai diluncurkan pada tahun fiskal 2028.

Menurut badan tersebut, penghapusan pemeriksaan imigrasi secara tatap muka guna mengurangi kepadatan di bandara merupakan langkah yang jarang dilakukan di dunia.

Pemerintah Jepang juga berencana menyiapkan kerangka hukum untuk sistem ini melalui rancangan undang-undang perubahan terhadap undang-undang pengendalian imigrasi, yang diperkirakan akan diajukan dalam sidang parlemen (Diet) saat ini.

Sistem baru tersebut akan berlaku bagi wisatawan dari negara yang dibebaskan dari visa kunjungan singkat. Saat ini terdapat 74 negara dan wilayah yang masuk dalam kategori tersebut.

Jepang mencatat rekor kunjungan wisatawan asing sebanyak 42,7 juta orang pada 2025, dan pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 60 juta wisatawan pada 2030.

Melalui JESTA, wisatawan akan diminta mengisi informasi secara online mengenai tujuan perjalanan mereka sebelum berangkat ke Jepang. Setelah itu, otoritas imigrasi akan memutuskan apakah izin masuk diberikan atau tidak. Wisatawan yang dicurigai berniat tinggal melebihi batas waktu kemungkinan akan ditolak untuk naik pesawat.

Saat ini di beberapa bandara Jepang, wisatawan sudah menggunakan perangkat digital bernama Integrated Kiosk untuk melakukan pemeriksaan imigrasi dan bea cukai. Perangkat ini mengambil sidik jari dan foto pengunjung secara otomatis.

Dalam sistem yang diusulkan, jika tidak ditemukan masalah seperti riwayat pelanggaran masa tinggal, wisatawan dapat langsung melewati gerbang otomatis dan masuk ke Jepang. Petugas imigrasi tetap akan ditempatkan di sekitar gerbang untuk melakukan pemeriksaan langsung jika terlihat aktivitas mencurigakan.

Saat ini Integrated Kiosk telah digunakan di Bandara Narita, Haneda, Kansai, dan Fukuoka. Badan Imigrasi Jepang juga berencana memperluas penggunaan sistem tersebut ke lebih banyak bandara di masa depan.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027

9 October 2026 - 18:10 WIB

Mobil Berdiplomatik Rusia Tabrakan di Depan Kementerian Luar Negeri Jepang, Empat Orang Terluka

9 October 2026 - 15:10 WIB

Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat

8 October 2026 - 14:10 WIB

Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data

8 October 2026 - 11:10 WIB

Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

8 October 2026 - 10:10 WIB

Trending on News