Menu

Dark Mode
Anime Tempal: Item no Chikara Ungkap Trailer Ketiga dan Dua Pengisi Suara Baru Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi dalam 31 Tahun Pemprov Tokyo Pertimbangkan Larangan Buang Sampah Sembarangan Board Game Naruto Shippuden Battle Resmi Dibuka untuk Crowdfunding Topan Dujuan Berpotensi Dekati Tokyo pada Senin, Ganggu Perjalanan Liburan Jepang Mulai Diskusikan Buka Pekerjaan Satpam untuk Warga Asing

News

Putri Aiko Lakukan Kunjungan Resmi Pertama ke Laos, Rayakan 70 Tahun Hubungan Diplomatik Jepang-Laos

badge-check


					Putri Aiko Lakukan Kunjungan Resmi Pertama ke Laos, Rayakan 70 Tahun Hubungan Diplomatik Jepang-Laos Perbesar

Putri Aiko, satu-satunya anak dari Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako, tiba di Laos pada Senin (18/11/2025) untuk melakukan kunjungan resmi luar negeri pertamanya, sekaligus memperingati 70 tahun terjalinnya hubungan diplomatik antara kedua negara.

Dalam perjalanan enam hari yang berlangsung hingga Sabtu, putri berusia 23 tahun ini akan bertemu Presiden Laos, Thongloun Sisoulith, dan menghadiri jamuan resmi, menurut Kantor Urusan Kekaisaran Jepang. Selain itu, Putri Aiko akan mempelajari sejarah dan budaya Laos serta berinteraksi dengan masyarakat setempat.

Antusiasme publik terhadap debutnya di panggung internasional semakin tinggi, karena menjalin persahabatan dengan negara lain dianggap sebagai peran penting bagi keluarga kekaisaran.

Setelah tiba di Vientiane, ibu kota Laos, pada Senin malam, Putri Aiko akan mengunjungi sejumlah landmark utama, termasuk Monumen Perang Patuxai, pada Selasa sebelum melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Thongloun. Pada malam harinya, jamuan kenegaraan akan diselenggarakan oleh Wakil Presiden Pany Yathotou.

Pada Kamis, putri akan melakukan perjalanan dengan kereta api ke bekas ibu kota Luang Prabang, di mana ia akan mengunjungi museum nasional dan kuil terkenal Wat Xieng Thong.

Selama kunjungannya, Putri Aiko juga akan meninjau rumah sakit anak-anak yang dibangun dengan bantuan Jepang, serta sebuah sekolah di mana guru-guru bahasa Jepang mengajar.

Jepang memiliki sejarah panjang membantu Laos, satu-satunya negara tanpa laut di Asia Tenggara, dimulai dengan pengiriman relawan melalui program Japan International Cooperation Agency (JICA) pada 1965. Sejak itu, Jepang juga mendukung pembangunan infrastruktur dan pelatihan tenaga kerja.

Seorang mantan diplomat mencatat bahwa masyarakat Laos “merasa dekat dengan Jepang.”

Selama Perang Vietnam, Laos digunakan sebagai jalur pasokan oleh Vietnam Utara dan dibom dengan perkiraan 2 hingga 3 juta ton munisi kluster. Hingga kini, warga Laos masih menghadapi ancaman sisa ranjau yang tidak meledak, menjadikan negara ini yang paling banyak terdampak ranjau per kapita di dunia.

Seorang ajudan dekat Putri Aiko mengatakan bahwa putri akan mengunjungi fasilitas pameran ranjau yang belum meledak pada Rabu karena “memahami sebuah negara, termasuk sejarah kelamnya, adalah bentuk persahabatan.”

Dalam konferensi pers 2023 sebelum kunjungannya ke Indonesia, Kaisar Naruhito menekankan pentingnya kunjungan luar negeri oleh keluarga kekaisaran, menyebutnya sebagai “kesempatan sangat berharga untuk memperdalam saling pengertian dan niat baik.”

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi dalam 31 Tahun

19 September 2026 - 12:10 WIB

Pemprov Tokyo Pertimbangkan Larangan Buang Sampah Sembarangan

19 September 2026 - 10:10 WIB

Topan Dujuan Berpotensi Dekati Tokyo pada Senin, Ganggu Perjalanan Liburan

18 September 2026 - 10:10 WIB

Jepang Mulai Diskusikan Buka Pekerjaan Satpam untuk Warga Asing

18 September 2026 - 06:31 WIB

Jumlah Lansia Berusia 100 Tahun ke Atas di Jepang Capai Rekor 107.677 Orang

16 September 2026 - 13:30 WIB

Trending on News