Menu

Dark Mode
Toyota Perkuat Peran di Joby Aviation, Dorong Produksi Taksi Udara Lewat Sistem TPS Resmi Dihentikan, Anime Terminator Zero Tak Akan Berlanjut ke Season Berikutnya Kata Jepang yang Dipakai Saat Memesan Minuman Pekerja Tewas Terbakar dalam Tradisi Pembakaran Padang Rumput di Yamaguchi Jepang Minta Data Kewarganegaraan Penghuni Asing Rumah Susun, Alasan Evakuasi dan Ketertiban 3 Anak Remaja di Daerah Dotonbori Osaka Jadi Korban Penusukan, 1 Orang Meninggal

News

Putri Aiko Lakukan Kunjungan Resmi Pertama ke Laos, Rayakan 70 Tahun Hubungan Diplomatik Jepang-Laos

badge-check


					Putri Aiko Lakukan Kunjungan Resmi Pertama ke Laos, Rayakan 70 Tahun Hubungan Diplomatik Jepang-Laos Perbesar

Putri Aiko, satu-satunya anak dari Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako, tiba di Laos pada Senin (18/11/2025) untuk melakukan kunjungan resmi luar negeri pertamanya, sekaligus memperingati 70 tahun terjalinnya hubungan diplomatik antara kedua negara.

Dalam perjalanan enam hari yang berlangsung hingga Sabtu, putri berusia 23 tahun ini akan bertemu Presiden Laos, Thongloun Sisoulith, dan menghadiri jamuan resmi, menurut Kantor Urusan Kekaisaran Jepang. Selain itu, Putri Aiko akan mempelajari sejarah dan budaya Laos serta berinteraksi dengan masyarakat setempat.

Antusiasme publik terhadap debutnya di panggung internasional semakin tinggi, karena menjalin persahabatan dengan negara lain dianggap sebagai peran penting bagi keluarga kekaisaran.

Setelah tiba di Vientiane, ibu kota Laos, pada Senin malam, Putri Aiko akan mengunjungi sejumlah landmark utama, termasuk Monumen Perang Patuxai, pada Selasa sebelum melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Thongloun. Pada malam harinya, jamuan kenegaraan akan diselenggarakan oleh Wakil Presiden Pany Yathotou.

Pada Kamis, putri akan melakukan perjalanan dengan kereta api ke bekas ibu kota Luang Prabang, di mana ia akan mengunjungi museum nasional dan kuil terkenal Wat Xieng Thong.

Selama kunjungannya, Putri Aiko juga akan meninjau rumah sakit anak-anak yang dibangun dengan bantuan Jepang, serta sebuah sekolah di mana guru-guru bahasa Jepang mengajar.

Jepang memiliki sejarah panjang membantu Laos, satu-satunya negara tanpa laut di Asia Tenggara, dimulai dengan pengiriman relawan melalui program Japan International Cooperation Agency (JICA) pada 1965. Sejak itu, Jepang juga mendukung pembangunan infrastruktur dan pelatihan tenaga kerja.

Seorang mantan diplomat mencatat bahwa masyarakat Laos “merasa dekat dengan Jepang.”

Selama Perang Vietnam, Laos digunakan sebagai jalur pasokan oleh Vietnam Utara dan dibom dengan perkiraan 2 hingga 3 juta ton munisi kluster. Hingga kini, warga Laos masih menghadapi ancaman sisa ranjau yang tidak meledak, menjadikan negara ini yang paling banyak terdampak ranjau per kapita di dunia.

Seorang ajudan dekat Putri Aiko mengatakan bahwa putri akan mengunjungi fasilitas pameran ranjau yang belum meledak pada Rabu karena “memahami sebuah negara, termasuk sejarah kelamnya, adalah bentuk persahabatan.”

Dalam konferensi pers 2023 sebelum kunjungannya ke Indonesia, Kaisar Naruhito menekankan pentingnya kunjungan luar negeri oleh keluarga kekaisaran, menyebutnya sebagai “kesempatan sangat berharga untuk memperdalam saling pengertian dan niat baik.”

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pekerja Tewas Terbakar dalam Tradisi Pembakaran Padang Rumput di Yamaguchi

16 February 2026 - 15:10 WIB

Jepang Minta Data Kewarganegaraan Penghuni Asing Rumah Susun, Alasan Evakuasi dan Ketertiban

16 February 2026 - 14:10 WIB

3 Anak Remaja di Daerah Dotonbori Osaka Jadi Korban Penusukan, 1 Orang Meninggal

16 February 2026 - 11:10 WIB

Bus Kota Kyoto Ubah Sistem Naik-Turun Penumpang Demi Atasi Overcrowding Turis

16 February 2026 - 10:10 WIB

Kagoshima Kucurkan Rp3,5 Triliun untuk Dongkrak Pariwisata, Wisatawan Asing Jadi Kunci

14 February 2026 - 16:10 WIB

Trending on News