Menu ✖

Dark Mode
Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027 Mobil Berdiplomatik Rusia Tabrakan di Depan Kementerian Luar Negeri Jepang, Empat Orang Terluka Film Anime Gundam Seed FREEDOM ZERO Tayang Januari 2027 di Jepang, Trailer Terbaru Dirilis Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

News

Pengadilan Tinggi Tokyo Putuskan Nasib Pembubaran Gereja Unifikasi pada 4 Maret

badge-check


					Pengadilan Tinggi Tokyo Putuskan Nasib Pembubaran Gereja Unifikasi pada 4 Maret Perbesar

Pengadilan Tinggi Tokyo akan mengeluarkan putusan pada 4 Maret terkait permintaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Jepang untuk membubarkan Gereja Unifikasi, menurut sumber yang mengetahui perkara tersebut.

Jika pengadilan tinggi menguatkan putusan Pengadilan Distrik Tokyo pada Maret 2025 yang memerintahkan pembubaran kelompok keagamaan tersebut, maka proses likuidasi aset akan segera dimulai melalui likuidator yang ditunjuk pengadilan. Proses ini dapat berjalan tanpa menunggu putusan Mahkamah Agung, meskipun pihak gereja mengajukan keberatan lanjutan.

Gereja Unifikasi, yang kini secara resmi bernama Family Federation for World Peace and Unification, langsung mengajukan banding atas putusan pengadilan distrik. Pihak gereja menyebut putusan tersebut keliru dan menegaskan bahwa proses mediasi dengan mantan pengikut yang menuntut pengembalian dana donasi masih terus berlangsung.

Dalam putusannya, Pengadilan Distrik Tokyo menyatakan bahwa sejak 1980-an, anggota gereja telah melakukan praktik ilegal dalam penggalangan donasi di seluruh Jepang, menyebabkan kerugian dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pengadilan juga menyoroti bahwa meskipun gereja mengeluarkan deklarasi kepatuhan pada 2009 untuk mencegah praktik tersebut, kerugian tetap berlanjut.

Pengadilan menyimpulkan bahwa praktik penggalangan dana tersebut bersifat jahat dan serius, sehingga pembubaran dinilai perlu dan tidak dapat dihindari.

Karena permohonan pembubaran bukan gugatan perdata biasa melainkan kasus nonkontensius, seluruh proses persidangan dilakukan secara tertutup sesuai ketentuan hukum. Sidang di Pengadilan Tinggi Tokyo sendiri telah berakhir pada November 2025.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027

9 October 2026 - 18:10 WIB

Mobil Berdiplomatik Rusia Tabrakan di Depan Kementerian Luar Negeri Jepang, Empat Orang Terluka

9 October 2026 - 15:10 WIB

Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat

8 October 2026 - 14:10 WIB

Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data

8 October 2026 - 11:10 WIB

Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

8 October 2026 - 10:10 WIB

Trending on News