Menu

Dark Mode
Turis Asing Diserang Beruang Saat Berjalan di Dekat Danau Towada, Aomori Boruto: Two Blue Vortex Libur Terbit Bulan Ini, Chapter Baru Kembali September 71,7% Warga Jepang Khawatir Kondisi Keuangan Negara Memburuk Usai Pajak Makanan Dipangkas Warga Asing di Kumamoto Kesulitan Dapat Informasi Gempa, Hanya 3 dari 19 Kota Punya Layanan Khusus Menyamar Jadi Orang Asing, Pria Jepang Mencoba Merampok Sebuah Konbini di Gunma Berhasil Ditangkap Polisi Manga Leviathan Bakal Diadaptasi Jadi Film Live-Action, Tayang 2027

News

6 Warisan Budaya Takbenda Baru dari Jepang Resmi Diakui UNESCO

badge-check


					6 Warisan Budaya Takbenda Baru dari Jepang Resmi Diakui UNESCO Perbesar

Enam unsur budaya Jepang resmi ditambahkan ke dalam daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO setelah disetujui oleh komite antarpemerintah badan PBB tersebut pada hari Kamis. Penetapan ini mencakup festival tradisional dari empat prefektur serta dua jenis kerajinan klasik Jepang.

Keputusan tersebut diambil dalam pertemuan UNESCO di New Delhi, India. Seluruh nominasi dari Jepang telah direkomendasikan sejak bulan lalu oleh panel penasihat UNESCO karena dinilai mencerminkan keberagaman budaya serta memiliki sistem pelestarian yang jelas.

Empat festival yang kini masuk dalam kategori “Yama, Hoko, Yatai—Festival Float di Jepang” adalah:

Dengan penambahan ini, jumlah total festival dalam kategori tersebut kini mencapai 37 festival.

Selain festival, dua kerajinan tradisional juga resmi diakui. Pertama, pembuatan kertas washi Echizen “torinoko-shi” dari Prefektur Fukui kini menjadi item keempat dalam kategori “Washi, Craftsmanship of Traditional Japanese Handmade Paper.”

Kedua, teknik menenun permukaan tatami “nakatsugi-omote”, yang dikenal tahan lama dan memiliki estetika khas, kini menjadi item ke-18 dalam kategori “Traditional Skills, Techniques and Knowledge for the Conservation and Transmission of Wooden Architecture in Japan.”

Pemerintah Jepang mengajukan enam nominasi ini pada Maret 2024. Biasanya, karena padatnya jumlah pengajuan, peninjauan dilakukan dua tahun sekali. Namun, karena keenamnya dianggap sebagai “perluasan” dari kategori yang sudah ada, maka proses evaluasi bisa dilakukan tahun ini tanpa menunggu siklus dua tahunan. Jumlah total kategori milik Jepang dalam daftar UNESCO pun tetap 23 kategori.

Ke depan, Jepang juga tengah mengajukan beberapa warisan budaya lain:

  • Shodō (kaligrafi Jepang) akan dinilai UNESCO pada 2026.

  • Kagura, kesenian pertunjukan tradisional, dijadwalkan diajukan pada 2028.

  • Onsen, budaya pemandian air panas Jepang, direncanakan diajukan pada 2030.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Turis Asing Diserang Beruang Saat Berjalan di Dekat Danau Towada, Aomori

24 August 2026 - 13:10 WIB

71,7% Warga Jepang Khawatir Kondisi Keuangan Negara Memburuk Usai Pajak Makanan Dipangkas

24 August 2026 - 10:10 WIB

Warga Asing di Kumamoto Kesulitan Dapat Informasi Gempa, Hanya 3 dari 19 Kota Punya Layanan Khusus

24 August 2026 - 07:07 WIB

Menyamar Jadi Orang Asing, Pria Jepang Mencoba Merampok Sebuah Konbini di Gunma Berhasil Ditangkap Polisi

22 August 2026 - 13:28 WIB

Kereta Ekspres Tabrak Pekerja di Jalur Rel Tochigi, 4 Orang Dilaporkan Tewas

21 August 2026 - 12:10 WIB

Trending on News