Menu

Dark Mode
Kenapa Banyak Orang Indonesia Sakit Saat Winter di Jepang? Bandai Spirits Umumkan Model Kit Patlabor EZY, Anime Baru Debut dalam Format Film Mulai Mei 2026 Kosakata Jepang Saat Mau Bilang “Mungkin Lain Kali” GAME FREAK Umumkan Beast of Reincarnation, Action RPG Berlatar Jepang Pasca-Apokaliptik, Rilis Musim Panas Ini Pria Ditangkap Karena Diduga Membunuh Mantan Pacar Hamil di Ibaraki Nintendo Umumkan Super Mario Bros. Wonder Nintendo Switch 2 Edition, Rilis 26 Maret dengan Karakter dan Mode Baru

News

Lebih dari 16 Ribu Warga Asing Pindah ke Wilayah Tokyo pada 2024, Rekor Tertinggi

badge-check


					Lebih dari 16 Ribu Warga Asing Pindah ke Wilayah Tokyo pada 2024, Rekor Tertinggi Perbesar

Jumlah warga asing yang bermukim di Jepang dan pindah ke wilayah metropolitan Tokyo pada tahun 2024 melampaui jumlah yang keluar lebih dari 16.000 orang menjadi selisih tertinggi yang pernah tercatat. Data pemerintah tersebut menunjukkan bahwa Tokyo semakin menjadi magnet bagi pekerja muda yang mencari gaji lebih tinggi.

Tanpa menghitung mereka yang baru masuk atau meninggalkan Jepang, terdapat 334.659 warga asing yang pindah antar-prefektur pada 2024, mayoritas berusia 20-an. Angka ini mewakili 10,1% dari total warga asing di Jepang. Sepuluh tahun sebelumnya, angkanya hanya 145.535 orang atau 7,3%.

Menurut laporan perpindahan penduduk oleh Kementerian Urusan Dalam Negeri dan Komunikasi, jumlah pendatang ke wilayah Tokyo — meliputi Tokyo, Saitama, Chiba, dan Kanagawa melampaui jumlah yang keluar sebesar 16.506 orang. Selisih ini meningkat lebih dari 13 kali lipat dibandingkan tahun 2021 saat pandemi COVID-19.

Per-prefektur, Tokyo mencatat arus masuk bersih terbanyak dengan 8.722 orang, disusul Saitama dengan 7.720 orang, dan Kanagawa dengan 7.494 orang.

Sebaliknya, Chiba menjadi prefektur dengan arus keluar bersih terbesar sebanyak 7.430 orang, diikuti Aichi di Jepang tengah sebanyak 6.684 orang dan Fukuoka di Jepang barat daya sebanyak 4.471 orang.

“Anak muda pindah dari daerah ke kota demi upah yang lebih baik,” ujar Yu Korekawa dari National Institute of Population and Social Security Research. Ia juga menyebut sistem yang memungkinkan pekerja asing terampil untuk pindah pekerjaan turut mendorong perpindahan ini di tengah kekurangan tenaga kerja akibat menurunnya populasi Jepang.

Beberapa kota yang banyak ditinggalkan warga asing biasanya menjadi “gerbang awal” masuk Jepang — tempat para pekerja tinggal sementara untuk pelatihan sebelum pindah ke wilayah lain.

“Kami berada dalam kondisi yang mengharuskan mengandalkan tenaga kerja asing karena populasi Jepang terus menurun,” ungkap seorang pejabat di daerah Tokyo, yang menyampaikan kekhawatiran atas perpindahan tenaga kerja demi upah yang lebih tinggi.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pria Ditangkap Karena Diduga Membunuh Mantan Pacar Hamil di Ibaraki

23 January 2026 - 15:10 WIB

Siswa Kejuruan Asal Indonesia Ditangkap Polisi Takamatsu, Jepang atas Dugaan Pemerkosaan

23 January 2026 - 12:10 WIB

Rencana Pemotongan Pajak Makanan PM Sanae Takaichi Picu Kekhawatiran Menurunnya Pendapatan Negara Jepang

23 January 2026 - 10:10 WIB

Kereta Shinkansen Tambahan Beroperasi Setelah Penerbangan Dibatalkan Akibat Salju Tebal

23 January 2026 - 07:10 WIB

Jepang untuk Pertama Kalinya Beri Dukungan Pengisian Bahan Bakar Pesawat Militer Korea Selatan, Sinyal Menguatnya Kerja Sama Pertahanan

22 January 2026 - 14:10 WIB

Trending on News