Menu

Dark Mode
Teaser Perdana Remake Anime One Piece Dirilis, Mayumi Tanaka Kembali Isi Suara Luffy Monyet Viral “Punch” di Jepang Jadi Sasaran Sinar Laser, Kebun Binatang Beri Peringatan Keras Pria di Jepang Dihukum Bayar Rp500 Juta karena Bohongi Pacar soal Status Pernikahan hingga Hamil dan Melahirkan Jepang Siapkan Investasi Rp25.000 Triliun hingga 2040, Industri Semikonduktor dan Anime Jadi Prioritas Anime Remake One Piece Versi Netflix Tayang Februari 2027, Musim Pertama Hanya 7 Episode Sega Rilis Sonic Frontiers: Definitive Edition untuk Nintendo Switch 2

News

PM Jepang Desak Iran Jamin Jalur Aman di Selat Hormuz Usai Kesepakatan Gencatan Senjata

badge-check


					PM Jepang Desak Iran Jamin Jalur Aman di Selat Hormuz Usai Kesepakatan Gencatan Senjata Perbesar

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada hari Rabu mendesak Iran untuk segera memastikan jalur pelayaran yang aman bagi kapal dari semua negara di Strait of Hormuz. Hal ini disampaikan dalam percakapan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, menyusul pengumuman gencatan senjata bersyarat selama dua minggu antara Iran dan Amerika Serikat.

Dalam keterangan kepada wartawan setelah pembicaraan selama 25 menit tersebut, Takaichi juga menekankan pentingnya meredakan konflik di Timur Tengah secepat mungkin. Kedua pemimpin sepakat untuk terus menjalin komunikasi.

“Saya menegaskan bahwa Selat Hormuz adalah lokasi penting bagi logistik global dan merupakan aset publik internasional,” ujar Takaichi, sambil menyebut kesepakatan gencatan senjata sebagai “langkah positif.”

Ia juga menyatakan harapan Jepang agar kesepakatan final melalui jalur diplomasi dapat segera tercapai. Ini merupakan pertemuan pertama antara kedua pemimpin.

Kesepakatan gencatan senjata diumumkan oleh Pakistan sebagai mediator, tepat sebelum batas waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa militer Iran akan menghentikan operasi defensif jika serangan terhadap negaranya dihentikan. Ia juga menyebut bahwa jalur pelayaran aman akan dibuka selama dua minggu dengan koordinasi bersama angkatan bersenjata Iran.

Sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari, negara tersebut secara efektif memblokir Selat Hormuz—jalur penting bagi distribusi energi global—yang menyebabkan gangguan pasokan minyak dan lonjakan harga.

Jepang sendiri sangat bergantung pada kawasan Timur Tengah untuk lebih dari 90% impor minyak mentahnya, yang sebagian besar melewati selat tersebut.

Pemerintahan Takaichi telah mengecam blokade tersebut serta serangan Iran terhadap negara-negara lain di Timur Tengah, namun belum memberikan penilaian hukum terhadap operasi militer AS dan Israel.

Dalam percakapan itu, Takaichi juga meminta penyelesaian cepat terkait kasus seorang warga Jepang yang sebelumnya ditahan di Iran dan baru saja dibebaskan dengan jaminan. Orang tersebut diduga merupakan kepala biro Teheran dari NHK.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Monyet Viral “Punch” di Jepang Jadi Sasaran Sinar Laser, Kebun Binatang Beri Peringatan Keras

25 June 2026 - 14:30 WIB

Pria di Jepang Dihukum Bayar Rp500 Juta karena Bohongi Pacar soal Status Pernikahan hingga Hamil dan Melahirkan

25 June 2026 - 11:10 WIB

Jepang Siapkan Investasi Rp25.000 Triliun hingga 2040, Industri Semikonduktor dan Anime Jadi Prioritas

25 June 2026 - 10:10 WIB

Pemerintah Prefektur Mie Lanjutkan Warga Negara Asing Tetap Dapat Mengikuti Ujian Rekrutmen PNS

24 June 2026 - 12:10 WIB

Waspada! Hujan Ekstrem Ancam Kyushu, Jepang Juga Dipantau Dua Topan Sekaligus

24 June 2026 - 10:10 WIB

Trending on News