Menu

Dark Mode
Film Anime Perdana Chiikawa Tayang 24 Juli, Angkat Arc “Pulau Putri Duyung” Drama Live-Action Solitary Gourmet Umumkan Season 11, Tayang April 2026 Trailer Eksklusif One Piece Live-Action Season 2 Dirilis, Tayang 10 Maret di Netflix Angka Kelahiran di Jepang Anjlok ke 705 Ribu pada 2025, Terendah Sejak 1899 Kyoto Siapkan Tarif Bus Lebih Mahal untuk Turis, Bisa Dua Kali Lipat dari Warga Lokal Komposer Game Jepang Shigeru Ikeda Meninggal Dunia di Usia 57 Tahun

News

6 Warisan Budaya Takbenda Baru dari Jepang Resmi Diakui UNESCO

badge-check


					6 Warisan Budaya Takbenda Baru dari Jepang Resmi Diakui UNESCO Perbesar

Enam unsur budaya Jepang resmi ditambahkan ke dalam daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO setelah disetujui oleh komite antarpemerintah badan PBB tersebut pada hari Kamis. Penetapan ini mencakup festival tradisional dari empat prefektur serta dua jenis kerajinan klasik Jepang.

Keputusan tersebut diambil dalam pertemuan UNESCO di New Delhi, India. Seluruh nominasi dari Jepang telah direkomendasikan sejak bulan lalu oleh panel penasihat UNESCO karena dinilai mencerminkan keberagaman budaya serta memiliki sistem pelestarian yang jelas.

Empat festival yang kini masuk dalam kategori “Yama, Hoko, Yatai—Festival Float di Jepang” adalah:

Dengan penambahan ini, jumlah total festival dalam kategori tersebut kini mencapai 37 festival.

Selain festival, dua kerajinan tradisional juga resmi diakui. Pertama, pembuatan kertas washi Echizen “torinoko-shi” dari Prefektur Fukui kini menjadi item keempat dalam kategori “Washi, Craftsmanship of Traditional Japanese Handmade Paper.”

Kedua, teknik menenun permukaan tatami “nakatsugi-omote”, yang dikenal tahan lama dan memiliki estetika khas, kini menjadi item ke-18 dalam kategori “Traditional Skills, Techniques and Knowledge for the Conservation and Transmission of Wooden Architecture in Japan.”

Pemerintah Jepang mengajukan enam nominasi ini pada Maret 2024. Biasanya, karena padatnya jumlah pengajuan, peninjauan dilakukan dua tahun sekali. Namun, karena keenamnya dianggap sebagai “perluasan” dari kategori yang sudah ada, maka proses evaluasi bisa dilakukan tahun ini tanpa menunggu siklus dua tahunan. Jumlah total kategori milik Jepang dalam daftar UNESCO pun tetap 23 kategori.

Ke depan, Jepang juga tengah mengajukan beberapa warisan budaya lain:

  • Shodō (kaligrafi Jepang) akan dinilai UNESCO pada 2026.

  • Kagura, kesenian pertunjukan tradisional, dijadwalkan diajukan pada 2028.

  • Onsen, budaya pemandian air panas Jepang, direncanakan diajukan pada 2030.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Angka Kelahiran di Jepang Anjlok ke 705 Ribu pada 2025, Terendah Sejak 1899

27 February 2026 - 12:10 WIB

Kyoto Siapkan Tarif Bus Lebih Mahal untuk Turis, Bisa Dua Kali Lipat dari Warga Lokal

27 February 2026 - 10:10 WIB

WN Jepang Ditahan di Teheran Sejak Januari, Pemerintah Jepang Desak Iran Segera Bebaskan

26 February 2026 - 15:10 WIB

Pemerintah Daerah Ibaraki Siap Kasih Imbalan Tunai Bagi yang Melapor Pekerja Asing Ilegal

26 February 2026 - 12:10 WIB

Jepang Murka: China Masukkan 20 Perusahaan Pertahanan Jepang ke Daftar Larangan Ekspor

26 February 2026 - 11:10 WIB

Trending on News