Per Oktober 2025, jumlah pekerja asing di Jepang mencapai 2,6 juta orang, meningkat 11,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Seiring dengan semakin parahnya kekurangan tenaga kerja, banyak perusahaan di Jepang secara aktif merekrut pekerja asing. Akibatnya, jumlah pekerja asing di negara tersebut mencatat rekor tertinggi selama 13 tahun berturut-turut.
Berdasarkan status izin tinggal, kategori terbesar adalah pemegang visa “engineer/specialist in humanities/international services” yang berkaitan dengan bidang profesional dan teknis, dengan jumlah sekitar 870 ribu orang. Posisi berikutnya ditempati oleh “penduduk berbasis status” seperti penduduk tetap dan pasangan warga negara Jepang sebanyak 650 ribu orang, disusul oleh peserta program magang teknis yang mencapai sekitar 500 ribu orang.
Data tersebut juga mencakup pemegang status “permission for other activity”, yaitu izin yang diberikan kepada warga asing untuk bekerja atau melakukan aktivitas di luar cakupan izin tinggal utama mereka, seperti mahasiswa pertukaran yang bekerja paruh waktu atau penduduk yang melakukan pekerjaan di luar sektor yang ditentukan. Selain itu, terdapat pula status “designated activities” yang mencakup berbagai kegiatan, mulai dari olahraga amatir, magang, program working holiday, hingga pencarian kerja setelah lulus dari institusi pendidikan di Jepang.
Dilihat dari kewarganegaraan, Vietnam menempati posisi teratas dengan sekitar 610 ribu pekerja atau setara 23,6 persen dari total pekerja asing, meningkat 6,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Posisi berikutnya ditempati oleh China, termasuk Hong Kong dan Makau, dengan sekitar 430 ribu orang, disusul oleh Filipina dengan sekitar 260 ribu pekerja. Sementara itu, peningkatan jumlah pekerja asing terbesar secara tahunan berasal dari Myanmar sebesar 42,5 persen, Indonesia 34,6 persen, dan Sri Lanka 28,9 persen.
Dari sisi sektor industri, pekerja asing paling banyak terserap di sektor manufaktur yang mencakup 24,7 persen dari total keseluruhan. Sektor jasa berada di posisi kedua dengan 15,2 persen, diikuti oleh sektor perdagangan grosir dan ritel sebesar 13,3 persen. Secara geografis, pekerja asing terkonsentrasi di wilayah perkotaan besar, dengan 25,4 persen berada di Tokyo, 9,7 persen di Prefektur Aichi, dan 8,1 persen di Prefektur Osaka.
Sc : nippon








