Menu

Dark Mode
Bandara Toyama Ganti Nama Jadi “Toyama Takayama Sushi Airport”, Bidik Wisatawan Asing Jepang Resmi Daftarkan “Teh Jepang” sebagai Produk Indikasi Geografis, Lindungi dari Produk Tiruan Bandara Narita Bakal Perluas Landasan Pacu, Pemerintah Jepang Siap Tempuh Akuisisi Lahan Bos Perusahaan Pembongkaran di Jepang Ditangkap, Sengaja Mempekerjakan 2 WNI yang Overstay Pernyataan Presiden AS Donald Trump Salah Sebut Iran Jadi “Republik Islam Jepang”, Tuai Reaksi di Jepang Bandara di Noto Jepang Resmi Berganti Nama Sementara Bertema Pokémon untuk Dongkrak Pariwisata

News

Lebih dari 16 Ribu Warga Asing Pindah ke Wilayah Tokyo pada 2024, Rekor Tertinggi

badge-check


					Lebih dari 16 Ribu Warga Asing Pindah ke Wilayah Tokyo pada 2024, Rekor Tertinggi Perbesar

Jumlah warga asing yang bermukim di Jepang dan pindah ke wilayah metropolitan Tokyo pada tahun 2024 melampaui jumlah yang keluar lebih dari 16.000 orang menjadi selisih tertinggi yang pernah tercatat. Data pemerintah tersebut menunjukkan bahwa Tokyo semakin menjadi magnet bagi pekerja muda yang mencari gaji lebih tinggi.

Tanpa menghitung mereka yang baru masuk atau meninggalkan Jepang, terdapat 334.659 warga asing yang pindah antar-prefektur pada 2024, mayoritas berusia 20-an. Angka ini mewakili 10,1% dari total warga asing di Jepang. Sepuluh tahun sebelumnya, angkanya hanya 145.535 orang atau 7,3%.

Menurut laporan perpindahan penduduk oleh Kementerian Urusan Dalam Negeri dan Komunikasi, jumlah pendatang ke wilayah Tokyo — meliputi Tokyo, Saitama, Chiba, dan Kanagawa melampaui jumlah yang keluar sebesar 16.506 orang. Selisih ini meningkat lebih dari 13 kali lipat dibandingkan tahun 2021 saat pandemi COVID-19.

Per-prefektur, Tokyo mencatat arus masuk bersih terbanyak dengan 8.722 orang, disusul Saitama dengan 7.720 orang, dan Kanagawa dengan 7.494 orang.

Sebaliknya, Chiba menjadi prefektur dengan arus keluar bersih terbesar sebanyak 7.430 orang, diikuti Aichi di Jepang tengah sebanyak 6.684 orang dan Fukuoka di Jepang barat daya sebanyak 4.471 orang.

“Anak muda pindah dari daerah ke kota demi upah yang lebih baik,” ujar Yu Korekawa dari National Institute of Population and Social Security Research. Ia juga menyebut sistem yang memungkinkan pekerja asing terampil untuk pindah pekerjaan turut mendorong perpindahan ini di tengah kekurangan tenaga kerja akibat menurunnya populasi Jepang.

Beberapa kota yang banyak ditinggalkan warga asing biasanya menjadi “gerbang awal” masuk Jepang — tempat para pekerja tinggal sementara untuk pelatihan sebelum pindah ke wilayah lain.

“Kami berada dalam kondisi yang mengharuskan mengandalkan tenaga kerja asing karena populasi Jepang terus menurun,” ungkap seorang pejabat di daerah Tokyo, yang menyampaikan kekhawatiran atas perpindahan tenaga kerja demi upah yang lebih tinggi.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bandara Toyama Ganti Nama Jadi “Toyama Takayama Sushi Airport”, Bidik Wisatawan Asing

11 July 2026 - 14:10 WIB

Jepang Resmi Daftarkan “Teh Jepang” sebagai Produk Indikasi Geografis, Lindungi dari Produk Tiruan

11 July 2026 - 13:10 WIB

Bandara Narita Bakal Perluas Landasan Pacu, Pemerintah Jepang Siap Tempuh Akuisisi Lahan

11 July 2026 - 11:10 WIB

Bos Perusahaan Pembongkaran di Jepang Ditangkap, Sengaja Mempekerjakan 2 WNI yang Overstay

11 July 2026 - 07:00 WIB

Bandara di Noto Jepang Resmi Berganti Nama Sementara Bertema Pokémon untuk Dongkrak Pariwisata

9 July 2026 - 15:10 WIB

Trending on News