Menu

Dark Mode
Studio KAI Dilaporkan Alami Kondisi Insolvensi Usai Catat Rugi Besar di Tahun Fiskal 2025 Jepang Batasi Power Bank di Pesawat, Maksimal 2 Unit per Penumpang Jepang Hentikan Sementara Visa Pekerja Asing di Sektor Restoran, Kuota Hampir Penuh Nissan Targetkan 90% Mobil Baru Pakai AI Autonomus, Siapkan Perombakan Besar Hingga 2030 Drama “Tengu no Daidokoro” Dapat Season 3, Hadir dengan Cerita Original Peserta Membludak, Pendaftaran JLPT di Jepang N3 dan N4 Ditutup Lebih Cepat

News

Kasus Ganja di Jepang Capai Rekor Tertinggi 2025, Mayoritas Pelaku Anak Muda

badge-check


					Kasus Ganja di Jepang Capai Rekor Tertinggi 2025, Mayoritas Pelaku Anak Muda Perbesar

Kepolisian Jepang menyelidiki rekor 6.832 orang dalam kasus terkait ganja sepanjang 2025, meningkat 754 orang dibanding tahun sebelumnya, menurut data yang dirilis pada Kamis.

National Police Agency menyatakan bahwa lebih dari 70 persen dari total tersebut berasal dari kelompok usia 20-an ke bawah. Media sosial diduga berperan besar dalam memudahkan generasi muda mengakses narkoba.

Kelompok terbesar berasal dari usia 20-an, yaitu sebanyak 3.633 orang (naik 283). Disusul oleh 1.373 orang berusia di bawah 20 tahun (naik 245), termasuk 28 siswa SMP dan 315 siswa SMA.

Jepang mulai mengkriminalisasi penggunaan ganja melalui revisi Undang-Undang Pengendalian Narkotika dan Psikotropika yang mulai berlaku pada Desember 2024. Pada tahun berikutnya, sebanyak 700 orang diselidiki berdasarkan aturan baru tersebut.

Survei kepolisian terhadap 1.006 orang yang diselidiki antara November hingga Desember 2025 menunjukkan bahwa lebih dari 40 persen responden usia 20-an ke bawah pernah berinteraksi dengan pengedar narkoba secara online.

Banyak di antaranya diduga berkenalan dengan pengedar melalui platform media sosial seperti X, lalu melanjutkan komunikasi melalui aplikasi pesan terenkripsi seperti Telegram, menurut pihak kepolisian.

Sementara itu, total orang yang diselidiki dalam kasus narkoba secara keseluruhan meningkat 1.112 orang menjadi 14.574. Dari jumlah tersebut, 2.124 orang merupakan anggota atau afiliasi sindikat kriminal Yakuza, dan 1.887 lainnya diduga bagian dari kelompok kriminal longgar yang dikenal sebagai “tokuryu.” Warga negara asing tercatat sebanyak 1.502 orang dalam kasus tersebut.

Jumlah orang yang diselidiki terkait penggunaan stimulan mencapai 6.395 orang (naik 271), meski masih jauh di bawah puncaknya pada 1997 yang mencapai 19.722 orang. Sementara itu, kasus kokain mencapai rekor tertinggi dengan 804 orang (naik 218 dari 2024).

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Batasi Power Bank di Pesawat, Maksimal 2 Unit per Penumpang

15 April 2026 - 12:10 WIB

Jepang Hentikan Sementara Visa Pekerja Asing di Sektor Restoran, Kuota Hampir Penuh

15 April 2026 - 12:10 WIB

Nissan Targetkan 90% Mobil Baru Pakai AI Autonomus, Siapkan Perombakan Besar Hingga 2030

15 April 2026 - 10:10 WIB

Peserta Membludak, Pendaftaran JLPT di Jepang N3 dan N4 Ditutup Lebih Cepat

14 April 2026 - 19:37 WIB

Kasus Penumpang Merokok di Pesawat Jepang Tembus Rekor Tertinggi, Dipicu Rokok Elektrik

14 April 2026 - 16:10 WIB

Trending on News