Menu

Dark Mode
Film Live-Action BLUE LOCK Rilis Trailer Baru, Tayang 7 Agustus Kereta Shinkansen Tertunda 3 Menit, Petugas Ketiduran di Ruang Istirahat Jepang Siapkan Aturan Verifikasi Usia Lebih Ketat di Media Sosial untuk Lindungi Anak Dua Kebakaran Hutan Terjadi Bersamaan di Iwate, Ribuan Warga Diminta Mengungsi Prefektur Ibaraki Siapkan Imbalan bagi Pelapor Pekerja Asing Ilegal Mulai 11 Mei Film Live-Action Gundam Mulai Produksi, Netflix Tambah Deretan Aktor Baru

News

Kagoshima Subsidi Penuh Tiket Shinkansen untuk Turis Asing, Tuai Kritik Publik

badge-check


					Kagoshima Subsidi Penuh Tiket Shinkansen untuk Turis Asing, Tuai Kritik Publik Perbesar

Pemerintah Prefektur Kagoshima menghadapi gelombang kritik atas rencana pemberian subsidi penuh tiket sekali jalan Shinkansen bagi wisatawan asing. Meski menuai penolakan, pejabat daerah membela kebijakan tersebut sebagai langkah strategis untuk mendorong pemulihan sektor pariwisata.

Program yang diumumkan dalam rancangan anggaran awal tahun fiskal 2026 itu akan mengalokasikan sekitar ¥278 juta (sekitar US$1,79 juta) dana publik untuk menanggung biaya tiket Kyushu Shinkansen senilai ¥11.420 untuk kursi non-reservasi. Rute yang disubsidi adalah dari Stasiun Hakata di Fukuoka menuju Stasiun Kagoshima-Chuo.

Untuk mendapatkan subsidi, wisatawan asing harus memesan melalui situs reservasi yang ditunjuk dan menginap minimal satu malam di akomodasi dalam wilayah Kagoshima.

Bagi Kagoshima, pemanfaatan Kyushu Shinkansen dipandang sebagai cara efektif menarik wisatawan mancanegara yang sudah lebih dulu tiba di kota gerbang seperti Fukuoka. Dengan kereta cepat tersebut, perjalanan dari Fukuoka ke Kagoshima dapat ditempuh dalam sekitar 90 menit.

Namun, kebijakan ini memicu lebih dari 170 telepon dan email ke pemerintah prefektur, sebagian besar berisi kritik. Banyak warga menyebut langkah tersebut “tidak adil” dan memberikan “perlakuan istimewa bagi orang asing,” serta mempertanyakan penggunaan pajak masyarakat Jepang untuk mensubsidi wisatawan luar negeri.

Di media sosial, sejumlah komentar mempertanyakan mengapa subsidi tidak diberikan kepada wisatawan domestik juga jika tujuannya untuk meningkatkan jumlah kunjungan.

Berdasarkan statistik pariwisata 2024, rata-rata pengeluaran wisatawan asing di Kagoshima mencapai sekitar ¥86.000 per orang, hampir tiga kali lipat dibandingkan wisatawan Jepang yang rata-rata membelanjakan sekitar ¥30.000.

Gubernur Kagoshima Koichi Shiota menyatakan bahwa program tersebut diperkirakan dapat menghasilkan dampak ekonomi sekitar ¥1,7 miliar dalam bentuk belanja wisata di dalam prefektur—jauh melampaui nilai subsidi yang dikeluarkan. Ia menegaskan kebijakan ini akan membantu meningkatkan “daya hasil” industri pariwisata daerah.

Langkah ini merupakan bagian dari alokasi anggaran lebih luas senilai ¥3,5 miliar dalam rancangan anggaran fiskal 2026 untuk memperkuat sektor pariwisata.

Pemerintah daerah juga menyoroti bahwa jumlah wisatawan asing yang menginap belum sepenuhnya pulih ke level sebelum pandemi. Penangguhan dan pembatalan sejumlah penerbangan internasional turut memicu kekhawatiran akan penurunan berkepanjangan jumlah kunjungan dan dampaknya terhadap perekonomian daerah.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kereta Shinkansen Tertunda 3 Menit, Petugas Ketiduran di Ruang Istirahat

23 April 2026 - 18:10 WIB

Jepang Siapkan Aturan Verifikasi Usia Lebih Ketat di Media Sosial untuk Lindungi Anak

23 April 2026 - 13:10 WIB

Dua Kebakaran Hutan Terjadi Bersamaan di Iwate, Ribuan Warga Diminta Mengungsi

23 April 2026 - 11:10 WIB

Prefektur Ibaraki Siapkan Imbalan bagi Pelapor Pekerja Asing Ilegal Mulai 11 Mei

23 April 2026 - 08:59 WIB

Pekerja Wahana Hiburan di Tokyo Tewas Usai Terjebak Saat Inspeksi

22 April 2026 - 12:53 WIB

Trending on News