Menu

Dark Mode
Gelombang Panas Landa Jepang, Suhu Tembus 38 Derajat di Prefektur Shizuoka Gangguan Sistem, Pembayaran Kartu Kredit Sempat Lumpuh di Berbagai Toko di Jepang Jepang Siap Operasikan Kereta Bertenaga Hidrogen Pertama pada 2027, Tanpa Emisi CO₂ Polisi Jepang Tangkap 9 Orang yang Diduga Kelola Sistem Taruhan Kasino Online Ilegal Senilai Rp36 Triliun Wisatawan China ke Jepang Anjlok 56%, Kunjungan Turis Asing Ikut Turun di Paruh Pertama 2026 Kasus Ganja di Jepang Pecahkan Rekor, Mayoritas Pelaku Berusia di Bawah 30 Tahun

News

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi Masuk 3 Besar Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia Versi Forbes 2025

badge-check


					Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi Masuk 3 Besar Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia Versi Forbes 2025 Perbesar

Forbes kembali merilis daftar 100 Most Powerful Women tahun 2025, dan nama Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi berhasil menempati posisi ketiga. Pengumuman ini disampaikan pada Rabu, menandai pencapaian besar bagi Takaichi sebagai perempuan pertama yang memimpin Jepang.

Di peringkat pertama terdapat Ursula von der Leyen, Presiden Komisi Eropa, disusul oleh Christine Lagarde, Kepala Bank Sentral Eropa. Sementara itu, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menempati posisi keempat.

Dalam edisi ke-22 daftar tahunannya, Forbes menyebut para perempuan yang masuk dalam daftar sebagai sosok yang “mewakili babak baru kepemimpinan global—ditandai dengan inovasi besar, pengaruh geopolitik, dampak budaya, hingga prestasi finansial yang memecahkan rekor.”

Takaichi dinilai berpengaruh karena menjabat sebagai perdana menteri perempuan pertama Jepang sejak Oktober sambil memimpin perekonomian senilai US$4,2 triliun. Forbes menyoroti bagaimana kebijakan Takaichi mengenai keamanan semikonduktor, perombakan pertahanan, dan masalah demografi akan membentuk dinamika kekuasaan di Asia Timur dan stabilitas manufaktur global.

Dalam profilnya, Forbes menggambarkan Takaichi sebagai konservatif garis keras yang menjadikan mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher sebagai panutan politik. Majalah tersebut juga menekankan tantangan yang dihadapi Jepang sebagai ekonomi terbesar keempat dunia—mulai dari inflasi hingga stagnasi upah—yang kini berada di bawah kepemimpinan Takaichi.

Daftar Forbes tahun ini mencakup perempuan dari 25 negara dalam berbagai bidang. Sekitar 44% merupakan CEO, dan separuh dari total nama dalam daftar berbasis di Amerika Utara. Posisi tertinggi dari sektor swasta ditempati Julie Sweet, CEO firma konsultan global Accenture, yang berada di peringkat keenam.

Selain Takaichi—satu-satunya perempuan yang berbasis di Jepang dalam daftar—perempuan dari Asia Timur lainnya juga masuk daftar tersebut, termasuk Sandy Ran Xu dari raksasa e-commerce Tiongkok JD.com dan Tan Su Shan dari grup perbankan DBS asal Singapura.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Gelombang Panas Landa Jepang, Suhu Tembus 38 Derajat di Prefektur Shizuoka

16 July 2026 - 17:10 WIB

Jepang Siap Operasikan Kereta Bertenaga Hidrogen Pertama pada 2027, Tanpa Emisi CO₂

16 July 2026 - 13:10 WIB

Polisi Jepang Tangkap 9 Orang yang Diduga Kelola Sistem Taruhan Kasino Online Ilegal Senilai Rp36 Triliun

16 July 2026 - 12:10 WIB

Wisatawan China ke Jepang Anjlok 56%, Kunjungan Turis Asing Ikut Turun di Paruh Pertama 2026

16 July 2026 - 10:10 WIB

Kasus Ganja di Jepang Pecahkan Rekor, Mayoritas Pelaku Berusia di Bawah 30 Tahun

15 July 2026 - 17:10 WIB

Trending on News