Menu

Dark Mode
JR East Perkenalkan Kereta Inspeksi Shinkansen Baru, Bisa Melaju 320 Km/Jam Pohon Tumbang Saat Turnamen Sepak Bola Anak di Jepang, 7 Orang Terluka Fajar/Fikri Sabet Gelar Juara Usai Kalahkan Ganda Putra No.1 Dunia di Japan Open 2026 Dua Warga Vietnam Jadi Sopir Bus Asing Pertama di Shikoku, Jepang Distrik di Tokyo Pasang Kamera AI Pengenal Wajah untuk Cari Anak dan Lansia Hilang, Picu Kekhawatiran Privasi Populasi Rusa di Taman Nara Pecahkan Rekor, Wisatawan Diminta Jangan Sembarangan Memberi Makan

News

Feri di Jepang Mulai Beroperasi dengan Teknologi Navigasi Otonom, Pertama di Dunia

badge-check


					Feri di Jepang Mulai Beroperasi dengan Teknologi Navigasi Otonom, Pertama di Dunia Perbesar

Sebuah kapal feri penumpang yang melayani rute antara Prefektur Okayama dan Pulau Shodoshima di Jepang barat mulai menggunakan teknologi navigasi otomatis—yang diklaim sebagai yang pertama di dunia—menurut Nippon Foundation pada Rabu.

Feri bernama Olympia Dream Seto, yang beroperasi antara Pelabuhan Shin-Okayama di Prefektur Okayama dan Pelabuhan Tonosho di Pulau Shodoshima, akan mulai beroperasi secara semi-otonom mulai Kamis setelah menerima sertifikasi pemerintah untuk penggunaan teknologi tersebut.

Dalam konferensi pers yang digelar di atas kapal saat berlayar, Mitsuyuki Unno, direktur eksekutif Nippon Foundation—lembaga yang menangani isu kelautan dan transportasi—mengatakan bahwa inisiatif ini bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja di Jepang serta memastikan keberlanjutan transportasi ke pulau-pulau terpencil yang berpenduduk.

Dalam demonstrasi, feri itu terlihat bergerak menjauh dari dermaga dengan mulus dan melaju di perairan tenang. Sistemnya juga menunjukkan kemampuan mendeteksi kapal lain di depan dan mengubah rute secara otomatis.

Kokusai Ryobi Ferry Co., operator feri tersebut, menyatakan bahwa mereka menargetkan penggunaan penuh fungsi navigasi otonom setelah para kru semakin terbiasa dengan sistem tersebut.

Inisiatif ini merupakan bagian dari proyek besar untuk mengomersialkan kapal tanpa awak yang melibatkan Nippon Foundation dan lebih dari 50 perusahaan lainnya. Jika berhasil diwujudkan, proyek ini diharapkan dapat menstabilkan logistik dan mengurangi kecelakaan di laut.

Tiga kapal lainnya—termasuk sebuah kapal kontainer—juga dijadwalkan mulai beroperasi secara komersial dengan teknologi serupa pada April 2026.

Sc ; JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

JR East Perkenalkan Kereta Inspeksi Shinkansen Baru, Bisa Melaju 320 Km/Jam

20 July 2026 - 14:10 WIB

Pohon Tumbang Saat Turnamen Sepak Bola Anak di Jepang, 7 Orang Terluka

20 July 2026 - 10:50 WIB

Fajar/Fikri Sabet Gelar Juara Usai Kalahkan Ganda Putra No.1 Dunia di Japan Open 2026

20 July 2026 - 10:48 WIB

Dua Warga Vietnam Jadi Sopir Bus Asing Pertama di Shikoku, Jepang

20 July 2026 - 10:43 WIB

Distrik di Tokyo Pasang Kamera AI Pengenal Wajah untuk Cari Anak dan Lansia Hilang, Picu Kekhawatiran Privasi

18 July 2026 - 12:10 WIB

Trending on News