Menu ✖

Dark Mode
Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November Anime Naruto Akan Crossover dengan Ninku, Manga Ninja yang Menginspirasi Masashi Kishimoto Kawasaki Heavy Industries Targetkan Penjualan Bisnis Pertahanan Tembus 1 Triliun Yen pada 2030-an Unik! Bus Wisata Sushi di Tokyo Sajikan Sushi Berjalan dengan Conveyor Belt Kebugaran Fisik Perempuan Jepang Usia 30–40 Tahun Terus Menurun dalam 25 Tahun Terakhir Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027

News

6 Warisan Budaya Takbenda Baru dari Jepang Resmi Diakui UNESCO

badge-check


					6 Warisan Budaya Takbenda Baru dari Jepang Resmi Diakui UNESCO Perbesar

Enam unsur budaya Jepang resmi ditambahkan ke dalam daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO setelah disetujui oleh komite antarpemerintah badan PBB tersebut pada hari Kamis. Penetapan ini mencakup festival tradisional dari empat prefektur serta dua jenis kerajinan klasik Jepang.

Keputusan tersebut diambil dalam pertemuan UNESCO di New Delhi, India. Seluruh nominasi dari Jepang telah direkomendasikan sejak bulan lalu oleh panel penasihat UNESCO karena dinilai mencerminkan keberagaman budaya serta memiliki sistem pelestarian yang jelas.

Empat festival yang kini masuk dalam kategori “Yama, Hoko, Yatai—Festival Float di Jepang” adalah:

Dengan penambahan ini, jumlah total festival dalam kategori tersebut kini mencapai 37 festival.

Selain festival, dua kerajinan tradisional juga resmi diakui. Pertama, pembuatan kertas washi Echizen “torinoko-shi” dari Prefektur Fukui kini menjadi item keempat dalam kategori “Washi, Craftsmanship of Traditional Japanese Handmade Paper.”

Kedua, teknik menenun permukaan tatami “nakatsugi-omote”, yang dikenal tahan lama dan memiliki estetika khas, kini menjadi item ke-18 dalam kategori “Traditional Skills, Techniques and Knowledge for the Conservation and Transmission of Wooden Architecture in Japan.”

Pemerintah Jepang mengajukan enam nominasi ini pada Maret 2024. Biasanya, karena padatnya jumlah pengajuan, peninjauan dilakukan dua tahun sekali. Namun, karena keenamnya dianggap sebagai “perluasan” dari kategori yang sudah ada, maka proses evaluasi bisa dilakukan tahun ini tanpa menunggu siklus dua tahunan. Jumlah total kategori milik Jepang dalam daftar UNESCO pun tetap 23 kategori.

Ke depan, Jepang juga tengah mengajukan beberapa warisan budaya lain:

  • Shodō (kaligrafi Jepang) akan dinilai UNESCO pada 2026.

  • Kagura, kesenian pertunjukan tradisional, dijadwalkan diajukan pada 2028.

  • Onsen, budaya pemandian air panas Jepang, direncanakan diajukan pada 2030.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November

12 October 2026 - 17:10 WIB

Kawasaki Heavy Industries Targetkan Penjualan Bisnis Pertahanan Tembus 1 Triliun Yen pada 2030-an

12 October 2026 - 12:10 WIB

Unik! Bus Wisata Sushi di Tokyo Sajikan Sushi Berjalan dengan Conveyor Belt

12 October 2026 - 10:10 WIB

Kebugaran Fisik Perempuan Jepang Usia 30–40 Tahun Terus Menurun dalam 25 Tahun Terakhir

12 October 2026 - 07:39 WIB

Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027

9 October 2026 - 18:10 WIB

Trending on News