Menu

Dark Mode
Hiro Mashima Umumkan Manga Mini Seri Baru Fairy Tail Re:Fantasia Tokyo Pride 2026 Diikuti Ratusan Ribu Orang, Aktivis Desak Kesetaraan Pernikahan di Jepang Square Enix Umumkan Final Fantasy VII Revelation, Rilis Serentak di Semua Platform pada Musim Semi 2027 Bandai Namco Umumkan Game Baru Gundam Rogue Orbit, Rilis pada 2027 Jepang Mulai Bahas Kemungkinan Ekspor Kapal Perusak Kelas Asagiri ke Indonesia Onimusha: Way of the Sword Akan Rilis September, Demo Sudah Bisa Dicoba

News

PM Jepang Sanae Takaichi Tegaskan Tolak Perubahan Aturan Suksesi Kekaisaran

badge-check


					PM Jepang Sanae Takaichi Tegaskan Tolak Perubahan Aturan Suksesi Kekaisaran Perbesar

Perdana Menteri Sanae Takaichi menyatakan di parlemen pada Jumat bahwa ia menentang perubahan aturan suksesi keluarga kekaisaran Jepang yang saat ini hanya mengizinkan garis keturunan laki-laki.

Pernyataan ini menjadi sikap paling jelas yang ia sampaikan sejak partainya meraih kemenangan besar dalam pemilu bulan ini, di tengah kembali menguatnya perdebatan mengenai potensi krisis suksesi takhta.

Takaichi mengatakan dirinya menghormati laporan panel ahli pemerintah tahun 2021 yang menyimpulkan bahwa hak suksesi sebaiknya tetap dibatasi pada keturunan laki-laki dari garis ayah dalam keluarga kekaisaran.

“Pemerintah, dan saya sendiri, menghormati laporan tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, Takaichi sempat menyebut isu suksesi sebagai “masalah mendesak”, meski kemungkinan solusi yang dibahas mencakup opsi “mengadopsi” anggota laki-laki baru ke dalam keluarga kekaisaran dari cabang kerabat jauh.

Saat ini, aturan dalam Undang-Undang Rumah Tangga Kekaisaran hanya memperbolehkan laki-laki naik takhta, meskipun survei opini publik menunjukkan dukungan luas terhadap kemungkinan perempuan menjadi kaisar.

Kaisar Jepang saat ini, Naruhito, memiliki seorang putri, Princess Aiko, namun ia tidak masuk dalam garis suksesi karena aturan tersebut. Posisi pewaris laki-laki utama saat ini adalah Prince Hisahito, keponakan kaisar.

Perdebatan soal suksesi telah berlangsung selama puluhan tahun. Pada 2005, sebuah panel pemerintah merekomendasikan agar hak suksesi diberikan kepada anak tertua tanpa memandang jenis kelamin. Namun, kelahiran Pangeran Hisahito pada 2006 meredam dorongan perubahan tersebut.

Panel ahli pada 2021 juga menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan mengizinkan keluarga kekaisaran “mengadopsi” kembali kerabat laki-laki dari cabang keluarga yang telah keluar dari garis resmi. Namun, belum jelas apakah mereka bersedia meninggalkan kehidupan pribadi dan karier untuk bergabung kembali dengan keluarga kekaisaran.

Selain itu, panel tersebut mengusulkan agar putri kekaisaran—yang saat ini harus keluar dari keluarga setelah menikah dengan rakyat biasa—dapat tetap menjalankan tugas publik meskipun telah menikah.

Kaum tradisionalis berpendapat bahwa garis kekaisaran laki-laki yang “tidak terputus” selama sekitar 2.600 tahun merupakan fondasi Jepang, dan perubahan besar dapat memecah belah masyarakat. Berdasarkan konstitusi pascaperang, keluarga kekaisaran sendiri tidak memiliki kekuasaan politik.

Dalam sejarah modern, perempuan yang menikah ke dalam keluarga kekaisaran kerap menghadapi tekanan besar untuk melahirkan anak laki-laki. Permaisuri Masako, mantan diplomat, pernah mengalami gangguan kesehatan terkait stres setelah bergabung dengan keluarga kekaisaran—yang oleh sejumlah pihak dikaitkan dengan tekanan untuk melahirkan putra. Hal serupa juga pernah dialami oleh Michiko, ibu Kaisar Naruhito.

Isu suksesi ini diperkirakan akan terus menjadi perdebatan penting dalam politik dan masyarakat Jepang ke depan.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Mulai Bahas Kemungkinan Ekspor Kapal Perusak Kelas Asagiri ke Indonesia

8 June 2026 - 10:10 WIB

Jepang Pertimbangkan Aturan Lebih Ketat untuk Media Sosial Anak dan Remaja

3 June 2026 - 16:10 WIB

WNI Pemegang Visa Tokutei Ginou Ditangkap di Jepang karena Diduga Menyimpan Jenazah Bayi di Apartemen

3 June 2026 - 15:10 WIB

Calbee Jual Kemasan Hitam Putih untuk Hemat Bahan Baku di Tengah Kekhawatiran Pasokan dari Timur Tengah

3 June 2026 - 12:10 WIB

Topan Jangmi Mendarat di Prefektur Wakayama, Jepang Keluarkan Peringatan Banjir Tingkat Tertinggi

3 June 2026 - 10:10 WIB

Trending on News