Menu

Dark Mode
Drama Live-Action Solitary Gourmet Umumkan Season 11, Tayang April 2026 Trailer Eksklusif One Piece Live-Action Season 2 Dirilis, Tayang 10 Maret di Netflix Angka Kelahiran di Jepang Anjlok ke 705 Ribu pada 2025, Terendah Sejak 1899 Kyoto Siapkan Tarif Bus Lebih Mahal untuk Turis, Bisa Dua Kali Lipat dari Warga Lokal Komposer Game Jepang Shigeru Ikeda Meninggal Dunia di Usia 57 Tahun WN Jepang Ditahan di Teheran Sejak Januari, Pemerintah Jepang Desak Iran Segera Bebaskan

News

Lebih dari 16 Ribu Warga Asing Pindah ke Wilayah Tokyo pada 2024, Rekor Tertinggi

badge-check


					Lebih dari 16 Ribu Warga Asing Pindah ke Wilayah Tokyo pada 2024, Rekor Tertinggi Perbesar

Jumlah warga asing yang bermukim di Jepang dan pindah ke wilayah metropolitan Tokyo pada tahun 2024 melampaui jumlah yang keluar lebih dari 16.000 orang menjadi selisih tertinggi yang pernah tercatat. Data pemerintah tersebut menunjukkan bahwa Tokyo semakin menjadi magnet bagi pekerja muda yang mencari gaji lebih tinggi.

Tanpa menghitung mereka yang baru masuk atau meninggalkan Jepang, terdapat 334.659 warga asing yang pindah antar-prefektur pada 2024, mayoritas berusia 20-an. Angka ini mewakili 10,1% dari total warga asing di Jepang. Sepuluh tahun sebelumnya, angkanya hanya 145.535 orang atau 7,3%.

Menurut laporan perpindahan penduduk oleh Kementerian Urusan Dalam Negeri dan Komunikasi, jumlah pendatang ke wilayah Tokyo — meliputi Tokyo, Saitama, Chiba, dan Kanagawa melampaui jumlah yang keluar sebesar 16.506 orang. Selisih ini meningkat lebih dari 13 kali lipat dibandingkan tahun 2021 saat pandemi COVID-19.

Per-prefektur, Tokyo mencatat arus masuk bersih terbanyak dengan 8.722 orang, disusul Saitama dengan 7.720 orang, dan Kanagawa dengan 7.494 orang.

Sebaliknya, Chiba menjadi prefektur dengan arus keluar bersih terbesar sebanyak 7.430 orang, diikuti Aichi di Jepang tengah sebanyak 6.684 orang dan Fukuoka di Jepang barat daya sebanyak 4.471 orang.

“Anak muda pindah dari daerah ke kota demi upah yang lebih baik,” ujar Yu Korekawa dari National Institute of Population and Social Security Research. Ia juga menyebut sistem yang memungkinkan pekerja asing terampil untuk pindah pekerjaan turut mendorong perpindahan ini di tengah kekurangan tenaga kerja akibat menurunnya populasi Jepang.

Beberapa kota yang banyak ditinggalkan warga asing biasanya menjadi “gerbang awal” masuk Jepang — tempat para pekerja tinggal sementara untuk pelatihan sebelum pindah ke wilayah lain.

“Kami berada dalam kondisi yang mengharuskan mengandalkan tenaga kerja asing karena populasi Jepang terus menurun,” ungkap seorang pejabat di daerah Tokyo, yang menyampaikan kekhawatiran atas perpindahan tenaga kerja demi upah yang lebih tinggi.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Angka Kelahiran di Jepang Anjlok ke 705 Ribu pada 2025, Terendah Sejak 1899

27 February 2026 - 12:10 WIB

Kyoto Siapkan Tarif Bus Lebih Mahal untuk Turis, Bisa Dua Kali Lipat dari Warga Lokal

27 February 2026 - 10:10 WIB

WN Jepang Ditahan di Teheran Sejak Januari, Pemerintah Jepang Desak Iran Segera Bebaskan

26 February 2026 - 15:10 WIB

Pemerintah Daerah Ibaraki Siap Kasih Imbalan Tunai Bagi yang Melapor Pekerja Asing Ilegal

26 February 2026 - 12:10 WIB

Jepang Murka: China Masukkan 20 Perusahaan Pertahanan Jepang ke Daftar Larangan Ekspor

26 February 2026 - 11:10 WIB

Trending on News