Jumlah penduduk asing usia dewasa muda di Jepang meningkat pesat, sementara jumlah penduduk dewasa muda yang merupakan etnis Jepang justru terus menyusut.
Perubahan demografi terbesar yang sedang terjadi di Jepang adalah penuaan populasi serta lonjakan jumlah penduduk asing. Menariknya, lonjakan penduduk asing ini juga memiliki karakteristik usia tersendiri.
Berbeda dengan sejumlah negara lain, Jepang tidak memiliki sistem yang mudah bagi warga negara asing yang ingin menghabiskan masa pensiun mereka di Jepang. Sebaliknya, dalam beberapa tahun terakhir pemerintah Jepang justru melonggarkan berbagai aturan bagi warga asing yang ingin datang ke Jepang untuk belajar atau bekerja, khususnya di sektor manufaktur, pertanian, dan pekerjaan terampil lainnya. Karena peluang-peluang tersebut paling menarik bagi mereka yang masih berada di tahap awal karier, Jepang kini mengalami masuknya warga asing usia dewasa muda dalam jumlah besar. Pada saat yang sama, angka kelahiran Jepang yang rendah membuat jumlah generasi muda asli Jepang terus berkurang.
Hasil dari dua tren yang bergerak ke arah berlawanan ini cukup mencolok. Saat ini, hampir satu dari sepuluh penduduk dewasa muda di Jepang bukan berasal dari etnis Jepang.
Pada 2015, jumlah penduduk Jepang berusia 20-an yang merupakan etnis Jepang tercatat sebanyak 12,67 juta orang. Sepuluh tahun kemudian, jumlah tersebut berkurang lebih dari satu juta orang, menjadi 11,64 juta pada 2025. Sebaliknya, jumlah penduduk asing berusia 20-an di Jepang meningkat lebih dari dua kali lipat dalam periode yang sama, dari sekitar 540 ribu orang menjadi 1,22 juta orang. Meski secara keseluruhan warga asing hanya mencakup sekitar 3 persen dari total populasi Jepang, mereka menyumbang 9,5 persen dari seluruh penduduk Jepang yang berusia 20-an.
Proporsi penduduk asing bahkan lebih besar di kalangan pria usia 20-an, dengan angka mencapai 10,1 persen dari kelompok usia tersebut, sementara perempuan asing mencakup 8,9 persen. Warga asing menyumbang lebih dari 10 persen populasi usia 20-an di 12 dari 47 prefektur di Jepang. Prefektur Gunma mencatat proporsi tertinggi, dengan warga asing mencapai 14,1 persen dari kelompok usia tersebut.
Kehadiran warga asing dalam jumlah besar merupakan hal yang relatif baru bagi masyarakat Jepang, terutama di daerah-daerah yang lebih rural seperti Gunma, yang selama beberapa generasi hampir sepenuhnya dihuni oleh warga etnis Jepang. Sebagaimana tercermin dalam survei terbaru terhadap para wali kota di seluruh Jepang mengenai isu imigrasi, perubahan ini tidak terjadi tanpa tantangan dan gesekan. Namun, dengan mayoritas responden menilai kehadiran warga asing sebagai sesuatu yang penting bagi masa depan komunitas mereka, meningkatnya jumlah penduduk asing usia muda dipandang sebagai sinyal positif bagi keberlanjutan dan kemakmuran jangka panjang Jepang.
Sc : SN24








