Menu

Dark Mode
Patlabor Akhirnya Punya Game 3D Baru, Rilis September 2026 untuk PS5 dan PC Trailer Baru Kingdom Hearts IV Tampilkan Dunia Coco, Dipastikan Rilis Akhir 2027 Ekspor Persik Fukushima ke Taiwan Kembali Setelah Terhenti Sejak Krisis Nuklir 2011 Hujan Ekstrem Terjang Jepang Timur, 10 Orang Tewas dan Lebih dari 1.000 Rumah Terendam WIT Studio Siapkan Pengumuman Baru Attack on Titan pada 20 Agustus, Proyek Anime Baru? Pokémon Bank Resmi Ditutup Februari 2027, Pokémon Lama Terancam Tak Bisa Dipindahkan Lagi

News

PM Jepang Desak Iran Jamin Jalur Aman di Selat Hormuz Usai Kesepakatan Gencatan Senjata

badge-check


					PM Jepang Desak Iran Jamin Jalur Aman di Selat Hormuz Usai Kesepakatan Gencatan Senjata Perbesar

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada hari Rabu mendesak Iran untuk segera memastikan jalur pelayaran yang aman bagi kapal dari semua negara di Strait of Hormuz. Hal ini disampaikan dalam percakapan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, menyusul pengumuman gencatan senjata bersyarat selama dua minggu antara Iran dan Amerika Serikat.

Dalam keterangan kepada wartawan setelah pembicaraan selama 25 menit tersebut, Takaichi juga menekankan pentingnya meredakan konflik di Timur Tengah secepat mungkin. Kedua pemimpin sepakat untuk terus menjalin komunikasi.

“Saya menegaskan bahwa Selat Hormuz adalah lokasi penting bagi logistik global dan merupakan aset publik internasional,” ujar Takaichi, sambil menyebut kesepakatan gencatan senjata sebagai “langkah positif.”

Ia juga menyatakan harapan Jepang agar kesepakatan final melalui jalur diplomasi dapat segera tercapai. Ini merupakan pertemuan pertama antara kedua pemimpin.

Kesepakatan gencatan senjata diumumkan oleh Pakistan sebagai mediator, tepat sebelum batas waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa militer Iran akan menghentikan operasi defensif jika serangan terhadap negaranya dihentikan. Ia juga menyebut bahwa jalur pelayaran aman akan dibuka selama dua minggu dengan koordinasi bersama angkatan bersenjata Iran.

Sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari, negara tersebut secara efektif memblokir Selat Hormuz—jalur penting bagi distribusi energi global—yang menyebabkan gangguan pasokan minyak dan lonjakan harga.

Jepang sendiri sangat bergantung pada kawasan Timur Tengah untuk lebih dari 90% impor minyak mentahnya, yang sebagian besar melewati selat tersebut.

Pemerintahan Takaichi telah mengecam blokade tersebut serta serangan Iran terhadap negara-negara lain di Timur Tengah, namun belum memberikan penilaian hukum terhadap operasi militer AS dan Israel.

Dalam percakapan itu, Takaichi juga meminta penyelesaian cepat terkait kasus seorang warga Jepang yang sebelumnya ditahan di Iran dan baru saja dibebaskan dengan jaminan. Orang tersebut diduga merupakan kepala biro Teheran dari NHK.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ekspor Persik Fukushima ke Taiwan Kembali Setelah Terhenti Sejak Krisis Nuklir 2011

18 August 2026 - 10:10 WIB

Hujan Ekstrem Terjang Jepang Timur, 10 Orang Tewas dan Lebih dari 1.000 Rumah Terendam

18 August 2026 - 10:10 WIB

Jumlah Akiya di Jepang Terus Bertambah, Keluarga Mulai Pusing Mengurus Rumah Warisan

15 August 2026 - 12:10 WIB

WNI 27 Tahun Tewas Tenggelam Saat Bermain di Sungai di Aichi, Jepang

15 August 2026 - 11:10 WIB

Hujan Deras di Daerah Chiba Jepang Tewaskan 8 Orang, Ribuan Orang Terjebak di Bandara

15 August 2026 - 10:10 WIB

Trending on News