Salah satu hal paling membingungkan saat belajar bahasa Jepang adalah menentukan kapan harus pakai bahasa kasual dan kapan harus pakai bahasa formal. Di buku pelajaran, perbedaannya terlihat jelas. Tapi di kehidupan nyata, batasnya sering terasa abu-abu.
Salah pilih gaya bahasa bukan cuma soal “salah tata bahasa”, tapi bisa memengaruhi kesan, hubungan, dan suasana. Karena itu, memahami perbedaan bahasa Jepang kasual dan formal dalam situasi nyata jauh lebih penting daripada sekadar hafal pola kalimat.
1. Saat Bertemu Orang Baru
Bahasa Formal:
「はじめまして。よろしくお願いします。」
Romaji: Hajimemashite. Yoroshiku onegaishimasu.
Ini adalah pembuka standar yang aman. Digunakan saat bertemu orang yang lebih tua, atasan, atau orang yang belum akrab.
Bahasa Kasual:
「はじめまして。よろしく!」
Romaji: Hajimemashite. Yoroshiku!
Biasanya muncul setelah suasana mencair, misalnya saat bertemu teman dari teman. Tetap sopan, tapi terasa lebih santai.
2. Saat Mengucapkan Terima Kasih
Bahasa Formal:
「ありがとうございます。」
Romaji: Arigatou gozaimasu.
Dipakai di tempat kerja, toko, atau situasi resmi.
Bahasa Kasual:
「ありがとう!」
Romaji: Arigatou!
Digunakan ke teman, keluarga, atau orang yang sudah dekat.
3. Saat Meminta Tolong
Bahasa Formal:
「お願いします。」
Romaji: Onegaishimasu.
Terdengar sopan dan profesional. Aman dipakai hampir di semua situasi.
Bahasa Kasual:
「お願い!」
Romaji: Onegai!
Sering dipakai ke teman dekat. Terlalu santai kalau dipakai ke orang yang belum akrab.
4. Saat Mengatakan Tidak Tahu
Bahasa Formal:
「分かりません。」
Romaji: Wakarimasen.
Digunakan di lingkungan kerja, sekolah, atau situasi resmi.
Bahasa Kasual:
「わからない。」
Romaji: Wakaranai.
Lebih jujur dan santai. Umum dipakai dalam obrolan sehari-hari.
5. Saat Menyatakan Pendapat
Bahasa Formal:
「そう思います。」
Romaji: Sou omoimasu.
Digunakan saat diskusi formal atau rapat.
Bahasa Kasual:
「そう思う。」
Romaji: Sou omou.
Lebih lugas dan santai, cocok untuk ngobrol dengan teman.
6. Saat Menolak atau Tidak Setuju
Bahasa Formal:
「今回は遠慮します。」
Romaji: Konkai wa enryo shimasu.
Cara halus untuk menolak tanpa terdengar keras.
Bahasa Kasual:
「今回はやめとく。」
Romaji: Konkai wa yametoku.
Terasa santai dan jujur, tapi hanya aman untuk orang dekat.
7. Saat Menutup Percakapan
Bahasa Formal:
「失礼します。」
Romaji: Shitsurei shimasu.
Dipakai saat meninggalkan ruangan atau mengakhiri percakapan resmi.
Bahasa Kasual:
「じゃ、またね。」
Romaji: Ja, mata ne.
Digunakan di percakapan santai dengan teman.
8. Di Tempat Kerja: Kasual Tidak Selalu Salah
Di kantor Jepang modern, terutama startup atau lingkungan kreatif, bahasa kasual bisa muncul setelah hubungan cukup dekat. Namun, keigo tetap dipakai sebagai “bahasa dasar” untuk menjaga profesionalitas.
Banyak orang Jepang memulai dengan bahasa formal, lalu secara alami bergeser ke kasual seiring waktu.
Pada akhirnya, memilih bahasa kasual atau formal dalam bahasa Jepang bukan soal benar atau salah, tapi soal situasi dan hubungan. Mulailah dengan formal, lalu sesuaikan dengan suasana. Dengan begitu, kamu bisa terdengar sopan tanpa kaku, dan santai tanpa dianggap kurang ajar.










