Menu

Dark Mode
Belum Lama Tamat, Anime Wistoria: Wand and Sword Langsung Dapat Lampu Hijau untuk Season 3 Anime Kill Blue Resmi Berlanjut ke Season 2 Usai Episode Terakhir Tayang Gempa Magnitudo 6,1 Kembali Guncang Jepang Timur Laut, Otoritas Waspadai Gempa Susulan Pasangan WNI Ditangkap di Jepang, Diduga Jalankan Layanan Kirim Uang Ilegal dengan Nilai Transaksi 1 Miliar Yen Jelang Lawan Brasil, Yuto Nagatomo: Jepang Bukan Tim yang Layak Tersingkir di 32 Besar Anime Record of Ragnarok Resmi Berlanjut ke Season 4, Trailer Perdana Dirilis

News

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi Masuk 3 Besar Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia Versi Forbes 2025

badge-check


					Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi Masuk 3 Besar Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia Versi Forbes 2025 Perbesar

Forbes kembali merilis daftar 100 Most Powerful Women tahun 2025, dan nama Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi berhasil menempati posisi ketiga. Pengumuman ini disampaikan pada Rabu, menandai pencapaian besar bagi Takaichi sebagai perempuan pertama yang memimpin Jepang.

Di peringkat pertama terdapat Ursula von der Leyen, Presiden Komisi Eropa, disusul oleh Christine Lagarde, Kepala Bank Sentral Eropa. Sementara itu, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menempati posisi keempat.

Dalam edisi ke-22 daftar tahunannya, Forbes menyebut para perempuan yang masuk dalam daftar sebagai sosok yang “mewakili babak baru kepemimpinan global—ditandai dengan inovasi besar, pengaruh geopolitik, dampak budaya, hingga prestasi finansial yang memecahkan rekor.”

Takaichi dinilai berpengaruh karena menjabat sebagai perdana menteri perempuan pertama Jepang sejak Oktober sambil memimpin perekonomian senilai US$4,2 triliun. Forbes menyoroti bagaimana kebijakan Takaichi mengenai keamanan semikonduktor, perombakan pertahanan, dan masalah demografi akan membentuk dinamika kekuasaan di Asia Timur dan stabilitas manufaktur global.

Dalam profilnya, Forbes menggambarkan Takaichi sebagai konservatif garis keras yang menjadikan mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher sebagai panutan politik. Majalah tersebut juga menekankan tantangan yang dihadapi Jepang sebagai ekonomi terbesar keempat dunia—mulai dari inflasi hingga stagnasi upah—yang kini berada di bawah kepemimpinan Takaichi.

Daftar Forbes tahun ini mencakup perempuan dari 25 negara dalam berbagai bidang. Sekitar 44% merupakan CEO, dan separuh dari total nama dalam daftar berbasis di Amerika Utara. Posisi tertinggi dari sektor swasta ditempati Julie Sweet, CEO firma konsultan global Accenture, yang berada di peringkat keenam.

Selain Takaichi—satu-satunya perempuan yang berbasis di Jepang dalam daftar—perempuan dari Asia Timur lainnya juga masuk daftar tersebut, termasuk Sandy Ran Xu dari raksasa e-commerce Tiongkok JD.com dan Tan Su Shan dari grup perbankan DBS asal Singapura.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Gempa Magnitudo 6,1 Kembali Guncang Jepang Timur Laut, Otoritas Waspadai Gempa Susulan

29 June 2026 - 12:10 WIB

Pasangan WNI Ditangkap di Jepang, Diduga Jalankan Layanan Kirim Uang Ilegal dengan Nilai Transaksi 1 Miliar Yen

29 June 2026 - 11:10 WIB

Jelang Lawan Brasil, Yuto Nagatomo: Jepang Bukan Tim yang Layak Tersingkir di 32 Besar

29 June 2026 - 10:10 WIB

Indonesia dan Jepang Perkuat Diplomasi Budaya, Museum KAA Bandung Akan Dikembangkan Bersama

27 June 2026 - 12:10 WIB

Polisi Jepang Salah Tangkap Warga Nepal karena Tak Mengenali Kartu Izin Tinggal Model Baru

27 June 2026 - 10:10 WIB

Trending on News