Menu

Dark Mode
Gelombang Panas Landa Jepang, Suhu Tembus 38 Derajat di Prefektur Shizuoka Gangguan Sistem, Pembayaran Kartu Kredit Sempat Lumpuh di Berbagai Toko di Jepang Jepang Siap Operasikan Kereta Bertenaga Hidrogen Pertama pada 2027, Tanpa Emisi CO₂ Polisi Jepang Tangkap 9 Orang yang Diduga Kelola Sistem Taruhan Kasino Online Ilegal Senilai Rp36 Triliun Wisatawan China ke Jepang Anjlok 56%, Kunjungan Turis Asing Ikut Turun di Paruh Pertama 2026 Kasus Ganja di Jepang Pecahkan Rekor, Mayoritas Pelaku Berusia di Bawah 30 Tahun

News

6 Warisan Budaya Takbenda Baru dari Jepang Resmi Diakui UNESCO

badge-check


					6 Warisan Budaya Takbenda Baru dari Jepang Resmi Diakui UNESCO Perbesar

Enam unsur budaya Jepang resmi ditambahkan ke dalam daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO setelah disetujui oleh komite antarpemerintah badan PBB tersebut pada hari Kamis. Penetapan ini mencakup festival tradisional dari empat prefektur serta dua jenis kerajinan klasik Jepang.

Keputusan tersebut diambil dalam pertemuan UNESCO di New Delhi, India. Seluruh nominasi dari Jepang telah direkomendasikan sejak bulan lalu oleh panel penasihat UNESCO karena dinilai mencerminkan keberagaman budaya serta memiliki sistem pelestarian yang jelas.

Empat festival yang kini masuk dalam kategori “Yama, Hoko, Yatai—Festival Float di Jepang” adalah:

Dengan penambahan ini, jumlah total festival dalam kategori tersebut kini mencapai 37 festival.

Selain festival, dua kerajinan tradisional juga resmi diakui. Pertama, pembuatan kertas washi Echizen “torinoko-shi” dari Prefektur Fukui kini menjadi item keempat dalam kategori “Washi, Craftsmanship of Traditional Japanese Handmade Paper.”

Kedua, teknik menenun permukaan tatami “nakatsugi-omote”, yang dikenal tahan lama dan memiliki estetika khas, kini menjadi item ke-18 dalam kategori “Traditional Skills, Techniques and Knowledge for the Conservation and Transmission of Wooden Architecture in Japan.”

Pemerintah Jepang mengajukan enam nominasi ini pada Maret 2024. Biasanya, karena padatnya jumlah pengajuan, peninjauan dilakukan dua tahun sekali. Namun, karena keenamnya dianggap sebagai “perluasan” dari kategori yang sudah ada, maka proses evaluasi bisa dilakukan tahun ini tanpa menunggu siklus dua tahunan. Jumlah total kategori milik Jepang dalam daftar UNESCO pun tetap 23 kategori.

Ke depan, Jepang juga tengah mengajukan beberapa warisan budaya lain:

  • Shodō (kaligrafi Jepang) akan dinilai UNESCO pada 2026.

  • Kagura, kesenian pertunjukan tradisional, dijadwalkan diajukan pada 2028.

  • Onsen, budaya pemandian air panas Jepang, direncanakan diajukan pada 2030.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Gelombang Panas Landa Jepang, Suhu Tembus 38 Derajat di Prefektur Shizuoka

16 July 2026 - 17:10 WIB

Jepang Siap Operasikan Kereta Bertenaga Hidrogen Pertama pada 2027, Tanpa Emisi CO₂

16 July 2026 - 13:10 WIB

Polisi Jepang Tangkap 9 Orang yang Diduga Kelola Sistem Taruhan Kasino Online Ilegal Senilai Rp36 Triliun

16 July 2026 - 12:10 WIB

Wisatawan China ke Jepang Anjlok 56%, Kunjungan Turis Asing Ikut Turun di Paruh Pertama 2026

16 July 2026 - 10:10 WIB

Kasus Ganja di Jepang Pecahkan Rekor, Mayoritas Pelaku Berusia di Bawah 30 Tahun

15 July 2026 - 17:10 WIB

Trending on News