Menu

Dark Mode
Pemerintah Jepang Pertimbangkan Legalkan Pemakaian Nama Marga Sebelum Menikah Jangan Salah Sebut! 50 Nama Tempat Bahasa Jepang yang Sering Bikin Bingung! Remaja 15 Tahun di Iwate Ditangkap karena Dugaan Percobaan Pembunuhan Menikam Seorang Pria Bahasa Jepang untuk Pemula yang Baru Pindah ke Jepang Budaya “Oseibo” & “Ochūgen”: Hadiah Musiman sebagai Bentuk Terima Kasih ala Jepang Shibuya Batalkan Acara Hitung Mundur Tahun Baru karena Kekhawatiran Kerumunan

Culture

Kadomatsu: Hiasan Bambu Tahun Baru untuk Menyambut Dewa Keberuntungan

badge-check


					Kadomatsu: Hiasan Bambu Tahun Baru untuk Menyambut Dewa Keberuntungan Perbesar

Saat memasuki tahun baru, hampir setiap rumah dan toko di Jepang akan memasang hiasan bambu unik di depan pintu.
Hiasan itu disebut Kadomatsu (門松) — simbol penting dalam tradisi Shōgatsu (perayaan Tahun Baru Jepang).

Kadomatsu bukan sekadar dekorasi.
Benda ini dipercaya sebagai penanda jalan bagi para dewa keberuntungan agar mau singgah ke rumah manusia dan membawa berkah untuk setahun ke depan.


Apa Itu Kadomatsu?

Kadomatsu terbuat dari beberapa elemen utama:

Biasanya bambu dipotong miring, sehingga bagian dalamnya terlihat.
Bentuk ini dipercaya memudahkan kami (dewa) untuk masuk dan tinggal sementara.


Makna Spiritual Kadomatsu

Menurut kepercayaan Shinto, pada awal tahun Toshigami-sama (Dewa Tahun Baru) turun ke bumi untuk memberi berkah:

Rezeki, kesehatan, hasil panen, dan kesuksesan sepanjang tahun.

Kadomatsu berfungsi sebagai rumah sementara bagi dewa tersebut.
Itulah mengapa ia ditempatkan di kedua sisi gerbang atau pintu masuk — sebagai penyambutan yang penuh hormat.


Kapan Kadomatsu Dipasang?

Ada aturan yang dianggap membawa keberuntungan:

  • Dipasang: setelah Natal, idealnya 28 Desember

  • Dihindari: 29 Desember (angka 9 dikaitkan dengan kemalangan)

  • Juga dihindari: 31 Desember (kesannya terburu-buru, tidak sopan pada dewa)

Kadomatsu biasanya diturunkan sekitar tanggal 7 Januari
setelah dewa dipercaya kembali ke tempat asalnya.


Tidak Boleh Dibuang Sembarangan

Karena berkaitan dengan dewa, Kadomatsu tidak boleh langsung dibuang.
Tradisi Dondoyaki dilakukan dengan membakarnya secara ritual di kuil Shinto agar kesuciannya kembali kepada para dewa.


Kadomatsu adalah bentuk penghormatan dan rasa syukur masyarakat Jepang—
mengundang keberuntungan di tahun baru sambil menjaga hubungan harmonis dengan alam dan para dewa.

Hiasan sederhana, tetapi sarat doa dan makna spiritual yang sudah dijaga turun-temurun dari zaman kuno.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Budaya “Oseibo” & “Ochūgen”: Hadiah Musiman sebagai Bentuk Terima Kasih ala Jepang

4 December 2025 - 18:30 WIB

Tsumami Zaiku: Seni Merangkai Bunga Kain untuk Hiasan Rambut Jepang

1 December 2025 - 16:45 WIB

Senpāi–Kōhai: Hirarki Sosial Jepang dari Sekolah hingga Dunia Kerja

22 November 2025 - 14:30 WIB

Miai: Perjodohan Ala Jepang yang Tetap Eksis di Era Dating App

21 November 2025 - 13:43 WIB

Yatai: Kultur Street Food Kaki Lima Musiman yang Hangat di Jepang

19 November 2025 - 20:00 WIB

Trending on Culture