Menu

Dark Mode
Warga Asing di Kumamoto Kesulitan Dapat Informasi Gempa, Hanya 3 dari 19 Kota Punya Layanan Khusus Menyamar Jadi Orang Asing, Pria Jepang Mencoba Merampok Sebuah Konbini di Gunma Berhasil Ditangkap Polisi Manga Leviathan Bakal Diadaptasi Jadi Film Live-Action, Tayang 2027 Kereta Ekspres Tabrak Pekerja di Jalur Rel Tochigi, 4 Orang Dilaporkan Tewas Pesawat Malaysia Airlines Keluarkan Asap Hitam di Narita, Lepas Landas Dibatalkan Jepang Siapkan Paket Pemulihan Gempa Kumamoto, Termasuk Diskon Wisata ke Wilayah Terdampak

News

Pengadilan Tinggi Tokyo Putuskan Nasib Pembubaran Gereja Unifikasi pada 4 Maret

badge-check


					Pengadilan Tinggi Tokyo Putuskan Nasib Pembubaran Gereja Unifikasi pada 4 Maret Perbesar

Pengadilan Tinggi Tokyo akan mengeluarkan putusan pada 4 Maret terkait permintaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Jepang untuk membubarkan Gereja Unifikasi, menurut sumber yang mengetahui perkara tersebut.

Jika pengadilan tinggi menguatkan putusan Pengadilan Distrik Tokyo pada Maret 2025 yang memerintahkan pembubaran kelompok keagamaan tersebut, maka proses likuidasi aset akan segera dimulai melalui likuidator yang ditunjuk pengadilan. Proses ini dapat berjalan tanpa menunggu putusan Mahkamah Agung, meskipun pihak gereja mengajukan keberatan lanjutan.

Gereja Unifikasi, yang kini secara resmi bernama Family Federation for World Peace and Unification, langsung mengajukan banding atas putusan pengadilan distrik. Pihak gereja menyebut putusan tersebut keliru dan menegaskan bahwa proses mediasi dengan mantan pengikut yang menuntut pengembalian dana donasi masih terus berlangsung.

Dalam putusannya, Pengadilan Distrik Tokyo menyatakan bahwa sejak 1980-an, anggota gereja telah melakukan praktik ilegal dalam penggalangan donasi di seluruh Jepang, menyebabkan kerugian dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pengadilan juga menyoroti bahwa meskipun gereja mengeluarkan deklarasi kepatuhan pada 2009 untuk mencegah praktik tersebut, kerugian tetap berlanjut.

Pengadilan menyimpulkan bahwa praktik penggalangan dana tersebut bersifat jahat dan serius, sehingga pembubaran dinilai perlu dan tidak dapat dihindari.

Karena permohonan pembubaran bukan gugatan perdata biasa melainkan kasus nonkontensius, seluruh proses persidangan dilakukan secara tertutup sesuai ketentuan hukum. Sidang di Pengadilan Tinggi Tokyo sendiri telah berakhir pada November 2025.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Warga Asing di Kumamoto Kesulitan Dapat Informasi Gempa, Hanya 3 dari 19 Kota Punya Layanan Khusus

24 August 2026 - 07:07 WIB

Menyamar Jadi Orang Asing, Pria Jepang Mencoba Merampok Sebuah Konbini di Gunma Berhasil Ditangkap Polisi

22 August 2026 - 13:28 WIB

Kereta Ekspres Tabrak Pekerja di Jalur Rel Tochigi, 4 Orang Dilaporkan Tewas

21 August 2026 - 12:10 WIB

Pesawat Malaysia Airlines Keluarkan Asap Hitam di Narita, Lepas Landas Dibatalkan

21 August 2026 - 12:10 WIB

Jepang Siapkan Paket Pemulihan Gempa Kumamoto, Termasuk Diskon Wisata ke Wilayah Terdampak

21 August 2026 - 10:10 WIB

Trending on News