Menu ✖

Dark Mode
Patung Rathalos dan Lagiacrus Monster Hunter Berukuran Asli Bakal Hadir di Mal Jepang Di Jepang, Tak Membayar Biaya Kencan Bisa Disebut Kekerasan Ekonomi Manga Shiba Inu Rooms Diadaptasi Jadi Anime, Tayang Musim Panas 2027 Jepang Resmi Bentuk Badan Baru untuk Tangani Bencana dan Kurangi Risiko Kerusakan Game Attack on Titan 3 Rilis Desember 2026, Hadirkan Cerita Anime dari Awal hingga Akhir Istana Kekaisaran Jepang Buka Pusat Wisata Baru, Ada Kafe Pertama dan Dek Observasi di Atap

News

Bayi Monyet dengan Boneka di Jepang Viral, Aktivis Soroti Kekejaman Kebun Binatang

badge-check


					Bayi Monyet dengan Boneka  di Jepang Viral, Aktivis Soroti Kekejaman Kebun Binatang Perbesar

Kisah seekor bayi monyet di Jepang yang viral di internet memicu kritik tajam terhadap kebun binatang. Kelompok pembela hak hewan menyebut kasus ini sebagai bukti kekejaman sistem penangkaran, di tengah melonjaknya penjualan boneka orangutan IKEA yang terus dipeluk monyet tersebut.

Bayi monyet macaque bernama Punch, yang ditelantarkan oleh induknya, mendadak terkenal setelah fotonya beredar luas di media sosial. Dalam gambar-gambar tersebut, Punch terlihat dirundung monyet lain dan mencari kenyamanan dengan memeluk boneka orangutan di Ichikawa City Zoo, yang terletak di luar Tokyo.

Organisasi hak hewan People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) menilai kondisi Punch mencerminkan penderitaan hewan di kebun binatang. Menurut PETA, kebun binatang bukanlah tempat perlindungan, melainkan ruang di mana hewan dikurung, kehilangan otonomi, serta tidak mendapatkan lingkungan dan kehidupan sosial yang kompleks seperti di alam liar.

Direktur PETA Asia, Jason Baker, menyatakan bahwa apa yang dianggap “lucu” oleh publik sebenarnya adalah gambaran trauma seekor primata muda yang sangat sosial dan sedang menghadapi isolasi serta kehilangan. Ia menegaskan bahwa selama hewan masih diperlakukan sebagai tontonan, kasus seperti Punch akan terus terjadi. Baker pun menyerukan agar Punch dipindahkan ke suaka margasatwa yang kredibel agar dapat hidup di lingkungan yang lebih alami.

Punch lahir pada Juli lalu dan dibesarkan di lingkungan buatan setelah ditolak induknya. Bulan lalu, ia mulai menjalani pelatihan untuk kembali bergabung dengan kelompok monyet lainnya. Perjuangannya menarik simpati besar di dunia maya, melahirkan tagar #HangInTherePunch dan mendatangkan kerumunan besar pengunjung ke kebun binatang.

Di sisi lain, perusahaan furnitur asal Swedia IKEA, pembuat boneka orangutan yang dipeluk Punch, mengaku mengalami lonjakan minat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ingka Group, perusahaan induk yang mengelola sebagian besar toko IKEA, menyatakan penjualan produk tersebut meningkat signifikan hingga kehabisan stok di beberapa pasar, termasuk Jepang dan Amerika Serikat.

Selama akhir pekan libur panjang di Jepang, para penggemar rela mengantre hingga satu jam hanya untuk melihat Punch. Kebun binatang Ichikawa mencatat lebih dari 5.000 pengunjung pada hari Senin saja. Pihak kebun binatang juga mengumumkan telah membuat zona terbatas di sekitar kandang monyet untuk mengurangi stres pada hewan, serta menerima banyak pertanyaan dari publik yang ingin memberikan donasi.

Dalam pembaruan terbaru pada Minggu, pihak kebun binatang menyebut Punch telah dirawat dan dibersihkan bulunya dengan teliti oleh dua monyet lain, serta perlahan mulai menyesuaikan diri dan diterima dalam kelompoknya.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Di Jepang, Tak Membayar Biaya Kencan Bisa Disebut Kekerasan Ekonomi

3 November 2026 - 13:10 WIB

Jepang Resmi Bentuk Badan Baru untuk Tangani Bencana dan Kurangi Risiko Kerusakan

3 November 2026 - 10:10 WIB

Istana Kekaisaran Jepang Buka Pusat Wisata Baru, Ada Kafe Pertama dan Dek Observasi di Atap

2 November 2026 - 13:10 WIB

Bandara Narita Jepang Berencana Satukan 3 Terminal Jadi Satu Mulai 2030-an

2 November 2026 - 13:10 WIB

1 WNI Dilaporkan Tewas Terseret Ombak Saat Memancing di Pantai Ibaraki, Jepang

2 November 2026 - 11:10 WIB

Trending on News