Menu

Dark Mode
Toyota Perkuat Peran di Joby Aviation, Dorong Produksi Taksi Udara Lewat Sistem TPS Resmi Dihentikan, Anime Terminator Zero Tak Akan Berlanjut ke Season Berikutnya Kata Jepang yang Dipakai Saat Memesan Minuman Pekerja Tewas Terbakar dalam Tradisi Pembakaran Padang Rumput di Yamaguchi Jepang Minta Data Kewarganegaraan Penghuni Asing Rumah Susun, Alasan Evakuasi dan Ketertiban 3 Anak Remaja di Daerah Dotonbori Osaka Jadi Korban Penusukan, 1 Orang Meninggal

News

Feri di Jepang Mulai Beroperasi dengan Teknologi Navigasi Otonom, Pertama di Dunia

badge-check


					Feri di Jepang Mulai Beroperasi dengan Teknologi Navigasi Otonom, Pertama di Dunia Perbesar

Sebuah kapal feri penumpang yang melayani rute antara Prefektur Okayama dan Pulau Shodoshima di Jepang barat mulai menggunakan teknologi navigasi otomatis—yang diklaim sebagai yang pertama di dunia—menurut Nippon Foundation pada Rabu.

Feri bernama Olympia Dream Seto, yang beroperasi antara Pelabuhan Shin-Okayama di Prefektur Okayama dan Pelabuhan Tonosho di Pulau Shodoshima, akan mulai beroperasi secara semi-otonom mulai Kamis setelah menerima sertifikasi pemerintah untuk penggunaan teknologi tersebut.

Dalam konferensi pers yang digelar di atas kapal saat berlayar, Mitsuyuki Unno, direktur eksekutif Nippon Foundation—lembaga yang menangani isu kelautan dan transportasi—mengatakan bahwa inisiatif ini bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja di Jepang serta memastikan keberlanjutan transportasi ke pulau-pulau terpencil yang berpenduduk.

Dalam demonstrasi, feri itu terlihat bergerak menjauh dari dermaga dengan mulus dan melaju di perairan tenang. Sistemnya juga menunjukkan kemampuan mendeteksi kapal lain di depan dan mengubah rute secara otomatis.

Kokusai Ryobi Ferry Co., operator feri tersebut, menyatakan bahwa mereka menargetkan penggunaan penuh fungsi navigasi otonom setelah para kru semakin terbiasa dengan sistem tersebut.

Inisiatif ini merupakan bagian dari proyek besar untuk mengomersialkan kapal tanpa awak yang melibatkan Nippon Foundation dan lebih dari 50 perusahaan lainnya. Jika berhasil diwujudkan, proyek ini diharapkan dapat menstabilkan logistik dan mengurangi kecelakaan di laut.

Tiga kapal lainnya—termasuk sebuah kapal kontainer—juga dijadwalkan mulai beroperasi secara komersial dengan teknologi serupa pada April 2026.

Sc ; JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pekerja Tewas Terbakar dalam Tradisi Pembakaran Padang Rumput di Yamaguchi

16 February 2026 - 15:10 WIB

Jepang Minta Data Kewarganegaraan Penghuni Asing Rumah Susun, Alasan Evakuasi dan Ketertiban

16 February 2026 - 14:10 WIB

3 Anak Remaja di Daerah Dotonbori Osaka Jadi Korban Penusukan, 1 Orang Meninggal

16 February 2026 - 11:10 WIB

Bus Kota Kyoto Ubah Sistem Naik-Turun Penumpang Demi Atasi Overcrowding Turis

16 February 2026 - 10:10 WIB

Kagoshima Kucurkan Rp3,5 Triliun untuk Dongkrak Pariwisata, Wisatawan Asing Jadi Kunci

14 February 2026 - 16:10 WIB

Trending on News