Menu

Dark Mode
Belum Lama Tamat, Anime Wistoria: Wand and Sword Langsung Dapat Lampu Hijau untuk Season 3 Anime Kill Blue Resmi Berlanjut ke Season 2 Usai Episode Terakhir Tayang Gempa Magnitudo 6,1 Kembali Guncang Jepang Timur Laut, Otoritas Waspadai Gempa Susulan Pasangan WNI Ditangkap di Jepang, Diduga Jalankan Layanan Kirim Uang Ilegal dengan Nilai Transaksi 1 Miliar Yen Jelang Lawan Brasil, Yuto Nagatomo: Jepang Bukan Tim yang Layak Tersingkir di 32 Besar Anime Record of Ragnarok Resmi Berlanjut ke Season 4, Trailer Perdana Dirilis

News

6 Warisan Budaya Takbenda Baru dari Jepang Resmi Diakui UNESCO

badge-check


					6 Warisan Budaya Takbenda Baru dari Jepang Resmi Diakui UNESCO Perbesar

Enam unsur budaya Jepang resmi ditambahkan ke dalam daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO setelah disetujui oleh komite antarpemerintah badan PBB tersebut pada hari Kamis. Penetapan ini mencakup festival tradisional dari empat prefektur serta dua jenis kerajinan klasik Jepang.

Keputusan tersebut diambil dalam pertemuan UNESCO di New Delhi, India. Seluruh nominasi dari Jepang telah direkomendasikan sejak bulan lalu oleh panel penasihat UNESCO karena dinilai mencerminkan keberagaman budaya serta memiliki sistem pelestarian yang jelas.

Empat festival yang kini masuk dalam kategori “Yama, Hoko, Yatai—Festival Float di Jepang” adalah:

Dengan penambahan ini, jumlah total festival dalam kategori tersebut kini mencapai 37 festival.

Selain festival, dua kerajinan tradisional juga resmi diakui. Pertama, pembuatan kertas washi Echizen “torinoko-shi” dari Prefektur Fukui kini menjadi item keempat dalam kategori “Washi, Craftsmanship of Traditional Japanese Handmade Paper.”

Kedua, teknik menenun permukaan tatami “nakatsugi-omote”, yang dikenal tahan lama dan memiliki estetika khas, kini menjadi item ke-18 dalam kategori “Traditional Skills, Techniques and Knowledge for the Conservation and Transmission of Wooden Architecture in Japan.”

Pemerintah Jepang mengajukan enam nominasi ini pada Maret 2024. Biasanya, karena padatnya jumlah pengajuan, peninjauan dilakukan dua tahun sekali. Namun, karena keenamnya dianggap sebagai “perluasan” dari kategori yang sudah ada, maka proses evaluasi bisa dilakukan tahun ini tanpa menunggu siklus dua tahunan. Jumlah total kategori milik Jepang dalam daftar UNESCO pun tetap 23 kategori.

Ke depan, Jepang juga tengah mengajukan beberapa warisan budaya lain:

  • Shodō (kaligrafi Jepang) akan dinilai UNESCO pada 2026.

  • Kagura, kesenian pertunjukan tradisional, dijadwalkan diajukan pada 2028.

  • Onsen, budaya pemandian air panas Jepang, direncanakan diajukan pada 2030.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Gempa Magnitudo 6,1 Kembali Guncang Jepang Timur Laut, Otoritas Waspadai Gempa Susulan

29 June 2026 - 12:10 WIB

Pasangan WNI Ditangkap di Jepang, Diduga Jalankan Layanan Kirim Uang Ilegal dengan Nilai Transaksi 1 Miliar Yen

29 June 2026 - 11:10 WIB

Jelang Lawan Brasil, Yuto Nagatomo: Jepang Bukan Tim yang Layak Tersingkir di 32 Besar

29 June 2026 - 10:10 WIB

Indonesia dan Jepang Perkuat Diplomasi Budaya, Museum KAA Bandung Akan Dikembangkan Bersama

27 June 2026 - 12:10 WIB

Polisi Jepang Salah Tangkap Warga Nepal karena Tak Mengenali Kartu Izin Tinggal Model Baru

27 June 2026 - 10:10 WIB

Trending on News