Menu

Dark Mode
Pengajuan Permanent Residence Jepang Resmi Diperketat, Kini Wajib Penuhi Syarat Gaji, Bahasa Jepang, dan Pensiun Game Attack on Titan 3 Resmi Rilis 10 Desember 2026, Hadirkan Pertarungan Melawan Semua Nine Titans Patlabor Hadir Lagi! Manga One-shot Baru Resmi Terbit Bulan Agustus Gelombang Panas di Jepang, Tiga Singa Kebun Binatang Tokyo Mati Diduga Akibat Heatstroke Mulai September, Bandara Haneda Terapkan Aturan Baru: Bagasi Harus Check-in 30 Menit Sebelum Terbang AS Diduga Ikut Bantu Jepang Menahan Pelemahan Yen, Kurs Langsung Menguat Tajam

News

Feri di Jepang Mulai Beroperasi dengan Teknologi Navigasi Otonom, Pertama di Dunia

badge-check


					Feri di Jepang Mulai Beroperasi dengan Teknologi Navigasi Otonom, Pertama di Dunia Perbesar

Sebuah kapal feri penumpang yang melayani rute antara Prefektur Okayama dan Pulau Shodoshima di Jepang barat mulai menggunakan teknologi navigasi otomatis—yang diklaim sebagai yang pertama di dunia—menurut Nippon Foundation pada Rabu.

Feri bernama Olympia Dream Seto, yang beroperasi antara Pelabuhan Shin-Okayama di Prefektur Okayama dan Pelabuhan Tonosho di Pulau Shodoshima, akan mulai beroperasi secara semi-otonom mulai Kamis setelah menerima sertifikasi pemerintah untuk penggunaan teknologi tersebut.

Dalam konferensi pers yang digelar di atas kapal saat berlayar, Mitsuyuki Unno, direktur eksekutif Nippon Foundation—lembaga yang menangani isu kelautan dan transportasi—mengatakan bahwa inisiatif ini bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja di Jepang serta memastikan keberlanjutan transportasi ke pulau-pulau terpencil yang berpenduduk.

Dalam demonstrasi, feri itu terlihat bergerak menjauh dari dermaga dengan mulus dan melaju di perairan tenang. Sistemnya juga menunjukkan kemampuan mendeteksi kapal lain di depan dan mengubah rute secara otomatis.

Kokusai Ryobi Ferry Co., operator feri tersebut, menyatakan bahwa mereka menargetkan penggunaan penuh fungsi navigasi otonom setelah para kru semakin terbiasa dengan sistem tersebut.

Inisiatif ini merupakan bagian dari proyek besar untuk mengomersialkan kapal tanpa awak yang melibatkan Nippon Foundation dan lebih dari 50 perusahaan lainnya. Jika berhasil diwujudkan, proyek ini diharapkan dapat menstabilkan logistik dan mengurangi kecelakaan di laut.

Tiga kapal lainnya—termasuk sebuah kapal kontainer—juga dijadwalkan mulai beroperasi secara komersial dengan teknologi serupa pada April 2026.

Sc ; JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pengajuan Permanent Residence Jepang Resmi Diperketat, Kini Wajib Penuhi Syarat Gaji, Bahasa Jepang, dan Pensiun

4 August 2026 - 20:24 WIB

Patlabor Hadir Lagi! Manga One-shot Baru Resmi Terbit Bulan Agustus

4 August 2026 - 13:10 WIB

Gelombang Panas di Jepang, Tiga Singa Kebun Binatang Tokyo Mati Diduga Akibat Heatstroke

4 August 2026 - 12:10 WIB

Mulai September, Bandara Haneda Terapkan Aturan Baru: Bagasi Harus Check-in 30 Menit Sebelum Terbang

4 August 2026 - 10:10 WIB

AS Diduga Ikut Bantu Jepang Menahan Pelemahan Yen, Kurs Langsung Menguat Tajam

3 August 2026 - 17:10 WIB

Trending on News