Pemerintah Jepang berencana menyederhanakan proses perpindahan antara penerbangan internasional dan domestik di Bandara Haneda, Tokyo. Langkah ini bertujuan mendorong wisatawan mancanegara untuk bepergian ke wilayah Jepang yang lebih jauh dari kota-kota besar, menurut laporan Nikkei.
Target utama proyek ini adalah memperluas area penerbangan internasional serta menghubungkan terminal-terminal yang saat ini terpisah di Bandara Haneda. Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang berencana melaksanakan pengembangan tersebut secara bertahap mulai dekade 2030-an.
Saat ini, Bandara Haneda memiliki tiga terminal, yaitu Terminal 1 untuk penerbangan domestik, Terminal 3 untuk penerbangan internasional, serta Terminal 2 yang melayani penerbangan domestik dan internasional.
Pada tahap awal proyek, jumlah apron pesawat internasional di Terminal 2 akan ditingkatkan dari tujuh menjadi sembilan, dengan target penyelesaian pada awal 2030-an. Selanjutnya, sebagian area Terminal 1 akan dialihfungsikan untuk penerbangan internasional. Area penerbangan internasional di Terminal 1 dan Terminal 2 nantinya akan dihubungkan, sehingga menambah tiga apron baru.
Saat ini terdapat jalan tol yang membentang di bawah area antara Terminal 1 dan Terminal 2. Untuk mendukung perluasan tersebut, pemerintah akan membangun fondasi buatan di atas jalan tol guna menampung apron dan bangunan terminal baru. Dengan perubahan ini, penumpang nantinya dapat berpindah antara penerbangan domestik dan internasional dalam satu terminal yang sama.
Seluruh proyek konstruksi diperkirakan rampung pada akhir 2030-an atau setelahnya.
Perubahan ini diharapkan dapat memangkas waktu transit penumpang. Saat ini, maskapai All Nippon Airways menetapkan waktu minimum 70 menit untuk perpindahan antara penerbangan internasional dan domestik yang menggunakan terminal berbeda. Dengan sistem baru, waktu tersebut diperkirakan dapat dipersingkat.
Jumlah wisatawan asing ke Jepang diperkirakan telah melampaui 40 juta orang untuk pertama kalinya pada tahun 2025. Meski China mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke Jepang, jumlah kedatangan dari negara dan wilayah lain tetap kuat.
Namun, hanya sedikit wisatawan asing yang melanjutkan perjalanan di dalam Jepang menggunakan penerbangan domestik. Pada 2023, penerbangan domestik hanya menyumbang 3,2 persen dari total perjalanan antarprefektur, menurut estimasi kementerian transportasi.
Operasional penerbangan domestik maskapai Jepang mengalami kerugian sejak pandemi COVID-19, terutama karena berkurangnya pelancong bisnis yang biasanya memberikan pendapatan lebih tinggi. Dengan pertumbuhan permintaan domestik yang diperkirakan terbatas, menarik wisatawan asing menjadi kunci pemulihan.
Selain itu, Jepang juga memperluas area penerbangan domestik di Bandara Haneda. Saat ini, banyak penumpang harus diantar bus dari gerbang ke pesawat, sementara kekurangan pengemudi menjadi tantangan tersendiri.
Sebagian area baru di Terminal 2 telah dibuka pada musim semi 2025, dengan operasional penuh dijadwalkan pada musim semi 2027. Sementara itu, pekerjaan renovasi di Terminal 1 ditargetkan selesai pada musim panas tahun ini.
Sc : AN







