Menu

Dark Mode
Kabar Baik! Maskapai Jepang Turunkan Fuel Surcharge, Harga Tiket Internasional Akan Lebih Murah Patlabor Akhirnya Punya Game 3D Baru, Rilis September 2026 untuk PS5 dan PC Trailer Baru Kingdom Hearts IV Tampilkan Dunia Coco, Dipastikan Rilis Akhir 2027 Ekspor Persik Fukushima ke Taiwan Kembali Setelah Terhenti Sejak Krisis Nuklir 2011 Hujan Ekstrem Terjang Jepang Timur, 10 Orang Tewas dan Lebih dari 1.000 Rumah Terendam WIT Studio Siapkan Pengumuman Baru Attack on Titan pada 20 Agustus, Proyek Anime Baru?

News

Inflasi Hantam Bisnis Vending Machine di Jepang, Jumlah Mesin Terus Menurun

badge-check


					Inflasi Hantam Bisnis Vending Machine di Jepang, Jumlah Mesin Terus Menurun Perbesar

Meski dikenal sebagai “surga vending machine,” Jepang kini mulai melihat penurunan jumlah mesin penjual otomatis akibat dampak inflasi. Sejumlah perusahaan minuman bahkan memilih keluar dari bisnis ini atau mengurangi jumlah mesin secara drastis.

Kenaikan harga barang membuat minuman di vending machine menjadi relatif lebih mahal dibandingkan yang dijual di supermarket atau drugstore. Selain itu, biaya perawatan mesin juga meningkat, ditambah kekurangan tenaga kerja yang membuat pengelolaan semakin sulit.

Pada bulan Maret, Pokka Sapporo Food & Beverage yang berbasis di Nagoya mengumumkan akan menjual bisnis vending machine-nya kepada Lifedrink Co. di Osaka. Sekitar 40.000 mesin akan dialihkan pada Oktober.

Presiden perusahaan, Masashi Sato, mengatakan bahwa perusahaan kini ingin fokus pada produk utama seperti minuman lemon, teh, dan minuman berkarbonasi, daripada menyediakan berbagai macam produk melalui vending machine.

Di bulan yang sama, DyDo Group Holdings mengumumkan akan menghapus sekitar 20.000 mesin yang tidak menguntungkan hingga Januari 2027, dari total sekitar 270.000 mesin yang saat ini beroperasi.

Sementara itu, Coca-Cola Bottlers Japan Holdings mencatat kerugian penurunan nilai (impairment loss) sebesar 90,4 miliar yen pada tahun fiskal yang berakhir Desember 2025, sebagian besar terkait bisnis vending machine. Ito En juga melaporkan kerugian sebesar 13,7 miliar yen dari bisnis serupa dalam periode Mei 2025 hingga Januari.

Menurut pihak DyDo, pasar vending machine di Jepang bernilai sekitar 1 triliun yen, atau sekitar 20% dari total industri minuman.

Dulu, vending machine menjadi sumber keuntungan besar karena perusahaan bisa menjual produk mendekati harga eceran yang disarankan. Namun, kenaikan harga yang berkepanjangan membuat minuman botol 500 ml dari merek besar kini dijual sekitar 200 yen (belum termasuk pajak), sehingga kalah bersaing dengan produk murah di supermarket dan konbini.

Selain itu, banyak toko menawarkan produk private label dengan harga lebih rendah, dan drugstore bisa menjual lebih murah karena membeli dalam jumlah besar.

Perubahan gaya hidup juga berpengaruh, di mana semakin banyak konsumen yang membawa botol minum sendiri sehingga mengurangi penggunaan vending machine.

Menurut lembaga riset industri minuman Inryo Soken, jumlah mesin penjual minuman di Jepang turun sekitar 20%, dari 2,47 juta unit pada 2014 menjadi 1,95 juta unit pada 2025.

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kabar Baik! Maskapai Jepang Turunkan Fuel Surcharge, Harga Tiket Internasional Akan Lebih Murah

19 August 2026 - 10:10 WIB

Ekspor Persik Fukushima ke Taiwan Kembali Setelah Terhenti Sejak Krisis Nuklir 2011

18 August 2026 - 10:10 WIB

Hujan Ekstrem Terjang Jepang Timur, 10 Orang Tewas dan Lebih dari 1.000 Rumah Terendam

18 August 2026 - 10:10 WIB

Jumlah Akiya di Jepang Terus Bertambah, Keluarga Mulai Pusing Mengurus Rumah Warisan

15 August 2026 - 12:10 WIB

WNI 27 Tahun Tewas Tenggelam Saat Bermain di Sungai di Aichi, Jepang

15 August 2026 - 11:10 WIB

Trending on News