Menu ✖

Dark Mode
Ratusan Orang Tarik Pesawat Boeing 787 di Bandara Narita Jepang Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality Jepang Keluar dari 10 Besar Destinasi Favorit Wisatawan China di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral Badan Imigrasi Jepang Umumkan Revisi Pedoman Pemberian Status Permanent Resident Mulai Berlaku April 2027 Universal Studios Japan Umumkan Kolaborasi Sailor Moon untuk Universal Cool Japan 2027 Gelombang Kenaikan Harga Kembali Melanda Jepang, Lebih dari 3.100 Produk Makanan dan Minuman Naik pada Oktober

News

Survei: Kekhawatiran Remaja Jepang terhadap Imigrasi Meningkat Tajam

badge-check


					Survei: Kekhawatiran Remaja Jepang terhadap Imigrasi Meningkat Tajam Perbesar

Sekitar 19,2 persen remaja Jepang usia 17 hingga 19 tahun menganggap “peningkatan jumlah imigran” sebagai isu nasional penting, hampir tiga kali lipat dibanding dua tahun lalu. Hal ini terungkap dalam survei online terbaru yang dilakukan oleh Nippon Foundation.

Meskipun tidak disebutkan penyebab pasti, peningkatan ini terjadi di tengah maraknya wacana mengenai dampak populasi asing yang terus bertambah, serta isu terkait warga asing yang turut diangkat oleh partai politik dalam pemilu Majelis Tinggi Jepang pada Juli 2025.

Dalam survei yang dilakukan pada Februari tersebut (dengan jawaban boleh lebih dari satu), isu yang paling banyak dipilih adalah “penurunan angka kelahiran” (41,5 persen), disusul “penuaan populasi” (37,1 persen), dan “pertumbuhan ekonomi” (27,9 persen). Sementara itu, “peningkatan imigran” berada di posisi keempat dengan 19,2 persen, naik dari 6,7 persen pada survei tahun 2024.

Menurut Immigration Services Agency, jumlah warga asing yang tinggal di Jepang mencapai rekor sekitar 4,13 juta orang hingga akhir 2025.

Namun, pemerintah Jepang menegaskan bahwa mereka tidak “mendorong kebijakan imigrasi,” melainkan fokus pada penerimaan tenaga kerja asing untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja.

Survei serupa juga dilakukan di Inggris, China, India, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Inggris mencatat angka tertinggi untuk kekhawatiran terhadap peningkatan imigran sebesar 21,1 persen, sementara di Amerika Serikat sebesar 14,5 persen.

Selain itu, survei juga menanyakan sumber informasi yang dianggap terpercaya. Remaja Jepang menjadi satu-satunya kelompok yang memasukkan “kecerdasan buatan generatif” dalam 10 besar, dengan 11,9 persen, sedikit lebih tinggi dibanding “universitas dan lembaga riset ternama dunia” (11,8 persen).

Di negara lain, banyak responden memilih organisasi seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Uni Eropa sebagai sumber informasi yang kredibel.

Sementara itu, dalam pertanyaan mengenai cita-cita pekerjaan, jawaban paling banyak dari remaja Jepang adalah “tidak ada secara khusus” (22,5 persen), jauh lebih tinggi dibanding negara lain seperti India (1,0 persen), Inggris (1,7 persen), China (2,2 persen), Korea Selatan (3,0 persen), dan Amerika Serikat (3,8 persen).

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ratusan Orang Tarik Pesawat Boeing 787 di Bandara Narita Jepang

5 October 2026 - 10:10 WIB

Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality

2 October 2026 - 15:10 WIB

Jepang Keluar dari 10 Besar Destinasi Favorit Wisatawan China di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral

2 October 2026 - 12:10 WIB

Badan Imigrasi Jepang Umumkan Revisi Pedoman Pemberian Status Permanent Resident Mulai Berlaku April 2027

2 October 2026 - 10:10 WIB

Gelombang Kenaikan Harga Kembali Melanda Jepang, Lebih dari 3.100 Produk Makanan dan Minuman Naik pada Oktober

1 October 2026 - 15:10 WIB

Trending on News