Menu

Dark Mode
Arc Baru Re Season 4 Mulai Tayang 12 Agustus Masuk Toko Pokémon Card Store di Jepang Kini Wajib Scan Wajah Demi Basmi Penimbun Kartu Honda Kembangkan Tangan Robot Canggih, Siap Gantikan Pekerjaan di Pabrik? Film Chiikawa Resmi Tayang di Indonesia Mulai 28 Agustus Serangan Beruang di Jepang Pecahkan Rekor, Pemerintah Kini Kurangi Populasi Beruang Pengajuan Permanent Residence Jepang Resmi Diperketat, Kini Wajib Penuhi Syarat Gaji, Bahasa Jepang, dan Pensiun

Teknologi

Pengguna LINE di Jepang Tembus 100 Juta, Hampir 15 Tahun Sejak Diluncurkan

badge-check


					Pengguna LINE di Jepang Tembus 100 Juta, Hampir 15 Tahun Sejak Diluncurkan Perbesar

Jumlah pengguna aplikasi pesan LINE di Jepang telah melampaui 100 juta orang hingga akhir tahun lalu, menurut pernyataan operatornya. Capaian ini diraih hampir 15 tahun setelah layanan tersebut diluncurkan, menyusul kebutuhan komunikasi daring pasca gempa besar tahun 2011.

Aplikasi ponsel pintar ini pertama kali dirilis pada Juni 2011 oleh perusahaan pendahulu LY Corp., hanya sekitar tiga bulan setelah gempa berkekuatan magnitudo 9,0 yang melanda wilayah timur laut Jepang. Bencana tersebut menyebabkan jaringan telepon konvensional sulit digunakan, sehingga kebutuhan akan sarana komunikasi online yang sederhana dan stabil diperkirakan akan meningkat.

Pada awalnya, LINE hanya menyediakan fitur pesan teks. Namun, pada Oktober 2011, layanan ini mengalami perubahan besar dengan hadirnya stiker digital berupa ilustrasi dan gambar yang memungkinkan pengguna mengekspresikan emosi secara lebih visual. Fitur stiker inilah yang kemudian menjadi ciri khas LINE.

Corporate Officer LINE, Daisuke Asai, mengatakan kepada Kyodo News pada akhir Januari bahwa stiker membantu pengguna menyampaikan perasaan dengan lebih mudah. Ia menambahkan bahwa popularitas LINE kemungkinan besar didorong oleh kecepatan komunikasi yang lebih tinggi dibandingkan email.

Saat ini, LINE juga mengelola sekitar 1,3 juta akun resmi milik perusahaan dan pemerintah daerah. Operatornya tengah mengembangkan fungsi yang menghubungkan individu dengan dunia bisnis, termasuk layanan seperti pemesanan restoran langsung melalui aplikasi.

Dengan populasi Jepang sekitar 120 juta jiwa, Asai menilai masih terdapat potensi besar untuk pengembangan penggunaan LINE di sektor bisnis. Ia menyebut perusahaan ingin membuat kehidupan sehari-hari menjadi lebih praktis, mulai dari belanja hingga komunikasi dengan pemerintah daerah.

Di sisi lain, tantangan tetap ada, terutama dalam hal perlindungan privasi pengguna dan pencegahan penyalahgunaan aplikasi untuk tindak kejahatan seperti penipuan. Asai menjelaskan bahwa perusahaan bekerja sama dengan kepolisian dan telah membangun sistem peringatan cepat di dalam aplikasi untuk memberi tahu pengguna ketika modus penipuan baru terdeteksi. Selain itu, investasi dalam perlindungan data juga menjadi prioritas utama perusahaan.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Honda Kembangkan Tangan Robot Canggih, Siap Gantikan Pekerjaan di Pabrik?

6 August 2026 - 12:30 WIB

Jepang Kembangkan Kembang Api Ramah Lingkungan, Sisa Ledakannya Bisa Larut dalam Sehari

3 August 2026 - 15:10 WIB

KDDI Luncurkan Aplikasi AI dengan Jawaban Bersumber dari Media Resmi Jepang

29 July 2026 - 10:10 WIB

Jepang Mulai Operasikan Taksi Mini Berbahan Bakar Gas Pertama

3 July 2026 - 07:11 WIB

AI di Jepang Kini Bisa “Menerjemahkan” Tangisan Bayi, Bantu Orang Tua Tahu Penyebabnya

26 June 2026 - 16:10 WIB

Trending on Teknologi