Menu

Dark Mode
Jepang Rencanakan Penghapusan Pemeriksaan Tatap Muka bagi Turis Asing untuk Percepat Proses Imigrasi Lebih dari 100 Warga Jepang Dievakuasi dari Timur Tengah dan Tiba di Jepang Manga “Bless” Akan Diadaptasi Menjadi Anime TV oleh A-1 Pictures, Tayang pada 2027 Industri Pariwisata Jepang Dinilai Perlu Bangun Kepercayaan Lokal Sebelum Maksimalkan AI Sake Pertama yang Difermentasi di Luar Angkasa Tiba di Jepang, Akan Dijual Rp11 Miliar per Botol Dua Warga Jepang Ditahan di Iran, Pemerintah Jepang Minta Pembebasan Segera

News

Jepang Rencanakan Penghapusan Pemeriksaan Tatap Muka bagi Turis Asing untuk Percepat Proses Imigrasi

badge-check


					Jepang Rencanakan Penghapusan Pemeriksaan Tatap Muka bagi Turis Asing untuk Percepat Proses Imigrasi Perbesar

Pemerintah Jepang berencana menghapus kewajiban bagi sebagian besar wisatawan asing untuk bertemu langsung dengan petugas imigrasi saat memasuki negara tersebut. Langkah ini dilakukan untuk menyederhanakan prosedur masuk di tengah lonjakan jumlah wisatawan internasional.

Badan Layanan Imigrasi Jepang menyatakan bahwa sistem baru nantinya akan mengandalkan informasi pengunjung yang dikumpulkan melalui sistem penyaringan perjalanan secara daring bernama Japan Electronic System for Travel Authorization (JESTA). Sistem ini dijadwalkan mulai diluncurkan pada tahun fiskal 2028.

Menurut badan tersebut, penghapusan pemeriksaan imigrasi secara tatap muka guna mengurangi kepadatan di bandara merupakan langkah yang jarang dilakukan di dunia.

Pemerintah Jepang juga berencana menyiapkan kerangka hukum untuk sistem ini melalui rancangan undang-undang perubahan terhadap undang-undang pengendalian imigrasi, yang diperkirakan akan diajukan dalam sidang parlemen (Diet) saat ini.

Sistem baru tersebut akan berlaku bagi wisatawan dari negara yang dibebaskan dari visa kunjungan singkat. Saat ini terdapat 74 negara dan wilayah yang masuk dalam kategori tersebut.

Jepang mencatat rekor kunjungan wisatawan asing sebanyak 42,7 juta orang pada 2025, dan pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 60 juta wisatawan pada 2030.

Melalui JESTA, wisatawan akan diminta mengisi informasi secara online mengenai tujuan perjalanan mereka sebelum berangkat ke Jepang. Setelah itu, otoritas imigrasi akan memutuskan apakah izin masuk diberikan atau tidak. Wisatawan yang dicurigai berniat tinggal melebihi batas waktu kemungkinan akan ditolak untuk naik pesawat.

Saat ini di beberapa bandara Jepang, wisatawan sudah menggunakan perangkat digital bernama Integrated Kiosk untuk melakukan pemeriksaan imigrasi dan bea cukai. Perangkat ini mengambil sidik jari dan foto pengunjung secara otomatis.

Dalam sistem yang diusulkan, jika tidak ditemukan masalah seperti riwayat pelanggaran masa tinggal, wisatawan dapat langsung melewati gerbang otomatis dan masuk ke Jepang. Petugas imigrasi tetap akan ditempatkan di sekitar gerbang untuk melakukan pemeriksaan langsung jika terlihat aktivitas mencurigakan.

Saat ini Integrated Kiosk telah digunakan di Bandara Narita, Haneda, Kansai, dan Fukuoka. Badan Imigrasi Jepang juga berencana memperluas penggunaan sistem tersebut ke lebih banyak bandara di masa depan.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Lebih dari 100 Warga Jepang Dievakuasi dari Timur Tengah dan Tiba di Jepang

9 March 2026 - 10:10 WIB

Sake Pertama yang Difermentasi di Luar Angkasa Tiba di Jepang, Akan Dijual Rp11 Miliar per Botol

7 March 2026 - 12:10 WIB

Dua Warga Jepang Ditahan di Iran, Pemerintah Jepang Minta Pembebasan Segera

7 March 2026 - 10:10 WIB

Musim Sakura 2026 Diprediksi Datang Lebih Awal, Tokyo Mulai Mekar 19 Maret

7 March 2026 - 07:01 WIB

Roket Swasta Jepang Kairos No.3 Batalkan Misi Setelah 68 Detik Mengudara

6 March 2026 - 16:10 WIB

Trending on News