Menu

Dark Mode
KAI Dapat Lampu Hijau Impor KRL Bekas untuk Tambah Armada Jabodetabek Jepang Perkuat Kerja Sama Antar-Kementerian untuk Berantas Tenaga Kerja Asing Ilegal Anime Yaiba: Samurai Legend Umumkan Musim Kedua Tayang Januari 2027 Jepang Kaji Penggunaan Robot Humanoid Ber-AI untuk Pertahanan Non-Tempur Korban Jiwa Topan Dujuan Naik Menjadi 7 Orang, 5 Masih Hilang Innalillahi, WNI 22 Tahun Meninggal dalam Kecelakaan Kerja di Fukuyama Jepang

News

KAI Dapat Lampu Hijau Impor KRL Bekas untuk Tambah Armada Jabodetabek

badge-check


					KAI Dapat Lampu Hijau Impor KRL Bekas untuk Tambah Armada Jabodetabek Perbesar

Komisi VI DPR RI menyetujui rencana PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI untuk mengimpor rangkaian kereta rel listrik (KRL) bukan baru atau bekas. Langkah tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan armada KRL Jabodetabek yang terus meningkat.

Persetujuan itu menjadi salah satu kesimpulan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama KAI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengatakan pengadaan rangkaian bukan baru dilakukan sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan kapasitas angkutan perkeretaapian, khususnya KRL Jabodetabek. Pada saat yang sama, pengembangan industri perkeretaapian dalam negeri tetap didorong.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengungkapkan perusahaan membutuhkan 23 trainset bukan baru sebagai solusi sementara untuk menambah kapasitas angkutan.

Rinciannya terdiri dari:

  • 7 trainset dengan 12 kereta (SF12)
  • 16 trainset dengan 8 kereta (SF8)

Perbedaan jumlah kereta dalam setiap rangkaian disesuaikan dengan kondisi infrastruktur di masing-masing jalur. Bobby mencontohkan jalur dari Tanjung Priok menuju Jakarta Kota yang memiliki sejumlah peron pendek sehingga tidak optimal jika dilayani rangkaian SF12.

Kebutuhan armada tambahan juga dipicu oleh pertumbuhan jumlah pengguna KRL. Pada semester I 2026, jumlah penumpang tercatat tumbuh 11,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Saat ini, rata-rata pengguna KRL Jabodetabek mencapai sekitar 1,1 juta penumpang per hari, bahkan dapat mencapai 1,3 juta penumpang pada periode tertentu.

Di sisi lain, KAI juga menghadapi kebutuhan peremajaan armada karena sejumlah trainset yang beroperasi telah berusia lebih dari 40 tahun.

Dengan demikian, impor KRL bukan baru diposisikan sebagai solusi transisi untuk memenuhi kebutuhan kapasitas dalam jangka pendek, sembari penguatan industri dan pengadaan armada baru dalam negeri terus dilakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Perkuat Kerja Sama Antar-Kementerian untuk Berantas Tenaga Kerja Asing Ilegal

23 September 2026 - 16:10 WIB

Jepang Kaji Penggunaan Robot Humanoid Ber-AI untuk Pertahanan Non-Tempur

23 September 2026 - 13:10 WIB

Innalillahi, WNI 22 Tahun Meninggal dalam Kecelakaan Kerja di Fukuyama Jepang

22 September 2026 - 18:27 WIB

Dua Orang Dikonfirmasi Tewas di Prefektur Chiba Usai Hujan Lebat Akibat Angin Topan Dujuan

22 September 2026 - 13:10 WIB

Topan Dujuan Mendekati Jepang Timur, Ganggu Transportasi dan Batalkan Acara di Tengah Libur Silver Week

22 September 2026 - 10:10 WIB

Trending on News