Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi membalas sejumlah ucapan selamat dari para pemimpin dunia melalui media sosial, menyusul kemenangan telak partai berkuasa dalam pemilu umum yang digelar pada Minggu lalu. Salah satu ucapan yang mendapat sorotan datang dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Menanggapi pesan Trump di platform X, Takaichi menyampaikan apresiasi atas ucapan selamat tersebut dan menegaskan komitmennya untuk memperkuat hubungan bilateral. Ia menulis bahwa dirinya menantikan kerja sama erat dengan Presiden Trump demi memajukan perdamaian, kekuatan, dan kemakmuran bagi kedua negara.
Sebelumnya, Trump menyatakan akan menyambut Takaichi di Gedung Putih pada 19 Maret, serta memuji keputusannya menggelar pemilu cepat sebagai langkah yang “berani dan bijaksana.” Ia menilai kemenangan besar tersebut sebagai hasil dari kepemimpinan Takaichi dan menyampaikan harapan agar ia sukses menjalankan agenda konservatifnya yang mengusung konsep “perdamaian melalui kekuatan.”
Selain Amerika Serikat, Takaichi juga membalas pesan ucapan selamat dari sejumlah pemimpin negara lain, termasuk Italia, India, Australia, Singapura, Malaysia, dan Korea Selatan, menandakan intensitas diplomasi awal setelah pemilu.
Dalam pesannya kepada Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung, Takaichi menekankan pentingnya hubungan strategis antara Jepang dan Korea Selatan. Ia menyatakan harapan agar kedua negara dapat terus mengembangkan hubungan bilateral secara berorientasi ke masa depan dan stabil di bawah kepemimpinan masing-masing.
Lee Jae Myung, yang sebelumnya bertemu Takaichi pada Januari lalu di Prefektur Nara, kampung halaman sang perdana menteri, turut menyatakan melalui media sosial bahwa ia menantikan kunjungan Takaichi ke Korea Selatan dalam waktu dekat.
Rangkaian respons ini menunjukkan upaya cepat Takaichi dalam memperkuat posisi Jepang di kancah internasional setelah memperoleh mandat politik yang kuat dari pemilu.
Sc : mainichi








